Share Me!

>
Tampilkan postingan dengan label Kisah Islami_Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Islami_Renungan. Tampilkan semua postingan
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


SRIPOKU.COM - Iblis telah berjanji bahwa ia akan menyesatkan manusia hingga akhir zaman nanti. Iblis adalah makluk Allah yang terlaknat, ia telah dikutuk oleh Allah hingga hari pembalasan nanti karena ia mengingkari perintah Allah.

Iblis meminta kepada Allah agar ia diizinkan untuk menggoda manusia dan menyesatkan manusia dari jalan yang lurus. Sehingga nanti diakhirat ia memiliki teman untuk ditempatkan didalam neraka.
Di hari akhirat kelak, iblis akan berkhutbah kepada para pengikutnya. Bahkan khutbah iblis ini adalah khutbah yang paling menyentuh hati. Tidak ada khutbah yang menyentuh hati sebagaimana khutbah Iblis ini.

Lantas, bagaimana khutbah iblis di hari hari pembalasan nanti di depan para pengikutnya? Allah telah menunjukkannya kepada kita di dalam Alquran.

Ustadz Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja, seprti dilansir firanda.com mengatakan, Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata :

"Tatkala hari kiamat Iblis berdiri di atas sebuah mimbar dari api lalu berkhutbah seraya berkata, "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya…" (Tafsiir At-Thobari 16/563)

Al-Haafizh Ibnu Katsiir rahimahullah berkata :

"Allah mengabarkan tentang khutbah yang disampaikan oleh Iblis kepada para pengikutnya, yaitu setelah Allah memutuskan/menghisab para hambaNya, lalu Allah memasukan kaum mukminin ke surga, dan Allah menempatkan orang-orang kafir ke dalam neraka jahannam. Maka Iblis pun tatkala itu berdiri dan berkhutbah kepada para pengikutnya agar semakin menambah kesedihan di atas kesedihan mereka, kerugian di atas kerugian, serta penyesalan di atas penyesalan…." (Tafsiir Al-Qur'an Al-'Adziim 4/489)

Khutbah tersebut disampaikan oleh Iblis kepada para pengikutnya pada saat yang sangat menegangkan. Tatkala mereka pertama kali dimasukkan ke dalam neraka jahannam. Tatkala mereka telah melihat api yang menyala-nyala yang siap membakar mereka…!!!

Khutbah tersebut…
Benar-benar masuk ke dalam hati para pengikut Iblis…,
Khutbah yang mengalirkan air mata mereka…
khutbah yang benar-benar telah menyadarkan mereka akan kesalahan-kesalahan mereka…
Khutbah yang menyadarkan mereka bahwasanya selama ini mereka hanya terpedaya oleh sang pemimpin…sang khotiib…Iblis la’natullah 'alaihi

Allah menyebutkan khutbah Iblis yang sangat menyentuh tersebut:
"Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepada kalian tetapi aku menyalahinya.

Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadap kalian, melainkan (sekedar) aku menyeru kalian lalu kalian mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kalian mencerca aku akan tetapi cercalah diri kalian sendiri.

Aku sekali-kali tidak dapat menolong kalian dan kalian pun sekali-kali tidak dapat menolongku.
Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatan kalian yang mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih".
Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka" (QS Ibrahim : 22-23)

Demikianlah khutbah Iblis tersebut, setelah ia menggoda manusia, setelah menipu mereka, setelah menjerumuskan mereka dalam neraka.

Setelah tercapai cita-citanya, lalu Iblis pun berlepas diri dari para pengikutnya. Ia sama sekali tidak mau bertanggung jawab atas godaan-godaannya.

Bahkan ia sama sekali tidak mau disalahkan dan dicela, akan tetapi ia menyuruh mereka (para pengikutnya) untuk mencela diri mereka sendiri.

Bahkan ia mengaku sejak dulu kufur/ingkar terhadap kesyirikan yang dilakukan oleh pengikutnya.
Yang lebih menjadikan para pengikutnya tersentuh, Iblis menutup khutbahnya dengan menyatakan bahwa:

"Sesungguhnya orang-orang zalim mendapatkan siksaan yang pedih" Lalu Iblis menyebutkan tentang kenikmatan penduduk surga, yaitu orang-orang yang tidak mau menjadi pengikut Iblis…!!!
Sungguh kehinaan dan kesedihan yang tidak bisa terbayangkan dalam hati para penghuni neraka tatkala mendengar khutbah dari sang pemimpin…

Beruntunglah bagi yang membaca Alquran, karena didalamnya Allah telah memberitahu kita tentang apa yang akan iblis katakan di akhirat nanti.

Oleh sebab itu, marilah kita mendekatkan diri kepada Allah agar kita tidak terjebak dalam tipu daya iblis dan semoga Allah selalu melindungi kita dari hasutan iblis.

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


DOA KETIKA GEMPA BUMI

اللّهمّ انّي أسألك خيرها وخير مافيها وخير ماارسلت به واعوذ بك من شرّها وشرّمافيها وشرّماارسلت به

ALLOHUMMA INNI AS’ALU KHOIROHA WA KHOIROMA FIHA WA KHOIRO MA ARSALTA BIHI, A’UDZUBIKA MIN SYARRIHA WASYARRIMA FIHA WA SYARRI MA ARSALTA BIH.


Artinya: “Ya Alloh, sesungguhnya aku memohon kehadirat-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, dan kebaikan  apa yang didalamnya, dan kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, dan keburukan atas apa yang terjadi didalamnya, dan aku juga memohon perlindungan kepada-Mu atas apa-apa yang Engkau kirimkan.”

Sebuah kisah, suatu kali di Madinah terjadi gempa bumi. Rasulullah SAW lalu meletakkan kedua tangannya di atas tanah dan berkata, "Tenanglah … belum datang saatnya bagimu.'' Lalu, Nabi SAW menoleh ke arah para sahabat dan berkata, "Sesungguhnya Rabb kalian menegur kalian, maka jawablah (berbuatlah supaya Allah ridha kepada kalian)!"

Sepertinya, Umar bin Khattab RA mengingat kejadian itu. Ketika terjadi gempa pada masa kekhalifahannya, ia berkata kepada penduduk Madinah, "Wahai Manusia, apa ini? Alangkah cepatnya apa yang kalian kerjakan (dari maksiat kepada Allah)? Andai kata gempa ini kembali terjadi, aku tak akan bersama kalian lagi"

Seorang dengan ketajaman mata bashirah seperti Umar bin Khattab bisa, merasakan bahwa kemaksiatan yang dilakukan oleh para penduduk Madinah, sepeninggal Rasulullah dan Abu Bakar As-Shiddiq telah mengundang bencana.

Umar pun mengingatkan kaum Muslimin agar menjauhi maksiat dan segera kembali kepada Allah. Ia bahkan mengancam akan meninggalkan mereka jika terjadi gempa kembali. Sesungguhnya bencana merupakan ayat-ayat Allah untuk menunjukkan kuasa-Nya, jika manusia tak lagi mau peduli terhadap ayat-ayat Allah.

A. Imam Ibnul Qoyyim dalam kitab Al-Jawab Al-Kafy mengungkapkan, "Dan terkadang Allah menggetarkan bumi dengan guncangan yang dahsyat, menimbulkan rasa takut, khusyuk, rasa ingin kembali dan tunduk kepada Allah, serta meninggalkan kemaksiatan dan penyesalan atas kekeliruan manusia. Di kalangan Salaf, jika terjadi gempa bumi mereka berkata, 'Sesungguhnya Tuhan sedang menegur kalian'.''

Khalifah Umar bin Abdul Aziz juga tak tinggal diam saat terjadi gempa bumi pada masa kepemimpinannya. Ia segera mengirim surat kepada seluruh wali negeri, Amma ba'du, sesungguhnya gempa ini adalah teguran Allah kepada hamba-hamba-Nya, dan saya telah memerintahkan kepada seluruh negeri untuk keluar pada hari tertentu, maka barangsiapa yang memiliki harta hendaklah bersedekah dengannya."

"Allah berfirman, 'Sungguh beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan tobat ataupun zakat). Lalu, dia mengingat nama Tuhannya, lalu ia sembahyang." (QS Al-A'laa [87]:14-15). Lalu katakanlah apa yang diucapkan Adam AS (saat terusir dari surga), 'Ya Rabb kami, sesungguhnya kami menzalimi diri kami dan jika Engkau tak jua ampuni dan menyayangi kami, niscaya kami menjadi orang-orang yang merugi."

