Share Me!

>
Tampilkan postingan dengan label Tips Islami_Beragama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Islami_Beragama. Tampilkan semua postingan
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


SRIPOKU.COM - Iblis telah berjanji bahwa ia akan menyesatkan manusia hingga akhir zaman nanti. Iblis adalah makluk Allah yang terlaknat, ia telah dikutuk oleh Allah hingga hari pembalasan nanti karena ia mengingkari perintah Allah.

Iblis meminta kepada Allah agar ia diizinkan untuk menggoda manusia dan menyesatkan manusia dari jalan yang lurus. Sehingga nanti diakhirat ia memiliki teman untuk ditempatkan didalam neraka.
Di hari akhirat kelak, iblis akan berkhutbah kepada para pengikutnya. Bahkan khutbah iblis ini adalah khutbah yang paling menyentuh hati. Tidak ada khutbah yang menyentuh hati sebagaimana khutbah Iblis ini.

Lantas, bagaimana khutbah iblis di hari hari pembalasan nanti di depan para pengikutnya? Allah telah menunjukkannya kepada kita di dalam Alquran.

Ustadz Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja, seprti dilansir firanda.com mengatakan, Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata :

"Tatkala hari kiamat Iblis berdiri di atas sebuah mimbar dari api lalu berkhutbah seraya berkata, "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya…" (Tafsiir At-Thobari 16/563)

Al-Haafizh Ibnu Katsiir rahimahullah berkata :

"Allah mengabarkan tentang khutbah yang disampaikan oleh Iblis kepada para pengikutnya, yaitu setelah Allah memutuskan/menghisab para hambaNya, lalu Allah memasukan kaum mukminin ke surga, dan Allah menempatkan orang-orang kafir ke dalam neraka jahannam. Maka Iblis pun tatkala itu berdiri dan berkhutbah kepada para pengikutnya agar semakin menambah kesedihan di atas kesedihan mereka, kerugian di atas kerugian, serta penyesalan di atas penyesalan…." (Tafsiir Al-Qur'an Al-'Adziim 4/489)

Khutbah tersebut disampaikan oleh Iblis kepada para pengikutnya pada saat yang sangat menegangkan. Tatkala mereka pertama kali dimasukkan ke dalam neraka jahannam. Tatkala mereka telah melihat api yang menyala-nyala yang siap membakar mereka…!!!

Khutbah tersebut…
Benar-benar masuk ke dalam hati para pengikut Iblis…,
Khutbah yang mengalirkan air mata mereka…
khutbah yang benar-benar telah menyadarkan mereka akan kesalahan-kesalahan mereka…
Khutbah yang menyadarkan mereka bahwasanya selama ini mereka hanya terpedaya oleh sang pemimpin…sang khotiib…Iblis la’natullah 'alaihi

Allah menyebutkan khutbah Iblis yang sangat menyentuh tersebut:
"Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepada kalian tetapi aku menyalahinya.

Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadap kalian, melainkan (sekedar) aku menyeru kalian lalu kalian mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kalian mencerca aku akan tetapi cercalah diri kalian sendiri.

Aku sekali-kali tidak dapat menolong kalian dan kalian pun sekali-kali tidak dapat menolongku.
Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatan kalian yang mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih".
Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka" (QS Ibrahim : 22-23)

Demikianlah khutbah Iblis tersebut, setelah ia menggoda manusia, setelah menipu mereka, setelah menjerumuskan mereka dalam neraka.

Setelah tercapai cita-citanya, lalu Iblis pun berlepas diri dari para pengikutnya. Ia sama sekali tidak mau bertanggung jawab atas godaan-godaannya.

Bahkan ia sama sekali tidak mau disalahkan dan dicela, akan tetapi ia menyuruh mereka (para pengikutnya) untuk mencela diri mereka sendiri.

Bahkan ia mengaku sejak dulu kufur/ingkar terhadap kesyirikan yang dilakukan oleh pengikutnya.
Yang lebih menjadikan para pengikutnya tersentuh, Iblis menutup khutbahnya dengan menyatakan bahwa:

"Sesungguhnya orang-orang zalim mendapatkan siksaan yang pedih" Lalu Iblis menyebutkan tentang kenikmatan penduduk surga, yaitu orang-orang yang tidak mau menjadi pengikut Iblis…!!!
Sungguh kehinaan dan kesedihan yang tidak bisa terbayangkan dalam hati para penghuni neraka tatkala mendengar khutbah dari sang pemimpin…

Beruntunglah bagi yang membaca Alquran, karena didalamnya Allah telah memberitahu kita tentang apa yang akan iblis katakan di akhirat nanti.

Oleh sebab itu, marilah kita mendekatkan diri kepada Allah agar kita tidak terjebak dalam tipu daya iblis dan semoga Allah selalu melindungi kita dari hasutan iblis.

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Amalan yang pahalanya akan terus mengalir hingga hari kiamat mungkin merupakan salah satu hal yang sebaiknya dicari setiap orang yang hidup di dunia ini. Hal ini dikarenakan setiap manusia akan mati, dan ketika mereka sudah mati maka tidak ada lagi kebaikan yang bisa mereka perbuat untuk terus menuai pahala untuk hari penimbangan di akhirat nanti. Karena itulah, jenis-jenis amalan ini ada baiknya kita lakukan agar kita bisa terus mendapatkan pahala. Kali ini kita akan sama-sama membahas tentang apa saja yang membuat kita tidak berhenti mendapat pahala meskipun sudah di alam yang berbeda.

Jika kita berbicara tentang amalan yang terus berlanjut hingga hari kiamat, maka kita tidak boleh lupa untuk mengutip sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim. Pada hadits tersebut diceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa manusia yang meninggal maka akan putus semua pahala yang pernah ia perbuat tapi tidak dengan 3 hal. Hal-hal yang tidak bisa putus itu adalah amal jariah, doa dari anak-anak yang shaleh, serta ilmu yang berguna untuk masyarakat atau untuk anggota keluarga serta teman-teman yang ia tinggalkan ketika ia masih hidup.

Lewat hadits tersebut, diketahui bahwa ketika seseorang meninggal, putusnya pahala kebaikan dari orang itu juga terjadi tanpa pandang bulu siapa pangkat dia ketika masih hidup atau apa yang ia lakukan semasa hidupnya. Meski begitu, ternyata Allah SWT memberikan seseorang kesempatan untuk berbuat sesuatu yang akan membuatnya terus mendapatkan pahala bahkan setelah ia menjadi satu dengan tanah. Apa yang akan memberinya pahala di alam kubur bukan lagi apa yang yang akan ia perbuat mengingat ia tidak lagi bisa berbuat apa-apa, melainkan perbuatan yang pernah ia lakukan.

Salah satu dari amalan yang pahalanya akan terus mengalir hingga hari kiamat adalah amal jariyah. Hal ini disebabkan karena ketika kita menyisihkan uang untuk beramal jariyah, maka kita bisa membantu orang-orang yang kesusahan. Atau jika kita menggunakannya untuk berinfaq di sebuah masjid maka kita akan terus diingat sebagai orang yang membantu penegakan agama Allah di muka bumi, serta membantu orang lain untuk mendapatkan akses lebih mudah ke tempat beribadah.