"Dan katakan (pula) apa yang dikatakan Nuh AS, 'Jika Engkau tak mengampuniku dan merahmatiku, aku sungguh orang yang merugi'. Dan katakanlah doa Yunus AS, 'La ilaha illa anta, Subhanaka, Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, inni kuntu minnadzolimiin sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim'."

Jika saja kedua Umar ada bersama kita, mereka tentu akan marah dan menegur dengan keras, karena rentetan "teguran" Allah itu tidak kita hiraukan bahkan cenderung diabaikan.

Innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Segala sesuatu adalah kembali kepada Allah sang Pemilik.

Dan dalam firman-Nya yang lain Allah menegaskan bahwa apapun yang terjadi di alam semesta ini adalah sesuatu yang telah ditakdirkan oleh-Nya. Allah Ta’ala berfirman,

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab Nya sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (Qs. Al Hadid : 22)

Allah Ta’ala juga berfirman,

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ

“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin ALLAH.” (QS. At Taghobun: 11)

أَوَلاَ يَرَوْنَ أَنَّهُمْ يُفْتَنُونَ فِي كُلِّ عَامٍ مَّرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ لاَ يَتُوبُونَ وَلاَ هُمْ يَذَّكَّرُونَ

“Dan tidaklah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, dan mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran.” (Qs. At Taubah : 126)

Saudaraku fillah, Sebelum masa tangguh itu berakhir ... Sebelum Allah menegur kita lebih keras, inilah saatnya kita menjawab teguran-Nya. Labbaika Ya Allah,.. kami datang kembali kepada-Mu. Wallahu a'lam bishawab.

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Berikut ini adalah sebuah kisah perjalanan taubat dari seseorang yang terjerumus ke dalam lumpur kegelapan, silahkan disimak.

Abu Abdillah berkata:

"Aku tak tahu bagaimana harus menuturkan kisah ini padamu. Kisah yang pernah aku alami sendiri beberapa tahun yang lalu, sehingga mengubah total perjalanan hidupku, sebenarnya aku tak ingin menceritakannya, tapi demi tanggung jawab di hadapan Allah, dan peringatan bagi para pemuda yang mendurhakai Allah dan demi pelajaran bagi para gadis yang mengejar bayangan semu, yang disebut cinta, maka aku ungkapkan kisah ini."


Ketika itu, kami tiga sekawan. Yang mengumpulkan kami adalah kesamaan nafsu dan kesia-siaan. Oh tidak, kami berempat... satunya lagi adalah setan.

Kami berburu gadis-gadis. Mereka kami rayu dengan kata-kata manis, hingga mereka takluk, lalu kami bawa ke sebuah taman kecil terpencil. Di sana kami berubah menjadi serigala-serigala  yang tak menaruh belas kasihan mendengar rintihan permohonan mereka, hati dan perasaan kami sudah mati.

Begitulah hari-hari kami di taman, di tenda atau dalam mobil yang di parkir di pinggir pantai. Sampai suatu hari, yang tak pernah saya bisa melupakannya, seperti biasa kami pergi ke taman. Seperti biasa pula, masing-masing kami menyantap satu mangsa gadis, di temani minunan laknat. Satu hal kami lupa saat itu, makanan. Segera salah seorang di antara kami bergegas membeli makanan dengan mengendarai mobilnya. Saat ia berangkat. Jam menunjukkan pukul enam sore. Beberapa jam berlalu, tapi teman kami itu belum juga kembali. Pukul sepuluh malam , hatiku mulai tak enak dan gusar. Maka aku  segera membawa mobil untuk mencarinya, di tengah perjalanan, di kejauhan aku melihat jilatan api, aku mencoba mendekat.

Astaghfirullah, aku hampir tak percaya dengan yang kulihat. Ternyata api itu bersumber dari mobil temanku yang terbalik dan terbakar. Aku panik seperti orang gila. Aku segera mengeluarkan tubuh temanku dari mobilnya yang masih menyala. Aku ngeri tatkala melihat separuh tubuhnya masak terpanggang api. Kubopong tubuhnya lalu kuletakkan di tanah.

Sejenak kemudian, dia berusaha membuka kedua belah matanya, ia berbisik lirih:

"...api….api ……!"

Aku memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit dengan mobilku. Tetapi dengan suara campur tangis, ia mencegah:

"Tak ada gunanya... aku tak akan sampai …!"

Air mataku tumpah, aku harus menyaksikan temanku  meninggal di hadapanku. Di tengah kepanikanku, tiba-tiba ia berteriak lemah:

"Apa yang mesti kukatakan kepadaNya? Apa yang mesti kukatakan padaNya?"

Aku memandanginya penuh keheranan.

"S-s-siapa?" Tanyaku.

Dengan suara yang seakan  berasal dari sumur yang amat dalam, dia menjawab:

"Allah!"

Aku merinding ketakutan. Tubuh dan perasaanku terguncang keras. Tiba-tiba temanku itu menjerit, gemanya menyelusup kesetiap relung malam yang gulita, lalu kudengar teriakan  nafasnya yang terakhir:

"Innaalillaahi wa’inna ilaihi raajiuun"

Setelah itu, hari-hari berlalu seperti sedia kala, tetapi bayangan temanku yang meninggal, jerit kesakitannya, api yang membakarnya dan lolongannya

"Apa yang harus kukatakan padaNya? Apa yang harus kukatakan padaNya?"

Seakan terus membuntuti setiap gerak dan diamku.

Pada diriku sendiri aku bertanya:

"Aku…apa yang harus kukatakan padaNya...?"

Air mataku menetes lalu sebuah getaran aneh menjalari jiwaku. Saat puncak perenungan itulah, sayup-sayup aku mendengar adzan subuh menggema:

"Allahu Akbar, Allahu Akbar, Asyhadu alla ilaaha illa Allah ….
Asyhadu Anna Muhammadar Rasuulullah, Hayya ‘ Alash Shalaah …"

Aku merasa bahwa adzan itu hanya ditujukan pada diriku saja. Mengajakku menyingkap fase kehidupanku yang kelam, mengajakku pada jalan cahaya dan hidayah. Aku segera bangkit mandi dan wudhu, mensucikan tubuhku dari noda-noda kehinaan yang menenggelamku selama bertahun-tahun.

Sejak saat itu, aku tak pernah lagi meninggalkan shalat. Aku memuji Allah, yang tidak layak dipuji selain Dia. Aku telah menjadi manusia lain. Maha Suci Allah yang mengubah berbagai keadaan. Dengan seizin Allah, aku telah menunaikan umrah. Insya Allah aku akan melaksanakan haji dalam waktu dekat, siapa yang tahu? Umur ada di tangan Allah? (*)

(*) Lisy Syababi Faqoth ( Hal : 7-10)

Sumber: Saudariku Apa yang menghalangimu Untuk berjilbab, Abdul Hamid Al-bilaly, Penerjemah: Ainul Haris, Editor: Muhammadun Abd Hamid, Pustaka Darul Haq dari kisahislam.net

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Click: SOURCE
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Bacalah sekejap, ilmu yang berguna untuk semua. Seorang profesor yang atheis berbicara dalam sebuah kelas.

Profesor: "Apakah Allah menciptakan segala yang ada?"

Para mahasiswa: "Betul! Dia pencipta segalanya."

Profesor: "Jika Allah menciptakan segalanya, berarti Allah juga menciptakan kejahatan."

(Semua terdiam. Agak kesulitan menjawab hipotesis profesor itu).

Tiba-tiba suara seorang mahasiswa memecah kesunyian.

Mahasiswa: "Prof! Saya ingin bertanya. Apakah dingin itu ada?"

Profesor: "Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja, dingin itu ada."

Mahasiswa: "Prof! Dingin itu tidak ada. Menurut hukum fizik, yang kita anggap dingin sebenarnya adalah ketiadaan panas.

Suhu -460 degree Fahrenheit adalah ketiadaan panas sama sekali. Semua partikel menjadi diam. Tidak boleh bertindak pada suhu tersebut.

Kita menciptakan kata 'dingin' untuk mengungkapkan ketiadaan panas ya.

Selanjutnya! Apakah gelap itu ada?"

Profesor: "Tentu saja ada!"

Mahasiswa: "Anda salah lagi Prof! Gelap juga tidak ada.

Gelap adalah keadaan di mana tiada cahaya. Cahaya boleh kita pelajari. Sedangkan gelap tidak boleh.

Kita boleh menggunakan prisma Newton untuk mengurai cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari panjang gelombang setiap warna.

Tapi! Anda tidak boleh mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur melalui berapa besar intensiti cahaya di ruangan itu.

Kata 'gelap' dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan cahaya.

Jadi! Apakah kejahatan, kemaksiatan itu ada?"

Profesor mulai bimbang tapi menjawab juga: "Tentu saja ada."