Dari hadits yang disebutkan tadi, amal jariyah hanyalah satu dari tiga yang bisa terus-terusan memberi kita pahala bahkan di dunia yang berbeda. Sisanya adalah doa dari orang-orang yang shaleh dan ilmu yang bermanfaat. Demi mendapatkan amalan tanpa putus dari ketiga hal tersebut, maka kita bisa terus selalu melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi kondisi sekitar kita, bagi masyarakat yang hidup bersama kita. Contohnya adalah sebagai berikut:

  1. Mengajarkan ilmu-ilmu yang bisa digunakan oleh masyarakat
  2. Menanam pohon yang bisa memberi makan orang banyak, seperti misalnya buah yang boleh dipetik sesuka hati
  3. Membuat sumber mata air, agar orang-orang yang tinggal di sekitar kita tidak akan kehausan atau kesulitan mencari sumber air bersih.
  4. Membuat sistem irigasi sawah agar orang-orang lebih mudah bercocok tanam
  5. Membela tanah air

Bisa dilihat dari contoh-contoh yang tertulis di atas, bahwa sesungguhnya yang bisa membuat kita mendapat pahala terus menerus adalah dengan membantu orang lain, karena kita bisa didoakan dan terhitung sebagai amalan yang pahalanya akan terus mengalir hingga hari kiamat.

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Selepas membeli kayu bakar, orang ini kemudian di rumahnya memilih kayu kayu tersebut. Tak terduga, dia mendapati sebuah kayu yang agak aneh, kayu tersebut dibungkus plastik dengan rapi, setelah dibuka ternyata kayu tersebut dipenuhi dengan paku paku dengan pola pakuan yang aneh. Melihat ada yang ganjil, dia pun pergi membawa kayu tersebut ke seorang Syaikh.

Syaikh berkata: "kayu ini adalah tumbal sihir, diperuntukkan atas satu keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan beberapa orang anak, selama paku ini masih menancap, satu keluarga tersebut tengah dalam keadaan sakit, dan hanya Allah yang mengetahui jenis sakitnya .." Lalu Syaikh itu berkata kembali: "Alhamdulillah kamu belum membakar kayu ini, jika itu kamu lakukan, nescaya satu keluarga tersebut akan Mati semua". Berikut cara rawatan sihir sesuai dengan resipi Rasulullah Saw

A. RAWATAN SIHIR

Rawatan sihir boleh dilakukan dengan dua cara:

Pertama, dengan ruqyah yang sesuai syariat

Di antara kaedah yang pernah dipraktikkan dan itu mujarab adalah

1. Mandi dengan air yang telah dicampur daun bidara

Persiapan: Sediakan 7 daun bidara hijau, dan satu baldi air yang cukup untuk mandi.

Caranya:

a. Haluskan daun bidara dengan ditumbuk, dan campurkan ke dalam air yang telah disiapkan.

b. Baca ayat-ayat berikut di dekat air (di luar bilik mandi):

1) Baca ta'awudz: a-'uudzu billahi minas syaithanir rajiim
2) Ayat kursi (QS. Al-Baqarah: 255)
3) QS. Al-A'raf, dari ayat 117 hingga 122
4) QS. Yunus, dari ayat 79 hingga 82
5) QS. Taha, dari ayat 65 hingga 70
6) Surat Al-Kafirun, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas
7) Minumkan air tersebut di atas 3 kali (boleh gunakan gelas kecil)
8) Gunakan selebihnya untuk mandi.
9) Cara seperti ini boleh dilakukan beberapa kali, hingga pengaruh sihirnya hilang.

(Kaedah ini disebutkan oleh Dr. Said bin Ali bin Wahf al-Qohthani dalam buku beliau Ad-Dua wa Yalihi Al-Ilaj bi Ar-Ruqa, Hal. 35).

2. Membaca beberapa ayat al quran kemudian ditiupkan

Caranya:

a. Baca surat Al-Fatihah, ayat kursi, dua ayat terakhir surat Al-Baqarah, surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.
b. Ulangi sebanyak 3 kali atau lebih
c. Baca ayat di atas, sampil ditiupkan dan diusapkan ke bahagian tubuh yang sakit.
d. Baca doa-doa ketika menjenguk orang sakit.

Kedua, menghancurkan simpul sihir

Cara kedua ini adalah kaedah menghilangkan sihir yang paling mujarab. Hanya saja, cara kedua ini agak sukar dilakukan, kerana perlu diketahui simpul sihir yang ditanam oleh dukun. Jika simpul sihir ini boleh dihancurkan maka pengaruh sihir akan hilang total. Simpul ini bak pengkalan tentera bagi si dukun untuk menyihir objek sasaran.

Sebagaimana hal ini pernah dialami oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, seperti yang disebutkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Berikut redaksi kisah yang lebih lengkap. Redaksi ini disebutkan oleh At-Tsa'alibi dalam tafsirnya dan dinukil oleh Ibnu katsir:

Dari Ibnu Abbas dan A'isyah radhiyallahu 'anhuma menceritakan:

Dulu ada seorang remaja Yahudi yang menjadi pelayan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Sehingga, datanglah beberapa orang Yahudi menemui anak ini. Sampai akhirnya si remaja ini mengambil rontokan rambut kepala Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan potongan sikat rambut, dan dia berikan kepada orang Yahudi. Akhirnya, mereka gunakan rambut ini sebagai bahan untuk menyihir Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Pelaku sihir adalah seorang Yahudi Bani Zuraiq, namanya Labid bin A'sham. Simpul sihir dari rambut tersebut di tanam di telaga milik Bani Zuraiq, namanya sumur Dzarwan.

Kerana pengaruh sihir ini, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam jatuh sakit, sehingga rambut beliau mudah gugur. Beliau seolah-olah melakukan sesuatu dengan isterinya padahal tidak melakukan apa-apa. Sampai akhirnya beliau bermimpi, beliau melihat ada dua malaikat yang datang. Yang satu duduk di dekat kepala beliau dan yang satu duduk di dekat kaki beliau.

Malaikat pertama bertanya, "Apa yang terjadi dengan orang ini?" "Dia tersihir." Jawab malaikat kedua. "Siapa yang menyihir?" Tanya malaikat pertama. "Labid bin A'sham orang Yahudi." Jawab malaikat kedua. "Dengan apa dia disihir?" Jawabnya: "Dengan rambut dan potongan sikat." "Di mana simpul sisirnya?" Jawabnya: "Dibungkus kulit mayang kurma, ditindih batu, di dalam sumur Dzarwan." Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam terbangun. Kemudian beliau berangkat ke sumur Dzarwan di Bani Zuraiq bersama Ali bin Abi Talib, Zubair bin Awam, dan Ammar bin Yasir.

Ali diperintahkan untuk mengambil batu itu, untuk mengeluarkan bungkus simpul sihir. Ketika itu, Allah menurunkan dua surat Al-Muawidzatain (surat Al-Falaq dan An-Nas). Sebelumnya, Ali bin Abi Talib diperintahkan untuk membaca dua surat tersebut. Ternyata di dalamnya ada beberapa helai rambut dan potongan sisirnya. Di sana juga ada ikatan buntalan jumlahnya ganjil. Selanjutnya benda itu dimusnahkan dan sumurnya ditutup.