Mahasiswa: "Sekali lagi anda salah Prof! Kejahatan itu tidak ada. Allah tidak menciptakan kejahatan atau kemaksiatan. Seperti dingin dan gelap juga.

Kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan Allah dalam dirinya.

Kejahatan adalah hasil dari tidak hadirnya Allah dalam hati manusia."

Profesor terpaku dan terdiam!

Dosa terjadi kerana manusia lupa hadirkan Allah dalam hatinya. Hadirkan Allah dalam hati pada setiap saat, maka akan selamatlah diri kita. Itulah Iman. Sesungguhnya dosa itu lahir saat iman tidak hadir dalam hati kita.

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Physics and Islam

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


‘Abdullah bin Mubarrok sudah berniat akan pergi haji tahun depan. Oleh karena itu, dia menabung dari sekarang. Menjelang musim haji tiba, dia pergi ke pasar dengan membawa uang 500 dinar untuk membeli unta. Sayang, uang sebanyak itu tidak cukup untuk membeli seekor unta. Maka, dia pulang lagi ke rumah.
Di tengah perjalanan pulang, ‘Abdullah bin Mubarrok melihat ada seorang wanita sedang membersihkan bulu ayam di tempat sampah.

‘Abdullah bin Mubarrok tertarik dan mendekati wanita itu. Ketika tahu bahwa ada orang yang mendekatinya, wanita itu membelakangi ‘Abdullah bin Mubarrok. ‘Abdullah semakin tertarik dan ingin tahu. Dia terperanjat. Ternyata wanita itu sedang membersihkan bangkai ayam.

Itu di ketahui dari tidak ada bekas potongan di leher ayam. Hatinya miris. ‘Abdullah bin Mubarrok bertanya setelah mengucap salam.

“Wahai ibu, untuk apa ibu membersihkan bangkai ayam ini?”

“Untuk di makan.” Jawab wanita itu tanpa menoleh.

“Bukankah ibu tahu, Allah mengharamkan kita memakan bangkai ayam.”

“Bangkai ayam ini memang haram bagi tuan, tetapi tidak untukku dan anak-anakku,” jawab si wanita sambil terus membersihkan bangkai ayam itu.

“Memang apa sebabnya?” ‘Abdullah bin Mubarrok semakin penasaran.

“Jangan campuri urusanku, pergilah menjauh dariku,”jawab wanita itu dengan nada tidak senang.

“Demi Allah, aku tidak akan pergi dari tempat ini sebelum aku tahu masalahmu!. Katakanlah wahai ibu,” ‘Abdullah bin Mubarrok berharap.

“Baiklah, karena kau telah meminta dengan nama Allah, aku beritahu masalahku. Ketahuilah tuan, aku dan anak-anakku sudah tiga hari tidak makan kecuali minum sedikit. Suamiku gugur di jalan Allah, dan dia tidak meninggalkan warisan yang bisa di jual untuk menyambung hidup anak-anaknya yang yatim sekarang. Sedangkan, untuk meminta-minta aku malu. Aku mencari makanan kesana kemari, tapi tidak aku dapatkan kecuali bangkai ayam ini,” jawab wanita itu panjang lebar.

Hati ‘Abdullah tergetar hebat. Air matanya mengalir deras membasahi pipinya. Pandangannya menjadi kabur dan seluruh persendianya menjadi terasa lemas. Dia benar-benar merasa sangat berdosa jika membiarkan wanita itu dan anak-anaknya memakan bangkai ayam. Lalu, sambil menunduk, dia berkata dalam hati. “Wahai ibnu Mubarrok, haji apakah yang lebih mabrur dari pada menolong ibu ini dan anak-anaknya?”

Dan tanpa berpikir lagi. ‘Abdullah bin Mubarrok menyerahkan semua uang yang akan di gunakannya untuk membeli unta pengangkut bekal hajinya nanti.

“Wahai ibu, mulai detik ini, bangkai ayam itu haram bagimu dan anak-anakmu! Ambilah ini, dan segeralah beri makan anak-anakmu.”

Wanita itu gembira sekali. Sambil menerima pemberian ‘Abdullah bin Mubarrok, dia berkata, “semoga Allah merahmatimu”

Lalu wanita itu pergi meninggalkan Mubarrok, yang denga ikhlas pulang ke rumah. Terkubur keinginannya untuk pergi hari.

Ketika musim haji sudah selesai, ‘Abdullah bin Mubarrok menyambut rombongan haji di batas kota bersama keluarga dan kerabat haji. Para haji yang baru pulang itu bercerita bertemu ‘Abdullah bin Mubarrok di tempat ini dan itu. ‘Abdullah bin Mubarrok tentu saja heran dengan cerita tersebut karena dia tidak jadi pergi haji. Namun semua orang yang berangkat haji mengaku bertemu dengannya.

Malam harinya, ‘Abdullah bin Mubarrok mimpi bertemu dengan Rasulullah SAW. Konon, dalam mimpinya, Rasulullah bersabda, “ Wahai ibnu Mubarrok, engkau telah merelakan bekal hajimu untuk menolong sanak keturunanku sehingga mereka terbebas dari kesulitan hidup. Maka, Allah mengutus malaikat_NYA yang diserupakan dengan dirimu pergi haji untukmu setiap tahun. Dan engkau akan menerima pahalanya sampai hari kiamat.” (Ahamd Syaefudin –Yogyakarta)

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Click: SOURCE
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


SURABAYA - Nasib Karin, 30, benar-benar sudah jatuh ketiban tangga. Dia mati-matian menjual harta benda orang tua untuk menyelamatkan suaminya, Donjuan, 34, dari jeratan penjara.

Ternyata setelah orang tuanya masuk rumah sakit karena terkena kanker usus, eh si suami menalak cerai. Glodaakk...

Siapa sih yang tidak sakit hati dibegituin? Barangkali bagi Karin, pria asal Simo Katrungan ini adalah suami yang tidak tahu terima kasih.

Usai ditolong keluarga Karin dengan menjual semua hasil kayu jatinya di Magetan, setelah sembuh Donjuan justru ingin meninggalkan Karin, kedua anak dan orang tuanya.

Ironisnya lagi, talak cerai itu muncul lantaran Donjuan mengaku takut terkena kanker usus seperti kedua orang tua Karin.

“Bapaknya Karin itu polisi. Ibunya guru. Gajinya polisi dan guru lho berapa? Tapi mereka kok kaya banget,” ungkap Donjuan di sela-sela sidang talak cerai keduanya di Pengadilan Agama Jalan Ketintang Madya, Surabaya, Jawa Timur, Senin (2/3).

Pria ini awalnya tak menuduh jika kekayaan mereka dari korupsi. Karena memang Karin dari keturunan keluarga kaya raya. Namun, usai kedua orang tua Karin opname karena kanker usus, barulah Donjuan berpikir jika kekayaan itu hasil korupsi.

Donjuan memaparkan, tahun 2010, bapak Karin terkena kanker usus dan dioperasi. Kondisi bapak mertuanya itu pun membaik.

Namun, pada September 2014 lalu, penyakit itu kumat. Sang mertua pun harus diopname sampai saat ini. Ternyata dua bulan kemudian, ibu mertuanya juga harus melakukan operasi pengambilan kanker di ususnya.

“Kok iso bareng ya? Paling itu azab,” tuduh pria yang bekerja sebagai pengawas di salah satu perusahaan baja tersebut.

Setelah menceritakan apa yang terjadi pada kedua orang tua Karin, ada salah satu teman Donjuan yang mengatakan jika kedua orang tua Karin itu terkena azab lantaran mengambil hak orang lain alias korupsi.

Tak banyak berpikir, Donjuan pun memutuskan menceraikan Karin. Sementara Karin sangat shock.

Apalagi, Donjuan juga menyudutkan orang tuanya sebagai koruptor. Dia kecewa padahal orang tuanya sudah banyak membiayai hidup mereka.

“Waktu awal nikah yang ngontrakkan rumah ya bapak dan ibu. Kapan hari yang Donjuan mau ditangkap polisi karena meghilangkan uang kantor juga orang tua saya yang ganti. Kok air susu dibalas air tuba,” kata wanita yang juga bekerja sebagai guru ini.

Tapi Karin mengaku hanya pasrah. “Sekarang saya fokus menjaga kedua orang tua saya sampai sembuh. Lalu, mendidik anak anak sampai jadi orang sukses,” tandasnya. (jee/awa/jpnn)

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Click: SOURCE
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Translate:

Admin membaca satu kisah yang menjadi populer, yang dibincangkan di laman sosial, tentang kisah seorang remaja yang berumur 15 yang memaksa ayahnya membeli sebuah iPhone 6 untuk diberikan kepada kekasihnya dan memaksa ayahnya membeli Samsung Note 4 untuknya sedangkan ayahnya adalah seorang yang bergaji bawah RM 1000.