Seketika itu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam langsung terasa ringan dan hilang pengaruh sihirnya. Setelah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kembali, beliau sampaikan kepada isterinya:

يا عائشة, كأن ماءها نقاعة الحناء, أو كأن رءوس نخلها رءوس الشياطين

"Hai Aisyah, air perigi itu seperti terkena daun pacar (inai). Atau seolah pangkal mayang kurma seperti kepala syaitan. "(HR. Bukhari 5763)

Imam Ibnul Qoyim dalam Zadul Ma'ad berkata:

Cara menyembuhkan sakit ini ada dua, di antaranya adalah mengeluarkan sumber sihir dan memusnahkan ia. Ini adalah cara yang paling sempurna. Sebagaimana terdapat riwayat yang sahih daripada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bahawa beliau berdoa kepada Allah tentang sumber sihir yang menimpa beliau, kemudian Allah tunjukkan bahawa pangkalnya ada di dalam sumur, dengan rambut dan potongan sikat dibungkus mayang kurma jantan. Ketika benda itu dikeluarkan, pengaruh sihir itu langsung hilang, seolah beliau baru bebas dari ikatan. Inilah kaedah yang paling ampuh untuk mengubati orang yang terkena sihir. Seperti halnya menghilangkan sumber penyakit dalam tubuh (Zadul Ma'ad, 4: 113)

B. PENCEGAHAN DARI SIHIR

1- Dalam setiap keadaan senantiasa mentauhidkan Allah Azza wa Jalla dan bertawakkal kepadaNya, serta menjauhi perbuatan syirik dengan segala bentuknya.

2- Melaksanakan setiap kewajiban-kewajiban yang Allah Subhanahu wa Ta'ala perintahkan, dan menjauhi setiap yang dilarang, serta bertaubat dari setiap perbuatan dosa dan kejelekan. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepada Ibnu' Abbas Radhiyallahu 'anhu:

يا غلام! إني أعلمك كلمات, احفظ الله يحفظك ...

"Wahai anak, sesungguhnya aku akan mengajarkanmu beberapa kalimat. Jagalah Allah, nescaya Allah akan menjagamu ..." [HR Tirmidzi]

3. Tidak membiarkan anak-anak berkeliaran saat akan terbenamnya matahari. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: "Jika malam telah masuk -jika kalian berada di sore hari-, maka tahanlah anak-anak kalian. Sesungguhnya setan berkeliaran pada waktu itu. Tatkala malam telah datang sejenak, maka lepaskanlah mereka". [HR Bukhari Muslim].

4- Membersihkan rumah dari salib, patung-patung, binatang yang dipelihara dan gambar-gambar yang bernyawa serta anjing. Diriwayatkan dalam sebuah hadis, bahawa Malaikat (rahmat) tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat hal-hal di atas. Demikian juga dibersihkan dari peranti-peranti yang melalaikan, gitar, piano, seruling dan muzik.

5. Memperbanyak membaca Al Qur`an dan manjadikannya sebagai dzikir harian. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, bahawa Rasulullah Shallallahu' alaihi wa sallam bersabda:

لا تجعلوا بيوتكم مقابر إن الشيطان ينفر من البيت الذي تقرأ فيه سورة البقرة

"Janganlah menjadikan rumah-rumah kalian layaknya kuburan. Sesungguhnya syaitan lari dari rumah yang dibaca di dalamnya surat Al Baqarah". [HR Muslim]

6- Membentengi diri dengan doa-doa dan ta'awudz serta dzikir-dzikir yang disyariatkan, seperti dzikir pagi dan sore, dzikir-dzikir setelah shalat fardhu, dzikir sebelum dan sesudah bangun tidur, do'a ketika masuk dan keluar rumah, do ' a ketika naik kenderaan, do'a ketika masuk dan keluar masjid, do'a ketika masuk dan keluar bilik mandi, do'a ketika melihat orang yang mandapat musibah, serta dzikir-dzikir yang lain.

Ibnul Qayyim berkata, "Sesungguhnya sihir para penyihir itu akan bekerja secara sempurna bila mengenai hati yang lemah, jiwa-jiwa yang penuh dengan syahwat yang senanantiasa bergantung kepada hal-hal rendahan. Oleh sebab itu, umumnya sihir banyak mengenai para wanita, anak-anak, orang-orang bodoh, orang-orang pedalaman, dan orang-orang yang lemah dalam berpegang teguh kepada agama, sikap tawakkal dan tauhid, serta orang-orang yang tidak mempunyai bahagian sama sekali dari dzikir-dzikir Ilahi, doa-doa, dan ta'awwudzaat nabawiyah. "[Zaadul Ma'ad (4/116)]

7. Memakan tujuh butir kurma 'ajwah setiap pagi hari. Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam:

من تصبح كل يوم سبع تمرات عجوة لم يضره في ذلك اليوم سم ولا سحر

"Sesiapa yang makan tujuh butir kurma 'ajwah pada setiap pagi, maka racun dan sihir tidak akan mampu membahayakannya pada hari itu". [HR Bukhari dan Muslim]

Semoga bermanfaat, jangan lupa sebarkan pada yang lain.


وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Sobat, seberapa besarkah rasa cinta kita kepada Allah? Mungkin di antara kita ada yang mengaku mencintai Allah. Tetapi sesungguhnya apakah kita masih mengetahui apa sajakah tanda-tanda cinta padaNya? Imam Al-Ghazali dalam buku Kimia Kebahagiaan, memberi gambaran dan memotivasi kita menjadi hamba yang mencintai Sang Pencipta.

1. Tidak membenci atau merasa takut pada kematian
Nabi SAW bersabda: “Siapa yang ingin melihat Allah, Allah pun ingin melihatnya." Seorang pencinta Allah yang ikhlas mungkin saja bisa takut akan kematian sebelum ia menyelesaikan persiapannya untuk ke akhirat. Tapi jika ia ikhlas ia akan rajin dalam membuat persiapan-persiapan itu.

2. Rela mengorbankan kehendaknya demi kehendak Allah.
Seseorang yang mencintai Allah pastilah berpegang erat-erat kepada apa yang membawanya lebih dekat kepada Allah. Dan juga menjauhkan diri dari tempat-tempat yang menyebabkan ia berada jauh dari Allah.

3. Mengingat Allah sepanjang waktu.
Jika seseorang memang mencintai, maka ia akan terus mengingat-ingat dan jika cintanya itu sempurna, maka ia tidak akan pernah melupakanNya.

4. Cinta pada Al Quran.
Seseorang yang mencintai Allah akan mencintai al-Qur’an yang merupakan firman Allah. Jika cintanya memang benar-benar kuat, ia akan mencintai semua manusia, karena mereka semua adalah hamba-hamba Allah.

5. Tamak dalam beribadah.
Seseorang yang mencintai Allah akan bersikap tamak terhadap ‘uzlah untuk tujuan ibadah. Ia akan terus mendambakan datangnya malam agar bisa berhubungan dengan Temannya tanpa halangan.