Baru umur 15 tahun sudah melakukan hal semacam itu kepada orang tuanya, bayangkan apabila besar nanti bagaimana yang akan ia dilakukan kepada ayahnya.

Berikut adalah pernyataan seorang pekerja di toko handphone yang melihat kejadian itu.

Semalam, aku mendapatkan seorang customer, seorang anak dan ayahnya datang. Ayah dia kakinya sakit, seperti tidak kuat untuk berjalan. Aku pun memberikan layanan.

Aku: Assalamualaikum Bapak, kami ada 1 set handphone, laptop dengan barang-barang rumah. Ada tiga cara pembayaran, cash, kartu kredit dan angsuran mudah.

Ayah: Kalau angsuran mudah seperti apa?

Aku: Kalau angsuran mudah, sediakan laporan gaji, salinan kartu pengenalan dan laporan bank. Kalau malas untuk pergi bank membuat laporan, berikan saja nomor akun Bapak, akan saya buatkan laporan bank. Bapak mau apa, saya perkirakan sekali pembayaran setiap bulannya. Paling maksimum pembayaran boleh dilakukan sampai tiga tahun saja.

Anak: Okay bang, berapa eh, sebulan untuk iPhone 6 128GB dengan Samsung Note 4?

Aku: *terus ambil kalkulator kira* Okay, kalau dua handphone, RM296 untuk sebulan selama 3 tahun.

(Sambil tersenyum aku melihat, muka Bapak itu yang terlihat resah. Aku tahu Bapak itu orang susah).

Anak: Okay, ayah jadi eh? Boleh eh?

Ayah: (Hanya mampu mengangguk mengikut kemauan anaknya)

Aku: Beli handphone sampai dua, satu lagi untuk siapa? Umur adik berapa?

Anak: Yang Samsung Note 4 itu saya punya, yang iPhone 6 128GB itu saya mau hadiahkan kepada pacar saya bang. Minggu depan hari ultahnya. Umur 15.

Aku: (Mengucap dalam hati, sambil geleng kepala. Ya Allah, berani sekali anak ini berbuat seperti ini pada Ayahnya? Ayah dia yang bayar bulan-bulan, senang-senangnya malah buat pacarnya).

Ayah dia terus mengeluarkan dokumen, aku liat laporan gaji ayah dia sebulan cuma RM950.

Aku: Okay Bapak, nanti saya proses. Dalam masa seminggu akan dapat jawaban boleh atau tidaknya.

Ayah: Okay, baik dik. Terima kasih. (Dengan wajah seperti pasrah dengan kemauan anaknya)

Aku: Sama-sama Bapak. Silahkan datang lagi.

(Aku tersenyum dengan rasa bersalah (sedih) melihat keadaan ayahnya, yang kakinya tempang untuk pergi berjalan keluar). Ya Allah sepertinya aku akan menangis melihatnya.

Subhanallah... kuatkanlah dirimu, engkau wahai si ayah, semoga tempatmu di sana nanti dikalangan orang-orang beriman. 

via siakapkeli.

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Click: SOURCE
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Seorang gadis membeli sebuah hape keluaran terbaru. Untuk melengkapi hapenya nya gadis itu juga membeli layar antigores dan sebuah cover cantik untuk hape tersebut. Gadis itu menunjukkan handphone barunya kepada sang ayah, kemudian terjadi percakapan seperti di bawah ini:

Ayah: “Wah, hape mu bagus sekali nak. Berapa harganya?”
Gadis: “Harga hapenya 7 juta, 200 ribu untuk covernya, dan 100 ribu untuk antigoresnya.”
Ayah: “Oh, kenapa kamu sampai harus membeli cover dan antigoresnya? Padahal kamu bisa menghemat 300 ribu”.
Gadis: “Ayah! Aku sudah menghabiskan 7 juta untuk membeli hape ini, bagaimana kalau hape ini sampai rusak!? 300 ribu bukan apa-apa dibanding keamanan hapeku. Lagipula covernya membuat hapeku semain terlihat cantik.”
Ayah:” Hmm, bukankah berarti produsen hapemu itu teledor karena membuat hape yang tidak cukup aman jika tidak pakai perlindungan?”
Gadis:” Tidak Ayah! Produsen Hape ini sendiri yang merekomendasikan untuk membeli layar antigores dan cover untuk perlindungan. Dan aku tentu tidak mau Hapeku rusak!”
Ayah: “Apakah semua itu malah membuat kecantikan hapemu berkurang?”
Gadis: “Tidak, malah Hapeku semakin terlihat cantik”.

Sang ayah menatap anak perempuannya kesayangannya dengan senyum penuh sayang. Kemudian sang ayah berucap;

“Anakku, kamu tahu ayah sangat menyayangimu. Kamu membayar 7 juta untuk membeli hape favoritmu dan 300 ribu untuk perlindungannya. Dan Ayah sudah membayar dengan segenap hidup ayah untuk memilikimu, apalah artinya kalau kau tidak mengcover dirimu dengan hijab untuk perlindunganmu. Handphone ini tidak akan dipertanyakan di akhirat ini, tapi anakku, kau dan ayah akan dipertanyakan tentang perlindunganmu.”

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Suatu sore, ditahun 1525. Penjara tempat tahanan orang-orang di situ terasa hening mencengkam. Jendral Adolf Roberto, pemimpin penjara yang terkenal bengis tengah memeriksa setiap kamar tahanan. Setiap sipir penjara membungkukkan badannya rendah-rendah ketika 'algojo penjara' itu berlalu di hadapan mereka. Karena kalau tidak, sepatu 'jenggel' milik tuan Roberto yang fanatik itu akan mendarat di wajah mereka.

Menerima Nasihat Orang Gila

Posted by zen | 22.15 Categories:
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Ibnu Habib menuturkan bahwa seorang lelaki bersumpah tidak akan menikah setelah meminta pendapat kepada seratus orang dikarenakan ia telah menerima perlakuan buruk dari beberapa perempuan. Setelah ia meminta pendapat kepada 99 orang, masih ada satu orang lagi yang harus ia mintai pendapatnya. la pun berniat bertanya kepada siapa pun yang ia temui pertama kali di jalan.

Pramugari Dan Kakek Tua

Posted by zen | 21.34 Categories:
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Saya adalah seorang pramugari biasa dari China Airlines. Karena bergabung dengan perusahaan penerbangan hanya beberapa tahun dan tidak mempunyai pengalaman yang mengesankan, setiap harinya hanya melayani penumpang dan melakukan pekerjaan yang monoton.

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Pada zaman Nabi Musa AS, bani Israel ditimpa musim kemarau yang berkepanjangan. Mereka pun berkumpul mendatangi Nabi mereka. Mereka berkata, “Ya Kaliimallah, berdoalah kepada Rabbmu agar Dia menurunkan hujan kepada kami.” Maka berangkatlah Musa AS bersama kaumnya menuju padang pasir yang luas. Waktu itu mereka berjumlah lebih dari 70 ribu orang. Mulailah mereka berdoa dengan keadaan yang lusuh dan kumuh penuh debu, haus dan lapar.
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Abu Hurairah meriwayatkan, ia pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda:
”Manusia pertama yang diadili pada hari kiamat nanti adalah orang yang mati syahid. Orang yang mati syahid didatangkan di hadapan Allah. Kemudian ditunjukkan segala kenikmatan yang telah diberikan kepadanya, dan ia mengakuinya".
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Syaikh Abdul Qadir al-Jailani rahimahullaah pernah menceritakan:
“Saya pernah kepanasan dalam suatu bepergian, hampir-hampir aku mati karena kehausan. Lalu datang awan hitam menaungiku dan angin dingin bertiup kepadaku sehingga ludah di mulutku mencair lagi. Dan saat itu aku mendengar ada suara memanggilku"

“Wahai Abdul Qadir saya adalah tuhanmu”.

Saya katakan kepadanya: “Apakah Engkau Allah yang tiada tuhan selain Dia?”

Lalu suara itu memanggilku untuk kedua kalinya:
“Wahai Abdul Qadir aku adalah tuhanmu, sekarang aku menghalalkan apa yang sudah aku haramkan kepadamu”

Saya katakan kepadanya:
“Kamu berdusta dan sebenarnya kamu adalah setan”.