6. Ibadah menjadi hal mudah baginya.
Jika kecintaan kepada Allah sudah sempurna, maka tak ada kebahagiaan yang bisa menandingi kebahagiaan beribadah.

7. Pencinta Allah akan mencintai orang-orang yang menaatiNya, dan membenci orang-orang kafir dan orang-orang yang tidak taat. Orang-orang yang berpegang erat-erat kepada-Ku sebagaimana seorang anak kepada ibunya. Yang berlindung di dalam pengingatan kepada-Ku sebagaimana seekor burung mencari naungan pada sarangnya. Dan akan sangat marah jika melihat perbuatan dosa sebagaimana seekor macan marah yang tidak takut kepada apa pun.

Semoga kita diberikan kenikmatan untuk merasakan kecintaan thd Allah dan memiliki seluruh tanda-tanda cinta yg disebutkan di atas.

‪#‎RZMuhasabah‬

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Click: SOURCE
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Dalam setiap kejadian yang dialami oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam,sahabat, dan orang shaleh setelahnya selalu ada hikmah bagi kaum muslimin. Di dalamnya senantiasa terkandung pelajaran yang amat berharga. Pelajaran nan mulia nilainya itu, bisa juga kita terapkan dalam kehidupan sehari-sehari dalam menghadapi ujian yang Allah Ta’ala berikan.

Disebutkan oleh Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirnya, bahwa pasukan kaum muslimin terpojok dalam Perang Yarmuk. Di dalam peperangan tersebut, yang diangkat sebagai panglima adalah Abu ‘Ubaidah. Sedangkan yang mengangkatnya adalah ‘Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu.

Sedangkan di dalam pasukan yang terpojok itu terdapat ‘Iyadh al-Asy’ari. Ia pun mengirmkan sepucuk surat untuk meminta bantuan kepada Panglima Abu ‘Ubaidah. Dijelaskan oleh Imam Ibnu Katsir terkait isi surat itu, “Kematian telah menghantui kami. Dan, kami meminta bantuan kepadamu.”

Tak lama setelah itu, pasukan kaum muslimin pun mendapat surat balasan dari Panglima Abu ‘Ubaidah. Dibukalah surat tersebut, dan dibaca dengan teliti setiap kalimat di dalamnya.

Kata sang Panglima menulis:

Surat kalian yang meminta bantuan kepadaku telah kuterima. Dan, aku ingin menunjukkan siapa yang lebih besar pertolongannya dan memiliki pasukan tentara yang tangguh; itulah Allah Ta’ala.
Mohonlah pertongan kepada-Nya. Sesungguhnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pernah ditolongnya pada waktu Perang Badar. Padahal, jumlah pasukan beliau lebih sedikit dari kalian.
Jika suratku telah sampai di tangan kalian, maka seranglah mereka dan janganlah kembali kepadaku.

Mari berhenti sesaat. Jika kita bagian dari pasukan yang terpojok itu, apa yang ada di benak kita? Ngedumel tidak ikhlas? Marah-marah dengan mengatakan, “Dimintai bantuan kok malah ceramah”? Atau kalimat tak pantas lainnya?

Mahasuci Allah Ta’ala, pasukan kaum muslimin yang terpojok itu mendapatkan aliran semangat yang amat dahsyat untuk melanjutkan jihad. Satu kalimat yang amat membekas dalam surat tersebut adalah, “Mintalah pertolongan kepada Allah Ta’ala.”

Adakah yang lebih baik pertolongannya dari Allah Ta’ala? Adakah yang lebih agung pembelaannya dari Allah ‘Azza wa Jalla? Dialah sebaik-baik Penolong dan Pembela.

Lantas, apa dampak dari surat tersebut bagi kaum muslimin yang berjihad itu?

“Maka kami pun segera memerangi mereka hingga berhasil memukul mundur pasukan musuh sejauh empat farsakh. Dan, kami pun berhasil mendapatkan harta rampasan perang.”

Satu farsakh senilai dengan delapan kilometer. Maka hanya dengan memahami makna perkataan “Minta tolonglah kepada Allah”, kaum muslimin bisa memukul mundur pasukan musuh sejauh tiga puluh dua kilometer. Allahu Akbar!

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Click: SOURCE
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Akhwatmuslimah.com – Bolehkah berwudhu dengan air bak mandi yang terkena percikan sabun hingga berubah warna, bau, dan rasanya?

Air yang mengalami perubahan dari aslinya, baik perubahan warna, bau, atau rasa karena pengaruh campuran unsur lain yang suci, namun tidak didominasi oleh campuran tersebut dan masih tetap dinamakan air, tetap suci dan menyucikan (thahur). Seperti perubahan air bak yang bercampur dengan percikan sabun, air kolam yang kejatuhan daun-daun, air sawah yang bercampur tanah, atau yang lainnya. Ini tetap dinamakan air dan sah untuk wudhu atau mandi.

Berbeda halnya dengan air yang dicampur dengan bahan minuman seperti susu, kopi, teh, atau bumbu masakan, dan semacamnya, yang mendominasinya dan mengubah namanya menjadi nama lain, sehingga tidak lagi dinamakan air secara mutlak. Misalnya, dinamakan minuman teh, kopi, susu, atau kuah, dan yang semacamnya. Yang seperti ini sudah tidak termasuk kategori air yang menyucikan, meskipun suci. Dengan demikian, jenis ini tidak sah untuk wudhu dan mandi.

Di antara dalil yang menunjukkan hal ini adalah perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk berwudhu dengan air laut. Padahal air laut telah berubah rasanya menjadi asin dengan perubahan yang sangat drastis dari asal rasa air yang tawar. Demikian pula perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menggunakan air yang dicampuri daun bidara (yang telah ditumbuk halus) bagi wanita yang mandi suci dari haid/nifas dan dalam memandikan jenazah. Padahal campuran daun bidara tersebut tentu saja akan memberi perubahan pada air.

Lebih dari itu, tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa air yang mengalami perubahan warna, bau, atau rasa oleh campuran unsur lain, tidak lagi termasuk kategori air yang menyucikan.

Inilah pendapat yang rajih (kuat) dalam masalah ini yang dipilih oleh Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam Majmu’ Al-Fatawa (21/17-20 cet. Darul Wafa’), Asy-Syaikh As-Sa’di di dalam Al-Mukhtarat Al-Jaliyyah (hal. 12-13), Asy-Syaikh Ibnu Baz dalam Majmu’ Fatawa (10/19-20), dan Asy-Syaikh Al-’Utsaimin dalam Asy-Syarhul Mumti’ (1/38, 44, cet. Muassasah Asam). Ini juga adalah mazhab Abu Hanifah dan salah satu riwayat dari Ahmad.

Kalau pun terjadi perubahan warna, bau, atau rasa karena pengaruh benda najis yang bercampur dengannya, air itu bernajis dan sudah tidak suci lagi. Salah satu saja dari tiga sifat tersebut yang berubah, baik warna, bau, atau rasanya, maka air itu telah ternajisi dan tidak sah untuk wudhu atau mandi.
Kesimpulannya, air hanya terbagi menjadi dua:

1. Air yang suci lagi menyucikan (thahur), meskipun berubah sebagian sifatnya oleh campuran unsur suci, selama tidak mengubahnya keluar dari nama air ke nama lain. Jenis ini sah untuk wudhu dan mandi.

2. Air yang ternajisi oleh unsur najis yang mengubah salah satu sifatnya, baik warna, bau, maupun rasanya. Jenis ini tidak sah untuk wudhu dan mandi.
Wallahu a’lam.

[Sumber : AsySyariah]

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Click: SOURCE
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Bacalah sekejap, ilmu yang berguna untuk semua. Seorang profesor yang atheis berbicara dalam sebuah kelas.

Profesor: "Apakah Allah menciptakan segala yang ada?"

Para mahasiswa: "Betul! Dia pencipta segalanya."

Profesor: "Jika Allah menciptakan segalanya, berarti Allah juga menciptakan kejahatan."

(Semua terdiam. Agak kesulitan menjawab hipotesis profesor itu).

Tiba-tiba suara seorang mahasiswa memecah kesunyian.

Mahasiswa: "Prof! Saya ingin bertanya. Apakah dingin itu ada?"

Profesor: "Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja, dingin itu ada."

Mahasiswa: "Prof! Dingin itu tidak ada. Menurut hukum fizik, yang kita anggap dingin sebenarnya adalah ketiadaan panas.

Suhu -460 degree Fahrenheit adalah ketiadaan panas sama sekali. Semua partikel menjadi diam. Tidak boleh bertindak pada suhu tersebut.

Kita menciptakan kata 'dingin' untuk mengungkapkan ketiadaan panas ya.

Selanjutnya! Apakah gelap itu ada?"

Profesor: "Tentu saja ada!"

Mahasiswa: "Anda salah lagi Prof! Gelap juga tidak ada.

Gelap adalah keadaan di mana tiada cahaya. Cahaya boleh kita pelajari. Sedangkan gelap tidak boleh.

Kita boleh menggunakan prisma Newton untuk mengurai cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari panjang gelombang setiap warna.

Tapi! Anda tidak boleh mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur melalui berapa besar intensiti cahaya di ruangan itu.

Kata 'gelap' dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan cahaya.

Jadi! Apakah kejahatan, kemaksiatan itu ada?"

Profesor mulai bimbang tapi menjawab juga: "Tentu saja ada."

Mahasiswa: "Sekali lagi anda salah Prof! Kejahatan itu tidak ada. Allah tidak menciptakan kejahatan atau kemaksiatan. Seperti dingin dan gelap juga.

Kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan Allah dalam dirinya.

Kejahatan adalah hasil dari tidak hadirnya Allah dalam hati manusia."

Profesor terpaku dan terdiam!

Dosa terjadi kerana manusia lupa hadirkan Allah dalam hatinya. Hadirkan Allah dalam hati pada setiap saat, maka akan selamatlah diri kita. Itulah Iman. Sesungguhnya dosa itu lahir saat iman tidak hadir dalam hati kita.

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Physics and Islam
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


A. Berita Gerhana Bulan 

Jakarta - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional menyebut akan terjadi gerhana bulan total (GBT) pada Sabtu (4/4) besok. Kementerian Agama mengimbau kepada umat Islam agar menunaikan salat sunah gerhana.

"Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam mengimbau kepada umat Islam untuk melakukan salat sunah gerhana secara berjamaah, sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW dan dianjurkan (sunnah makkadah) untuk bertakbir terlebih dahulu," tulis Dirjen Bimas Islam Kemenag, Machasin, melalui keterangan tertulis yang diterima detikcom, Jumat (3/4/2015).

Tak hanya salat, masyarakat juga dianjurkan untuk memperbanyak zikir, istighfar, bersedekah dan berdoa. "(Selain itu) dianjurkan melakukan amal-amal kebijakan lainnya," tutup Machasin.

Sekadar informasi, GBT dapat disaksikan di hampir seluruh kawasan Indonesia. Diperkirakan fenomena astronomis itu berlangsung mulai dari pukul 17.15 WIB. Namun, puncak dari GBT itu sendiri pada pukul 19.01 sampai dengan 20.44 WIB.

Berdasarkan informasi dari Lapan, untuk Indonesia barat gerhana terjadi pada pukul 17.16 WIB-20.45 WIB, untuk Indonesia tengah gerhana akan terjadi pukul 18.16 Wita-21.45 Wita dan untuk gerhana bulan total di Indonesia timur akan terjadi pada 19.16 WIT-22.45 WIT.

Saat gerhana terjadi warna bulan akan berubah menjadi semerah darah. Fenomena ini biasanya disebut sebagai blood moon. Sebelumnya, fenomena blood moon pernah terjadi di Indonesia pada Oktober 2014 lalu.

B. Latar Belakang Sholat Sunnah Gerhana Bulan

Hadis yang mendasari dilakukannya salat gerhana ialah:

"Telah terjadi gerhana Matahari pada hari wafatnya Ibrahim putra Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam. Berkatalah manusia: Telah terjadi gerhana Matahari karana wafatnya Ibrahim. Maka bersabdalah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam "Bahwasanya Matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Allah mempertakutkan hamba-hambaNya dengan keduanya. Matahari gerhana, bukanlah kerana matinya seseorang atau lahirnya. Maka apabila kamu melihat yang demikian, maka hendaklah kamu salat dan berdoa sehingga selesai gerhana." (HR. Bukhari & Muslim).

C. Tata Cara Sholat Sunnah Gerhana Bulan

Salat gerhana dilakukan dua rakaat dengan 4 kali rukuk yaitu pada rakaat pertama, setelah rukuk dan Iktidal membaca Al Fatihah lagi kemudian rukuk dan iktidal kembali setelah itu sujud sebagaimana biasa. Begitu pula pada rakaat kedua.

Bacaan Al-Fatihah pada salat gerhana bulan dinyaringkan sedangkan pada gerhana Matahari tidak. Dalam membaca surat yang sunnat pada tiap rakaat, disunnatkan membaca yang panjang. Hukum salat gerhana adalah sunnat muakkad berdasarkan hadis Aisyah Radhiallaahu anha. Nabi dan para shahabat melakukan di masjid dengan tanpa adzan dan ikamah, adalah sebagai berikut:

1. Memastikan terjadinya gerhana bulan atau Matahari terlebih dahulu.

2. Salat gerhana dilakukan saat gerhana sedang terjadi.

3. Sebelum salat, jamaah dapat diingatkan dengan ungkapan,

”Ash-shalatu jaami’ah.”