Seketika itu awan itu pecah berantakan dan saya mendengar dari belakangku ada suara yang memanggilku:
“Wahai Abdul Qadir, kamu selamat dariku karena kefahamanmu terhadap agama dan aku telah berhasil menfitnah tujuh puluh orang dengan cara ini sebelummu.”

Syaikh Abdul Qadir ditanya:
“Bagaimana Anda tahu itu adalah setan?”

Beliau menjawab:
“Tatkala dia mengatakan bahwa dia menghalalkan apa yang diharamkan. Sejak itu saya mengetahuinya, sebab sesudah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak ada orang yang mempunyai hak untuk menghalalkan dan mengharamkan. Dengan demikian Allah telah menyelamatkan dengan ilmu yang bermanfaat.” (Dikutip dari Menelanjangi Setan, hal. 139-140)

Seorang alim (orang yang dalam ilmu agamanya) tidak terpedaya dengan tipu daya setan dan senantiasa menyuruh manusia berbuat baik, padahal setan senantiasa menyuruh berbuat jelek. Setiap setan membuka pintu hawa nafsu untuk manusia dan menghiasi hati mereka dengan syahwat, maka seorang alim yang memahami tipu daya dan jerat setan akan menjelaskannya kepada manusia, menutup segala pintu yang mengarah ke sana sehingga akhirnya setan pun gigit jari dan merugi. Oleh karena itu, kematian seorang alim jauh lebih menyenangkan bagi setan daripada kematian seorang ‘abid yang hanya penuh beribadah ritual saja.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

فَقِيهٌ وَاحِدٌ أَشَدُّ عَلَى الشَّيْطَانِ مِنْ أَلْفِ عَابِدٍ

“Satu orang alim ulama lebih berat bagi syetan daripada seribu ahli ibadah.” (HR. al-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Hal ini bisa direnungkan dalam ayat,

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama” (QS. Fathir: 28).

Ulama ialah orang yang alim berilmu, tandanya paling takut hanya kepada Allah, menguasai ilmu yang mengenal Allah dan Syariat-Nya.

Mengenal Allah selain takut kepada Allah dan tidak takut kepada siapapun kecuali hanya kepada Allah, seperti Nabiyullah Ibrahim, Nabi Musa, Rasulullah SAW yang menyerukan kepada penguasa zalim, pembesar akan kebenaran Syartai Allah, ciri mereka bertawakal, sabar, dan banyak menyebut nama-Nya.

من كان بالله اعرف كان لله اخوف

“Siapa yang paling mengenal Allah, dialah yang paling takut pada Allah.”

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Sesungguhnya yang paling takut pada Allah dengan takut yang sebenarnya adalah para ulama (orang yang berilmu)" (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 6: 308).

Orang yang dipahamkan agama, TANDA dikehendaki kebaikan oleh Allah SWT.

Dari Mu’awiyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّينِ

“Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Termasuk kunci-kunci rizki adalah memberi nafkah kepada orang yang sepenuhnya menuntut ilmu syari’at (agama). Dalil yang menunjukkan hal ini adalah hadits riwayat At-Tirmidzi dan Al-Hakim dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya ia berkata.

“Artinya : Dahulu ada dua orang saudara pada masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Salah seorang daripadanya mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan (saudaranya) yang lain bekerja. Lalu saudaranya yang bekerja itu mengadu kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Mudah-mudahan engkau diberi rizki dengan sebab dia”

Dalam hadits yang mulia ini, Nabi yang mulai Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan kepada orang yang mengadu kepadanya karena kesibukan saudaranya dalam menuntut ilmu agama, sehingga membiarkannya sendirian mencari penghidupan (bekerja), bahwa semestinya ia tidak mengungkit-ngungkit nafkahnya kepada saudaranya, dengan anggapan bahwa rizki itu datang karena dia bekerja. Padahal ia tidak tahu bahwasanya Allah membukakan pintu rizki untuknya karena sebab nafkah yang ia berikan kepada saudaranya yang menuntut ilmu agama secara sepenuhnya.

Al-Mulla Ali Al-Qari menjelaskan sabda nabi Shallallahu ‘alaihi wa salllam.

“Mudah-mudahan engkau diberi rizki dengan sebab dia”

Yang menggunakan shigat majhul (ungkapan kata kerja pasif) itu berkata, “Yakni, aku berharap atau aku takutkan bahwa engkau sebenarnya diberi rizki karena berkahnya. Dan bukan berarti dia diberi rizki karena pekerjaanmu. Oleh sebab itu jangan engkau mengungkit-ungkit pekerjaanmu kepadanya” [Murqatul Mafatih, 9/171]

Al-Alamah Ath-Thaibi berkata : “Makna ‘mudah-mudahan’ dalam sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam ‘ mudah-mudahan engkau’, bisa kembali kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sehingga berfungsi untuk memberikan kepastian (bahwa dia mendapatkan rizki karena berkah saudaranya) dan menegur (bahwa dia mendapatkan rizki bukan karena pekerjaannya). Hal itu sebagaimana disebutkan dalam hadits.

“Artinya : Bukankah kalian diberi rizki karena sebab orang-orang lemah di antara kalian ?”

Al-Imam Al-Ghazali berkata :”Ia harus mencari orang yang tepat untuk mendapatkan sedekahnya. Misalnya para ahli ilmu. Sebab hal itu merupakan bantuan baginya untuk (mempelajari) ilmunya. Ilmu adalah jenis ibadah yang paling mulia, jika niatnya benar. Ibnu Al-Mubarak senantiasa mengkhususkan kebaikan (pemberiannya) bagi para ahli ilmu. Ketika dikatakan kepada beliau, “Mengapa tidak engkau berikan kepada orang secara umum?” Beliau menjawab. ‘Sesungguhnya aku tidak mengetahui suatu kedudukan setelah kenabian yang lebih utama daripada kedudukan para ulama. Jika hati para ulama itu sibuk mencari kebutuhan (hidupnya), niscaya ia tidak bisa memberi perhatian sepenuhnya kepada ilmu, serta tidak akan bisa belajar (dengan baik). Karena itu, membuat mereka bisa mempelajari ilmu secara sepenuhnya adalah lebih utama’. [Dinukil dari Tafsir Al-Qasimi, 3/250]

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

40 Hari Menemani Di Kubur

Posted by zen | 22.27 Categories:
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Alkisah seorang Konglomerat telah menulis satu surat wasiat:
"Barang siapa yang dapat menjagaku di dalam kubur setelah Aku mati nanti akan kuwarisi separuh dari harta peninggalanku".

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Ini merupakan sebuah kisah nyata, kisah proses penguburan seorang pejabat di sebuah kota di Jawa Timur. Nama dan alamat sengaja tidak disebutkan untuk menjaga nama baik jenazah dan keluarga yang ditinggalkan.

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Rasulullah SAW memberitahu bahwa berzina akan dibalas oleh Allah ketika penzina masih hidup didunia. Rasulullah SAW bersabda: "Dua (2) kejahatan akan dibalas oleh Allah ketika di dunia : zina dan durhaka kepada ibu bapak. (HR Thobaroni)

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


  • SIAPAKAH HARUTH DAN MARUTH?
Mereka adalah dua orang dari jenis dan bangsa Malaikat. Sepertinya asal usul dan riwayat perjalanan kehidupan mereka telah melalui kurun masa dan perjalanan lorong waktu yang sangat panjang. Usianya telah melampaui milyaran,atau bahkan bilyunan tahun yakni diperkirakan lahir (baca: diciptakan) sejak Tuhan menciptakan “Nur Muhammad” kemudian tercipta “Arsy”, kemudian pada moment lainnya berikutnya, barulah Tuhan menciptakan keberadaan Malaikat.

(*bukankah tidak ada kematian bagi makhluk bernama Malaikat sehingga sampai datangnya kiamat nanti?)

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُؤَجَّلًا
“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya…..” (**ini untuk Malaikat)
(QS.3. Ali ‘Imran : 145)

Juga silahkan renungi ayat ini (QS.39 Az Zumar : 68)

Setiap segala sesuatu yang diciptakan oleh Tuhan tentu ada permulaannya, seperti dahulu langit dan bumi belum ada kemudian Tuhan berkehendak mengadakan. Maka dahulu langit dan bumi awalnya masih dalam bentuk terpadu (menjadi satu) juga sebelum manusia yang sekarang ini telah mencapai jumlah milyaran itu. Maka awalnya Tuhan menciptakan Adam terlebih dahulu.