4. Niat melakukan salat gerhana Matahari (kusufisy-syams) atau gerhana bulan (khusufil-qamar), menjadi imam atau ma’mum.

أُصَلِّيْ سُنَّةً لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ / لِخُسُوْفِ الْقَمَرِ اِمَامًا / مَأْمُوْمًا لِلّهِ تَعَالَى

5. Salat gerhana dilakukan sebanyak dua rakaat.

6. Setiap rakaat terdiri dari dua kali ruku dan dua kali sujud.

7. Setelah rukuk pertama dari setiap rakaat membaca Al-Fatihah dan surah kembali

8. Pada rakaat pertama, bacaan surat pertama lebih panjang daripada surah kedua. Demikian pula pada rakaat kedua, bacaan surat pertama lebih panjang daripada surat kedua. Misalnya rakaat pertama membaca surat Yasin (36) dan ar-Rahman (55), lalu rakaat kedua membaca al-Waqiah (56) dan al-Mulk (78)

9. Setelah salat disunahkan untuk berkhutbah.


D. Amalan-Amalan Sunah Saat Melihat Gerhana

1. Pertama, memperbanyak dzikir, istighfar, takbir, sedekah, dan amal-amal kebajikan.

Dalam hadits dari Aisyah radhi Allahu ‘anha tentang gerhana matahari, Rasulullah shalallahu ‘alayhi wasallam bersabda:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ ، فَادْعُوا اللَّهَ ، وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

“Sesungguhnya gerhana matahari dan gerhana bulan tidak terjadi karena kematian seorang manusia atau kelahiran seorang manusia. Maka jika kalian melihat gerhana, berdoalah kalian kepada Allah, bertakbirlah, shalatlah, dan bersedekahlah!” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Asma’ binti Abu Bakar radhi Allahu ‘anhu berkata: “Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam memerintahkan untuk memerdekakan budak saat terjadi gerhana matahari.”(HR. Bukhari dan Abu Daud)

2. Kedua, berangkat ke masjid untuk melaksanakan shalat gerhana secara berjama’ah

Dalam hadits dari Aisyah radhi Allahu ‘anha dia berkata:

رَكِبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ غَدَاةٍ مَرْكَبًا فَخُسِفَتِ الشَّمْسُ ، فَخَرَجْتُ فِي نِسْوَةٍ بَيْنَ ظَهْرَانَيِ الْحِجْرِ فِي الْمَسْجِدِ ، فَأَتَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ مَرْكَبِهِ فَقَصَدَ إِلَى مُصَلَّاهُ الَّذِي كَانَ فِيهِ ، فَقَامَ وَقَامَ النَّاسُ وَرَاءَهُ

Rasulullah shalallahu ‘alayhi wasallam pada suatu pagi menaiki kendaraannya, lalu terjadi gerhana matahari. Maka saya bersama kaum wanita keluar menuju masjid di antara kamar-kamar kami. Rasulullah shalallahu ‘alayhi wasallam datang dengan kendaraannya, lalu menuju tempat ia biasa shalat. Beliau berdiri untuk shalat dan masyarakat shalat di belakang beliau.” (HR. Bukhari dan Muslim dengan lafal Muslim)

3. Ketiga, kaum wanita juga dianjurkan ikut shalat berjama’ah di masjid jika aman dari bahaya (godaan terhadap lawan jenis, dll). Dalilnya adalah hadits Asiyah radhi Allahu ‘anha di atas.

4. Keempat, mengumandangkan ‘ash-shalatu jami’ah’ untuk memanggil jama’ah shalat berkumpul di masjid, namun shalat tidak didahului oleh adzan dan iqamat.

Berdasar hadits shahih:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا ، قَالَ : ” لَمَّا كَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نُودِيَ إِنَّ الصَّلاَةَ جَامِعَةٌ

Dari Abdullah bin Amru bin Ash radhiAllahu ‘anhu berkata: “Ketika terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah shalallahu ‘alayhi wasallam, maka dikumandangkan seruan ‘Ash-shalaatu jaami’ah’.” (HR. Bukhari)

Hadits yang semakna diriwayatkan oleh imam Muslim dari jalur Aisyah radhiAllahu ‘anhu.

5. Kelima, khutbah setelah shalat gerhana

Berdasar hadits-hadits shahih tentang hal itu. Antara lain hadits Aisyah radhi Allahu ‘anha:

ثُمَّ انْصَرَفَ وَقَدْ انْجَلَتِ الشَّمْسُ ، فَخَطَبَ النَّاسَ ، فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ ، ثُمَّ قَالَ : ” إِنَّ الشَّمْسَ وَالقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ ، فَادْعُوا اللَّهَ ، وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

Beliau selesai dari shalat dan gerhana telah selesai. Maka beliau menyampaikan khutbah. Beliau bertahmid dan memuji nama Allah, kemudian bersabda:

“Sesungguhnya gerhana matahari dan gerhana bulan tidak terjadi karena kematian seorang manusia atau kelahiran seorang manusia. Maka jika kalian melihat gerhana, berdoalah kalian kepada Allah, bertakbirlah, shalatlah, dan bersedekahlah!” (HR. Bukhari dan Muslim)

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Click: SOURCE 1 | SOURCE 2 | SOURCE 3
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Bersedekahlah dengan harta terbaik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Di dalam kedua jenis sedekah ini ada keutamaan masing-masing.

Sedekah terang-terangan dianjurkan untuk menyemangati orang lain, sedangkan sedekah secara sembunyi-sembunyi lebih mudah dalam menjaga niat. Sebab, jika niatnya ikhlas, amalan sedekah akan diterima oleh Allah Ta’ala, meski salah alamat.

Disebutkan dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim, ada seorang yang berniat memberikan sedekah pada suatu malam. Ia pun membawa hartanya untuk diberikan kepada siapa pun yang ditemui.

Rupanya, sedekah itu sampai ke tangan pezina. Hingga orang-orang berkata, “Seorang pezina diberi sedekah.”

Orang itu pun berdoa, “Ya Allah, segala puji bagi-Mu atas sedekah kepada pezina.” Lalu pada malam berikutnya, ia kembali berniat untuk bersedekah lagi.

Seperti kemarin, ia mencari penerima sedekah di tengah malam yang gulita. Hingga disampaikanlah sedekahnya kepada seseorang. Sebab niatnya sembunyi-sembunyi, ia tidak tahu siapa yang menerima sedekahnya.

Hingga pada pagi harinya beredar perkataan orang-orang, “Tadi malam, ada orang kaya yang diberi sedekah.” Sebab itulah, sang pemberi sedekah kembali panjatkan pinta, “Ya Allah, segala puji bagi-Mu atas sedekah kepada orang kaya.”

Dua kali ‘salah alamat’, lelaki ini berniat untuk sampaikan sedekah yang ketiga. Masih dengan cara yang sama di tengah malam.

Maka alangkah terkejutnya dirinya saat mendengar warga mengatakan, “Semalam, ada seorang pencuri yang menerima sedekah.”

Dengan kalimat yang sama, lelaki itu kembali berdoa, “Ya Allah, segala puji bagi-Mu atas sedekah kepada seorang pezina, orang kaya, dan pencuri.”

Maka kepada orang itu, sebagaimana riwayat yang dikutip oleh Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirnya ini, datanglah malaikat yang mengatakan, “Sedekahmu telah diterima.”

“Adapun bagi pezina,” lanjut malaikat, “semoga ia menjaga diri dari zina. Dan semoga orang kaya akan mengambil pelajaran hingga ia mau berinfaq dengan apa yang telah Allah Ta’ala berikan kepadanya.”

Kemudian bagi pencuri, pungkas malaikat menyampaikan, “Semoga ia menjaga diri dari perbuatan mencurinya.”

Jelaslah sudah. Bahwa yang menjadi penentu diterima atau tidaknya amal adalah kualitas niat yang dikombinasikan dengan ikhtiar untuk melakukan yang terbaik. Setelah dua hal itu usai, cukuplah berserah diri kepada Allah Ta’ala yang mustahil menzalimi hamba-hamba-Nya. [Pirman]

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Click: SOURCE
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Satu versi baru al-Quran telah dikeluarkan Apple App Store oleh komunitas Ahmadiyyah / Qadiani. Nama app itu adalah”The Holy Quran, Arabic text and English translation”. Diterjemahkan oleh Maulvi Sher Ali, Ahmadiyya Muslim Community dan telah jelas disebutkan dalam informasi app dalam iPhone App Store. Umat Islam perlu peka untuk tidak membeli dan memuat turun aplikasi ini. Produk ini perlu diboikot karena ini adalah salah / mengelirukan & bercanggah dengan ayat Al-Quran yang asal. Silakan sebarkan informasi ini kepada semua orang supaya mereka tahu walaupun mereka tidak menggunakan Andorid atau iPhone tetapi mereka bisa memberitahu orang lain insya-Allah.

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Abu Hurairah meriwayatkan, ia pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda:
”Manusia pertama yang diadili pada hari kiamat nanti adalah orang yang mati syahid. Orang yang mati syahid didatangkan di hadapan Allah. Kemudian ditunjukkan segala kenikmatan yang telah diberikan kepadanya, dan ia mengakuinya".
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Rasulullah SAW memberitahu bahwa berzina akan dibalas oleh Allah ketika penzina masih hidup didunia. Rasulullah SAW bersabda: "Dua (2) kejahatan akan dibalas oleh Allah ketika di dunia : zina dan durhaka kepada ibu bapak. (HR Thobaroni)

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Abdul Fattah Rashid Hamid, Ph.D. Seorang psikolog Muslim menyebutkan bahwa perjalanan setiap individu dalam menuju kesempurnaan kepribadian akan melewati tingkatan kepribadian sebagai berikut:

Kepribadian tingkat 1 : An-Nafs al-Ammarah.
Pada tingkat ini manusia condong pada hasrat dan kenikmatan dunia. Minatnya tertuju pada pemeliharaan tubuh, kenikmatan selera-selera jasmani dan pemanjaan ego. Di tingkat ini iri, serakah, sombong, nafsu seksual, pamer, fitnah, dusta, marah dan sejenis-nya, menjadi paling dominan.

Kepribadian tingkat 2 : An-Nafs al-Lawwamah.
Pada tingkat ini manusia sudah mulai melawan nafsu jahat yang timbul meskipun ia masih bingung tentang tujuan hidupnya. Jiwanya sudah melawan hasrat-hasrat rendah yang muncul. Diri masih menjadi subyek yang dikendalikan hasrat-hasrat yang bersifat fisik, ia masih sering tertipu oleh muslihat dunia yang sementara ini.

Kepribadian tingkat 3 : An-Nafs al-Mulhimah.
Pada tingkat ini manusia sudah menyadari cahaya sejati tidak lain adalah petunjuk Allah. Semangat taqwa dan mencari ridho Allah adala semboyanya. Ia tidak lagi mencari kesalahan-kesalahan orang lain tetapi ia selalu introspeksi diri untuk menjadi hamba Allah yang lurus. Ia selalu dzikir dan mengikuti sunah nabi Muhammmad SAW.

Kepribadian tingkat 4 : An-Nafs al-Qona'ah.
Pada tingkat ini hati telah mantap, merasa cukup dengan apa yang dimilikinya dan tidak tertarik dengan apa yang dimiliki oleh orang lain. Ia sudah tidak ingin berlomba untuk menyamai orang lain. Ketinggalan 'status' baginya bukan berarti keterbelakangan dan kebodohan. Ia menyadari bahwa ketidak puasan atas segala sesuatu yang telah ditetapkan Allah menunjukkan keserakahan dan ketidak matangan pribadi. Pada tingkat ini, manusia mengetahui bahwa seseorang tidak dapat memperoleh kebaikan apa pun kecuali dengan kehendak Allah. Hanya Allah yang mengetahui apa yang terbaik dalam situasi apa pun.

Kepribadian tingkat 5 : An-Nafs al-Mut'mainnah.
Pada tingkat ini manusia telah menemukan kebahagiaan dalam mencintai Allah SWT. Ia tidak ingin memperoleh "pengakuan" dari masyarakat atau pun tentang tujuannya. Jiwanya telah tenang, terbebas dari ketegangan, karena pengetahuanya telah mantap bahwa segala sesuatu akan kembali pada Allah. Ia benar-benar telah memperoleh kualitas yang sangat baik dalam ketenangan dan keheningan.

Kepribadian tingkat 6 : An-Nafs al-Radiyah.
Ini adalah ciri tambahan bagi jiwa yang puas dan tenang. Ia merasa bahagia karena Allah ridha padanya. Ia selalu waspada akan tumbuhnya keengganan yang paling sepele terhadap kodratnya sebagai abdi Tuhan. Ia menyadari bahwa Islam adalah fitrah insan dan ia pun haqqul yaqin pada firman Allah:
"..Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu..".

Ia patuh pada Allah semata-mata hanya sebagai perwujudan rasa terima kasihnya.

Kepribadian tingkat 7 : An-Nafs al-Kamilah.
Ini adalah tingkat manusia yang telah sempurna (al-Insan al-Kamil). Kesempurnaanya adalah kesempurnaan moral yang telah bersih dari semua hasrat kejasmanian sebagai hasil kesadaran murni akan pengetahuan yang sempurna tentang Allah. "Selubung diri"-nya telah terbuka hanya mengikuti kesadaran Ilahi. Nabi Muhammad SAW adalah contoh manusia yang telah sampai pada tingkat ini. Kepribadianya mengungkapkan segala hal yang mulia dalam kodrat manusia

Yang menjadi pertanyaan adalah, di tingkat manakah diri kita berada?

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Gambaran dari masyarakat mukmin adalah masyarakat yang tenang dengan akidah tauhid, dan mereka ridha dengan ketentuan Allah dalam soal rezeki dan ajal, sehingga mereka tidak bisa digoyahkan oleh apapun dan tidak dapat digoncangkan dengan kekuatan apapun. Sebaliknya dengan gambaran masyarakat jahiliyah, syaraf mereka selalu tegang, hati mereka selalu cemas, pikiran mereka selalu bingung.

Pengangguran di dunia barat hari demi hari kian meningkat. Dan kamu dapati seseorang di antara mereka dari saat ke saat mendapat surat pemberitahuan PHK, oleh karena perusahaan bangkrut atau hampir bangkrut, tak ia dapati solusi kedepannya kecuali bunuh diri dan mati, karena seluruh hidupnya hanya bertalian dengan gajinya, maka jika gajinya terputus, ia berfikir kehidupannya telah putus pula.