“……  أَنَّٱلسَّمَـٰوَتِوَوَٱ لْأَرۡ ضَ ڪَنَتَ ….”
(QS. 21. Al Anbiyaa’:30)

Demikian pula diperkirakan Haruth dan Maruth ini lahir(baca: tercipta) sejak Tuhan menciptakan Arsiy milyaran tahun lalu,dimana ketika terjadi peristiwa bahwa Allah Ta’ala menciptakan Malaikat pada saat itu ditujukan untuk sebuah misi tugas yakni; "Memanggul Arsy" dan mengitarinya sambil bertasbih, mengelilingi “Nur Muhammad” selama 70.000 tahun.

وَالْمَلَكُ عَلَىٰ أَرْجَائِهَا ۚ وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَئِذٍ ثَمَانِيَةٌ
“Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka”.
(QS.69. Al Haaqqah:17)

Tentu secara realistis, bahwa saat itu Allah Ta’ala belumlah menciptakan Malaikat dalam jumlah yang banyak karena disesuaikan dengan kebutuhan dikala itu yakni dengan delapan Malaikat yang dipimpin oleh Haruth dan Maruth ini guna menjunjung tinggi Singgasana Arsiy keagungan-Nya. Maka kemudian dalam waktu berikutnya terciptalah Malaikat-malaikat lainnya sebagai “Abdi-Nya” yang langsung larut tenggelam dalam gemuruh menggemakan nada-nada tasbih yang penuh khidmat, mengelilingi Arsiy tersebut bersama-sama.

Dan demikianlah Allah Ta’ala menambah terus penciptaan Malaikat seiring dengan kehendak dan kekuasaan-Nya mengadakan ciptaan-ciptaan makhluk dan kehidupan serta alam semesta dan Allah Ta’ala mengadakan Malaikat-Nya dengan maksud menjadikan sebagai “abdi”, melakukan ibadah, mengabdi kepada-Nya dengan pengabdian yang sangat taat tunduk tanpa reserve serta mengemban tugas-tugas kekuasaan-Nya.

إِنَّ الَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيُسَبِّحُونَهُ وَلَهُ يَسْجُدُونَ
“Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya-lah mereka bersujud“.
(QS.7. Al A’raaf:206)
(QS.66. At Tahrim:6)

Dedikasi Haruth dan Maruth selama milyaran tahun beribadah dan mempersembahkan pengabdian-pengabdian kepada-Nya dengan tulus itu tak diragukan lagi ketaatannya, sehingga mereka mencapai posisi derajat paling tinggi Maqamnya yakni mencapai derajat “AL-MUQARRABIN” (Yang didekatkan kepada Tuhan) dan selalu menjadi pemimpin diantara golongan bangsa Malaikat sepanjang masa.

Hingga sampailah pada suatu masa dimana Allah Ta’ala menciptakan bangsa Jin dalam maksud sebagai “khalifah di muka bumi” pada suatu masa. Dan Haruth Maruth pun begitu taat ketika diberi tugas mengemban misi memusnahkan sisa laskar jin-jin yang kafir dimuka bumi waktu itu. Dan hingga sampai pada suatu datangnya ketetapan dari Rabb nya bahwa pimpinan kemalaikatannya diambil alih tugaskan kepada bangsa Jin yang telah mencapai derajat “AL-MUQARRABIN” pada suatu masa itu. Maka mereka pun tetap tak membantah dan mematuhi dengan penuh ketaatan.

(***Walaupun nasib Jin yang mendapat kesempatan kehormatan menjadi pemimpin para Malaikat ini pada akhirnya tak berlangsung lama,karena dari golongan mereka akhirnya tanggal derajatnya karena membangkang perintah Tuhannya hingga dikutuk menjadi iblis.)

Silahkan baca riwayatnya di link ini: ©SOURCE

Maka sampailah pada sejarah dimulainya episode perjalanan kehidupannya Haruth Maruth berikutnya yang akan membuat perubahan drastis atas nasib mereka berdua.


  • BENAK DALAM HARUTH DAN MARUTH.


Haruth dan Maruth berkeinginan menjadi manusia. Setelah Jin-jin yang durhaka itu diusir dari surga-Nya ke bumi dan Adam diarak para Malaikat dengan upacara penuh kemewahan serta dihiasi mahkota-mahkota kemuliaan-Nya. Adam kemudian disemayamkan di kerajaan surga-Nya. Maka saat itulah dalam benak Haruth dan Maruth begitu digelayuti pikiran-pikiran yang akhirnya memuara pada sebuah tanda Tanya besar .
“Ya Allah Ya Rabbi, betapa Engkau telah mengucapkan perkataan penuh rahasia yakni: Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. Betapa Engkau begitu memuliakan Adam, makhluk ciptaan-Mu yang hanya berasal dari tanah namun mendapat kehormatan menjadi khalifah di muka bumi. Dimanakah letak hikmah-Mu Ya Rabb?”
“Sedangkan bangsa Jin yang telah Engkau ciptakan dari unsur yang kuat saja (api), gagal menjadi khalifah dimuka bumi apalagi manusia yang lemah dan juga suka menumpahkan darah serta berbuat kerusakan dimuka bumi”.

Beribu-ribu tahun Haruth dan Maruth menyimpan pertanyaan itu namun bukannya Tuhan tak mengetahui, bukannya Tuhan tak mendengar. Hingga sampailah pada suatu zaman.

Ya, suatu zaman ketika Tuhan menghantarkan Haruth dan Maruth beserta para Malaikat yang lainnya menunjukkan sebuah kisah syahdu dari lakon para hamba-Nya, manusia yang mukhlis, hanif serta berserah diri dengan kuat kepada Tuhannya, yakni pada kisah:


  • Nabi Ibrahim (Abraham / Brahman) yang ikhlas, berserah diri ketika mendapat perintah untuk menyembelih anaknya. ©SOURCE


Pada saat itulah di alam keagungan-Nya. Tuhan memanggil Haruth dan Maruth serta para Malaikat lainnya untuk berkumpul menyaksikan peristiwa dari kisah anak manusia. Ibrahim yang dengan tunduk patuh menerima perintah Tuhannya untuk menyembelih Ismail putranya dan ditambah lagi sang putera pun dengan rela, ikhlas berpasrah diri menerima perintah Tuhannya untuk dijadikan qurban.

Maka, ketika di bumi terjadi detik-detik peristiwa penyembelihan Ismail putra Ibrahim itu. Maka pada saat itu Tuhan mengadakan siaran langsung yang disaksikan oleh para Malaikat-Nya. Di alam langit keagungan-Nya, dimana Sang Rabb Tuhan Yang Maha Perkasapun pada saat itu menjadikan moment yang menggetarkan qalbu ini ,menjadikannya sebagai pengajaran akan suatu ilmu hikmah kepada Haruth Maruth dan Malaikat lainnya. Yang selanjutnya Allah Ta’ala berucap:

“Haruth, Maruth! Saksikanlah! Lihatlah oleh kalian, betapa dari makhluk ciptaan-Ku dari jenis manusia yang membuat kalian bertanda Tanya itu,telah mampu menandingi kepatuhan, ketaatan seperti yang kalian persembahkan kepada-Ku. Betapa lebih beratnya beban perasaan manusia dibanding kalian yang tidak memiliki nafsu ego namun dari mereka terbukti ada. Terbukti mampu, bayangkan seandainya kalian memiliki anak yang paling kalian cintai tetapi kemudian mereka patuh dan rela terpisah karena harus diqorbankun untuk-Ku”.

Inilah rahasia (hikmah) dari perkataan-Ku,

“……..قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ….”
“Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
(QS.2. Al Baqarah:30)

Maka seketika itu terbelalaklah Haruth Maruth dan Malaikat lainnya sambil mengucapkan :
“Subhanalloh walhamdulillahi walaa ilaa hailallohu Allohu Akbar…”

(Maha Suci Tuhan dan segala puji bagi-Mu dan tiada Tuhan melainkan hanya Engkau, dzat Yang Maha Besar)


  • Maka pada zaman ribuan tahun berikutnya, Allah Ta’ala mempersembahkan kembali sebuah kisah pilu dari hamba-Nya yang hanif yang ikhlas berserah diri yakni pada riwayat Nabi Ayyub yang diberi cobaan berat. ©SOURCE

Dan beberapa ribu tahun kemudian. Setelah kisah Haruth dan Maruth, kembali Tuhan sang penguasa alam menghadirkan pertunjukan fantastic kepada para Malaikat-Nya. Yakni sebuah episode dahsyat yg dipersembahkan oleh Sang Kekasih-Nya yakni Muhammad SAW yang menunjukkan kembali kisah seorang hamba manusia/Abdi-Nya,yg lebih mengharukan lagi dari pertunjukan sebelumnya

Tatkala Muhammad yg sedang berdakwah itu dilempari batu hingga berdarah-darah, dilempari kotoran hewan, diludahi oleh penduduk Thaif namun Beliau tetap sabar dan berlalu dengan tenang dan tak membalas. Justru Malaikat Jibril yg sangat murka hingga ia mengangkat gunung batu Jabal Uhud yg berbobot jutaan tons tersebut siap ditimpakan pada penduduk Thaif kala itu. Namun apa tanggapan Nabi Muhammad SAW?