Beda jauh dengan kehidupan seorang muslim, apabila ditimpa bencana dan himpit kesulitan, maka ia langsung berhubungan dengan Allah, merendahkan diri dan menghiba di hadapanNya, dan memohon agar disingkirkan kesusahannya, dihilangkan kesedihannya, dan di hapuskan penderitaannya.

Berhati hatilah terhadap rencana Zionis Yahudi internasional dalam protokol ke empat :

“ Akan kita cabut kepercayaan kepada Allah dari benak orang orang kristiani, kemudian kita letakkan sebagai gantinya berupa angka angka hitung dan aktivitas aktivitas duniawi…”

Dan Yahudi berhasil menjadikan kristiani seperti itu, dan sekarang mereka mulai merusak umat Islam dengan budaya kapitalismenya disegala bidang. Dalam rangka menggantungkan harapan dengan materi dan hitungan. Dimana budaya ini rentan dan dipersiapkan dengan kedatangan Ad Dajjal dimana ia mengaku sebagai Rabb tertinggi diakhirzaman ini.

Dajjal simata satu tertera dalam uang Dollar, dimana sentralisasi mata uang dunia seakan menggambarkan mata satu dajjal yang dibawakan hadits-hadits tentang Ad-Dajjal laknatullah. Memang saat ini dollar merupakan symbol kapitalisme ( Fitnah/Ujian Iman sebelum fitnah dajjal ) yang mewabah disegala bidang kehidupan.

Ad-Dajjal disebut-sebut di dekat Rasulullah صلى الله عليه و سلم lalu beliau bersabda, "Sungguh fitnah sebagian dari kalian lebih aku takutkan dari fitnahnya Ad-Dajjal dan tiada seseorang dapat selamat dari aneka fitnah sebelum fitnah Ad-Dajjal melainkan pasti selamat pula darinya (fitnah Dajjal) sesudahnya. Dan tiada fitnah yang dibuat sejak adanya dunia ini —baik kecil ataupun besar— kecuali untuk (menjemput) fitnah Ad-Dajjal." (Hadits Shahih Riwayat Ahmad No. 22215)

(“Kisah Dajjal”— Pustaka Imam Asy-Syafi’i; hlm. 92)

Akan tiba waktunya betapa sulitnya makanan mendekati masa kemunculan oknum Dajjal dijelaskan dalam sebuah hadits sbb :

“Asma’ berkata, “Akan tetapi mereka tidak mendapatkan apa-apa sehingga aku khawatir terkena musibah kelaparan, dan apa yang bisa dimakan oleh kaum mukmin pada waktu itu?” Jawab Nabi صلى الله عليه و سلم :

يَجْزِيهِمْ مَا يَجْزِي أَهْلَ السَّمَاءِ

“Allah سبحانه و تعالى mencukupkan kepada mereka dengan makanan yang diberikan kepada penduduk langit (Malaikat).” (HR. Ahmad No. 26298)

Asma’ berkata, “Wahai Nabi Allah, bahwasanya Malaikat tidak makan dan tidak minum.” Jawab Nabi صلى الله عليه و سلم :

“Akan tetapi mereka membaca tasbih dan mensucikan Allah سبحانه و تعالى , dan itulah makanan dan minuman kaum beriman saat itu, tasbih dan taqdis.”

“Sesungguhnya tiga tahun sebelum kemunculan Ad-Dajjal, di tahun pertama, langit menahan sepertiga air hujannya, bumi menahan sepertiga hasil tumbuhannya, dan di tahun kedua, langit menahan dua pertiga air hujannya, dan bumi juga menahan dua pertiga hasil tanamannya. Dan di tahun ketiga langit menahan seluruh yang ada padanya dan begitu pula bumi, sehingga binasalah setiap yang memiliki gigi pemamah dan kuku.”

(HR. Abdul Razzaq, ath-Thayalisi, Ahmad, Ibnu Asakir. Ibnu Katsir berkata, “Isnad ini merupakan isnad yang tidak ada cacat (laa ba’sa bihi).”

Jika Nabi صلى الله عليه و سلم menyatakan bahwa “sehingga binasalah setiap yang memiliki gigi pemamah dan kuku”, itu berarti setiap hewan yang memberikan protein utama bagi manusia menjadi punah. Seperti di antaranya ialah: kambing, domba, sapi, kerbau dan onta. Dan sebab itulah Asma’ menjadi khawatir apa yang bakal menjadi makanan kaum beriman di masa itu. Lalu Nabi صلى الله عليه و سلم menjelaskan bahwa makanan kaum mukmin di masa itu ialah makanan penghuni langit, yaitu para malaikat. Dalam hal ini berupa tasbih dan taqdis.

Masya Allah…! Nabi صلى الله عليه و سلم memberi tahu kita yang hidup di masa menjelang datangnya puncak fitnah, yakni Ad-Dajjal, bahwa jenis makanan orang beriman adalah semisal dengan makanan para malaikat. Bayangkan…! Betapa pentingnya kedudukan dan peranan dzikrullah di masa fitnah menjelang hadirnya Ad-Dajjal. Sedemikian pentingnya mengingat Allah سبحانه و تعالى (dzikrullah) sehingga jika dilakukan dengan baik dan benar, maka ia dapat menggantikan fungsi makanan, khususnya protein, yang pada masa itu menjadi barang langka jika tidak bisa dikatakan musnah sama sekali.

Maka saudaraku, alangkah pentingnya ummat Islam sejak sekarang sudah melatih diri dan keluarganya untuk melakukan dzikrullah yang berkualitas dan sebanyak mungkin. Baik dzikrullah yang formal, seperti sholat lima waktu yang hukumnya fardhu ‘ain, maupun dzikrullah yang non-formal seperti berbagai wirid yang dianjurkan oleh Rasulullah صلى الله عليه و سلم . Pantas bilamana Allah سبحانه و تعالى menurunkan ayat khusus berisi perintah untuk dzikrullah sebanyak mungkin.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلا

“Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” (QS. Al-Ahzab [33] : 41-42)

Bila ummat Islam sudah membiasakan sejak dini berdzikir mengingat Allah سبحانه و تعالى sebanyak mungkin dan diiringi dengan kualitas pelaksanaan yang bermakna, niscaya perlahan tapi pasti kegiatan dzikrullah akan menjadi suatu kebutuhan bagi ruhani mukmin laksana makanan dan protein yang dibutuhkan oleh tubuh. Jadi, sejak sekarang setiap mukmin perlu meningkatkan kualitas dan kuantitas dzikrullah sebab kita tidak tahu kapan tiga tahun sulit menjelang keluarnya Ad-Dajjal datang. Lebih baik mempersiapkan diri dan keluarga sedini mungkin daripada terlambat.

Alhamdulillah, kita bersyukur Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم memberi tahu beberapa pesan khusus mengenai wirid yang berkaitan dengan fitnah Ad-Dajjal, seperti:

مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ

“Barangsiapa menghafal sepuluh ayat pertama surah Al-Kahfi, ia terlindungi dari fitnah Dajjal.” (HR. Abu Dawud)

من قرأ سورة الكهف كما أنزلت كانت له نورا يوم القيامة من مقامه إلى مكة ومن قرأ عشر