Beliau mencegah niat Jibril dan berkata :

“Ya Jibril! Jangan! Jangan kau lakukan itu!”
“Kasihanilah mereka, sesungguhnya mereka adalah kaum yg tidak mengerti…”
“Jika saat ini mereka enggan beriman,maka mudah-mudahan nanti dari anak keturunan mereka ada yg beriman..”

Jibril pun lemas. Malaikat di langit tinggipun berdecak kagum dan leleh teteskan airmata keharuan, Maka, 1400 tahun kemudian lihatlah, saksikanlah dari generasi mereka yg dulu moyangnya berbuat zalim terhadap Muhammad SAW. Kini mereka anak keturunannya telah beriman semua bahkan kini menjadi pembela Islam yang siap mengorbankan nyawa untuk dipersembahkan kepada Tuhan-Nya. Pada kemuliaan Muhamma, pada bendera Islam.

(****Menurut riwayat silsilah,bani Thaif dulu exodus ke Palestina, yang kini mereka hidup siap mati melawan Zionis dan kini mereka berjuang menegakkan bendera Muhammad)

Maka, bayangkan jika Muhammad kala itu mengijinkan Jibril menimbunkan gunung Uhud itu pada penduduk Thaif. Dalam hitungan detik tanpa teriakan mereka semua binasa dan entah takdir kehidupan di masa depan/sekarang, mungkin akan lain ceritanya karena jika Jibril jadi “membumikan” Thaif. Maka dari sejak dulu hingga kini tak ada Ka’bah, tak ada Mekah Al-Mukarramah, tak ada gempita Haji mengelilingi Ka’bah dan tak ada kemuliaan Islam.

(*****Zona Thaif dengan Ka’bah tak jauh hanya itungan kilometer sedangkan volume gunung Uhud jika di ratakan. Maka area Mekah/Ka’bah tertimbun).


  • KEINGINAN HARUTH DAN MARUTH MENJADI MANUSIA DIKABULKAN.

Maka pada moment berikutnya, timbulah keinginan Malaikat untuk menajdi manusia dalam rangka untuk lebih khidmat lagi mempersembahkan bakti ketaatan dan keikhlasan kepada Allah Ta’ala. Para Malaikat ingin seperti Ibrahim yang notabene hanya manusia tapi mampu mencapai derajat melebihi Malaikat.
Lalu Malaikat pun mengajukan permohonan kepada Rabb, Tuhan Semesta Alam:

“Ya,Allah Ya Tuhanku,perkenankan kami untuk diberi kesempatan menjadi manusia”.

Allah SWT berfirman:
“Sungguh jika kalian menjadi manusia niscaya kalian akan melakukan sebagaimana yang mereka lakukan juga”. (******Berbuat dosa dan kerusakan dimuka bumi.)

Para Malaikat menjawab: “Maha Suci Engkau wahai Tuhan, takkan mungkin kami mendurhakai-Mu”.

Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak engkau ketahui.”

Kemudian Malaikat menjawab: “Kami adalah lebih patuh kepada Engkau dibanding anak keturunan Adam.”

Kepada malaikat, Allah berfirman: “Panggillah ke mari dua malaikat. Aku akan turunkan mereka ke bumi hingga kalian dapat melihat apa yang dilakukan kedua malaikat itu”.

Allah berfirman kepada malaikat, “Pilihlah dua diantaramu yang termulia”.

Malaikat menjawab: “Tuhanku, biarlah Haruth dan Maruth yang melakukannya.”

Maka Harut dan Marut pun diturunkan ke bumi dan dengan diberi sifat-sifat yang sama seperti yang melekat pada manusia (Nafsu, syahwat, akal dll).
(Diriwayatkan oleh Abi Hatim dari Assham Bin Rawwad, dari Adam, dari Abi Ja’far, dari Qais Ubaid, dari Ibnu Abbas r.a).


  • SAAT HARUTH DAN MARUTH DI BUMI


Babylonia 2000-1900 BC/Sebelum Masehi :

Harut dan Marut diturunkan di negeri Babylonia, Jazirah Mezopotamia semasa akhir kerajaan Sulaiman.(sekitar 3900-3700 lalu). Berdasarkan sejarah, dinasti pertama dari Babylon didirikan oleh Hammurabi pada masa Neo-Babylonian setelah kehancuran imperium Assyrian.dan setelah zaman Nabi Sulaiman.Babylon menjadi salah satu kota terpenting pada zaman Timur Tengah kuno ketika Hammurabi 1792-1750 BC atau Before Crist/sebelum Masehi, menjadikannya ibukota kerajaan Babylonia.

Demikianlah Allah menunjukkan kebijaksanaannya, menjadikan Haruth dan Maruth berubah menjadi manusia dan menurunkannya ke bumi dengan dibekali hawa nafsu. Mereka turun ke bumi dengan membawa tugas yaitu mengajarkan manusia logika ilmu sihir yang tujuannya adalah untuk melawan ilmu-ilmu sihir setan. Sekaligus mengajarkan manusia kebaikan.

“Mereka (para setan) mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan:

“Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir.” Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya”.
(QS. Al Baqarah:102)

Dan dimulailah misi mereka mengajarkan orang-orang di kerajaan Babilon beberapa logika ilmu sihir dan cara melawan ilmu sihir setan. Singkat cerita, setelah kedatangan Harut dan Marut maka terjadilah gerakan perlawanan rakyat terhadap para ahli sihir setan. Akhirnya para ahli sihir setan pun berhasil di kalahkan dan tersingkir dari Babilon. Penguasa kerajaan Babilon kemudian mengumumkan larangan keras bagi warganya untuk mempelajari ilmu-ilmu sihir.

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib ra: kedua malaikat itu mengajarkan kepada manusia tentang peringatan terhadap sihir bukan mengajarkan untuk mengajak mereka melakukan sihir. (al Jami li Ahkamil Qur’an juz II hal 472).

Akhirnya, sebagai penghargaan terhadap Harut dan Marut yang telah dianggap oleh rakyat sebagai guru besar. Penguasa kerajaan Babilon memberikan mereka kedudukan tinggi sebagai penasihat kerajaan sekaligus sebagai hakim agung. Mereka hidup dalam kemewahan dengan harta yang berlimpah.

Namun demikianlah, ternyata kedudukan tinggi dan bergelimang harta itu perlahan mulai membuat hawa nafsu Haruth dan Maruth menjadi tak terkendali. Mereka akhirnya mabuk dalam kenikmatan duniawi dan melupakan tugas-tugas mereka sebagai manusia. Dan mulailah Haruth Maruth terlilit benang-benang petaka setan yang tentu akan membuat nasib kehidupannya menjadi penuh dengan tragedy dan nestapa.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra:
Dengan kehendak Allah, lalu datang seorang wanita yang cantik bagai bunga (Zahrah/Azzura). Azzura adalah puteri mahkota ketajaan dan iapun mulai memasuki kehidupan kedua malaikat itu. Kedua malaikat itu tertarik dengan kecantikan Azzura hingga syetan membisikkan godaan keinginan (hasrat) terhadapnya namun iman kedua Malaikat yang telah menjadi manusia itu masih kuat mempertahankan.

Suatu hari Azzura berkata: “Maukah kamu mengucapkan kalimat mantera, aku hendak mengguna-guna seseorang?”

Haruth dan Maruth menjawab, “Tidak, demi Allah, sedikit pun kami tidak mau mempersekutukan Allah untuk selama-lamanya!”

Azzura meninggalkan mereka berdua.Pada hari yang lain, Azzura kembali lagi dengan permintaan bantuan untuk menjadi pembunuh bayaran. Sambil mendekati kedua malaikat itu Azzura terus merayu dan berkata, “Bersediakah!”.

Kedua malaikat itu menjawab, “Tentu saja tidak, demi Allah selamanya aku tidak akan berbuat membunuh!”

Suatu ketika Azzura mengajukan perkara ke pengadilan kerajaan. Sang Raja memerintahkan Haruth Maruth berlaku sebagai hakimnya. Azzura selalu mendatangi kediaman Haruth Maruth untuk membujuk agar mereka memenangkan perkaranya. Dan dilain hari Azzura datang sambil membawa segelas arak. Setelah merayu mereka, akhirnya Azzura berkata, “Aku tidak akan mengenalmu lagi jika kalian tidak berada dipihakku”. Sebelum kemudian Azzura menawarkan secawan arak kepada mereka.

Akhirnya kedua malaikat itu lalai dan tergoda oleh kemolekan Azzura kemudian karena tak ingin mengecewakan Azzura. Haruth Maruth pun tenggelam dalam mabuk dan kemudian merekapun melakukan perbuatan terlarang,mereka memperkosa Azzura, kemudian dalam kepanikan akibat pengaruh minuman keras itu,mereka akhirnya malah semakin lepas kontrol dan akhirnya membunuh Azzura untuk menutupi jejak dosa mereka.

Maka jatuhlah mereka ke dalam nista yang tak pernah mereka sangka-sangka. Raja sangat berang yang akhirnya menjatuhkan hukuman mati atas Haruth dan Maruth diatas tiang gantungan,kemudian jasadnya dibuang ke laut.


  • HARUTH DAN MARUTH GAGAL MENCAPAI DERAJAT SEBAGAI MANUSIA :


Setelah mereka dibuang ke lautan, datanglah Malaikat Jibril dari langit memberitahu Haruth dan Maruth bahwa masa tugas mereka telah berakhir. Dan mereka diperintahkan kembali ke langit untuk melapor. Betapa kagetnya Harut dan Marut karena saat itu juga ingatan mereka sebagai malaikat telah kembali.

Diriwayatkan oleh Makhul, dari Mu’adz:
Maka datanglah dari sisi Allah malaikat Jibril kepada mereka. Pada saat Jibril datang, Harut dan Marut menangis dan Jibril ikut menangis sambil berkata:

“Sesungguhnya cobaan apakah yang membuat kalian sampai hanyut seperti ini?”

Dengan ketakutan yang dahsyat, Harut dan Marut dihantarkan kembali ke langit menghadap Allah untuk menjalani pemeriksaan dan sidang pengadilan dari Tuhannya. Maka disaksikan seluruh malaikat, diputarlah kembali rekaman riwayat laku perbuatan Haruth dan Maruth selama menjalani kehidupan sebagai manusia, dengan status gagal yang berakhir dengan memilkul dosa besar.

Saat itu juga seluruh malaikat bertasbih dan beristighfar kepada Allah. Karena mereka menyadari betapa tidak mudahnya menjadi manusia. Dan betapa masih ada manusia-manusia baik yang tidak layak diazab.
Akhirnya Allah menutup sidang itu dengan menawarkan pada Harut dan Marut dua pilihan:

Ingin di azab di dunia atau ingin di azab di akhirat. Harut dan Marut yang mengetahui betapa dahsyatnya azab akhirat tentu saja langsung memilih di azab di dunia.

Dan menurut berbagai kisah, Harut dan Marut hingga kini masih tergantung ditengah samudera dengan keadaan kaki di atas dan kepala di bawah,maka semua bocoran asap karbondioksida yang ada didunia ini mengalir terhirup ke pernafasan Haruth dan Maruth.

Kesimpulan :
Bahwa ternyata sebuah rahasia besar mengapa dari bangsa Malaikat berkeinginan menjadi manusia,ternyata berawal dari betapa Tuhan sangat memuliakan bangsa manusia yang mau taat dan beriman menyembah Tuhannya dengan ikhlas sehingga para Malaikat merasa bahwa satu sisi kebanyakan makhluk manusia itu ingkar dan selalu berbuat kerusakan dimuka bumi,namun tanda tanya Malaikat semakin besar ketika Tuhan berfirman  :

“……..قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَالَاتَعْلَمُونَ….”
“Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

2-Berarti di bumi ini masih tinggal dua orang Malaikat yang tengah menjalani masa hukuman hingga hari kiamat.

3-Haruth dan Maruth gagal mencapai derajat sebagai manusia,maka berarti makna “manusia” adalah hamba Allah yang taat / taqwa, beribadah, mengabdi pada Tuhannya. Nah jika ada manusia yang tak mau beribadah kepada Tuhannya,hidup hanya untuk makan, buang kotoran, mengumbar nafsu senang-senang saja, apalagi berbuat kejahatan. Maka layakah menyandang gelar sebagai manusia?

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

©SOURCE:
©SOURCE 1 | ©SOURCE 2 | ©SOURCE 3 | ©SOURCE 4 | Haruth Wa Maruth karya K.H.M.Syamsuddin-Kranggan-Jateng | Al-Qur’an terjemah DEPAG RI

Rahasia Umur

Posted by zen | 22.47 Categories:
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Lucu, tapi maknanya dalam sekali. Dulu ketika Tuhan menciptakan sapi, monyet, anjing dan manusia, Tuhan berkata:

"Hari ini aku ciptakan kau sebagai sapi. Engkau harus pergi ke padang rumput, bekerja di bawah terik matahari sepanjang hari. Aku tetapkan umurmu sekitar 50 tahun."
Si sapi keberatan:
"Kehidupanku akan sangat berat selama 50 tahun, kiranya 20 tahun cukuplah untukku, ku kembalikan kepadamu yang 30 tahun". Maka setujulah Tuhan.

Di hari ke-2. Tuhan menciptakan monyet.
"Hai monyet, hiburlah manusia, aku berikan kau umur 20 tahun".
Si monyet keberatan:
"Menghibur manusia dan membuat mereka tertawa? 10 tahun cukuplah untukku, ku kembalikan 10 tahun kepadamu". Maka setujulah Tuhan.

Di hari ke-3. Tuhan menciptakan anjing.
"Apa yang harus kau lakukan adalah menjaga pintu rumah majikanmu. Setiap orang yang mendekat kau harus menggonggonginya. Untuk itu ku berikan umurmu 20 tahun".
Si anjing keberatan: "Menjaga pintu sepanjang hari selama 20 tahun? Cukuplah 10 tahun untukku, ku kembalikan lagi yang 10 tahun kepadamu". Maka setujulah Tuhan.

Di hari ke-4. Tuhan menciptakan manusia, Tuhan berkata kepada manusia: "Tugasmu adalah makan, tidur, dan bersenang-senang. Inilah kehidupan, kau akan menikmatinya dan ku beri engkau umur 25 tahun".
Si manusia keberatan, katanya:
"Menikmati hidup selama 25 tahun? Itu terlalu singkat Tuhan, karena sapi mengembalikan 30 tahun umurnya, lalu anjing mengembalikan 10 tahun, dan monyet mengembalikan 10 tahun, maka berikanlah semuanya itu padaku. Semua itu akan menambah masa hidupku menjadi 75 tahun, setuju?". Maka setujulah Tuhan.

Akibatnya:
Pada 25 tahun pertama kehidupan sebagai manusia kita makan, tidur, dan bersenang-senang. Pada 30 tahun berikutnya menjalankan kehidupan layaknya seekor sapi, kita harus bekerja keras sepanjang hari untuk menopang keluarga kita. Pada 10 tahun kemudian kita membuat cucu kita tertawa dengan berperan sebagai monyet yang menghibur. Pada 10 tahun terakhir kita tinggal di rumah. Duduk (di kursi roda) depan pintu dan menggonggong (batuk) di depan orang yang lewat, uhuk... uhuk...

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ceritanya gini kata guru ustad saya. Pada waktu Maghrib Pak ustad bertanya pada seorang wanita Sebut saja si X.

Ustad: “Apa kamu gak sholat maghrib?”
X: “Saya lagi halangan pak jadi saya gak bisa sholat"
Ustad: “Oh terus kenapa kamu ke masjid dan berpakaian yang begini kan gak boleh ?!”
X: “Saya hanya mengantar teman saya yang sok alim itu, pak”
Ustad: “Loh kok sok alim?!”
X: “Iya dia itu selalu sholat pada waktunya.”
Ustad: “Kok sok alim, itu baguskan ?!”
X: “Tauh lah Pak, terserah pak Ustad"
Ustad: “Astaghfirullah hal Adzim. Mending kamu pulang saja gak enak di lihat baju kamu yang kayak gini”

Setelah kejadian itu waktu dia. Haid beneran itu tidak selesai-selesai, kata ibunya:

Ibu X: “Si X anak saya itu kenapa ya pak ustad? Haidnya 3 bulan belum selesai-selesai?”
Ustad: “Apa dia haidnya mulai Februari?”
Ibu X: “Gak pak, dia haidnya mulai September”
Ustad: “Coba ibu Bawa dia ke dokter”

Dan akhirnya si X di rawat di rumah sakit dan 5 hari kemudian dia menemui ajal nya. Astaghfirullah, jadi jangan sekali-kali berbohong, mungkin itu azab dari yang maha kuasa.

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube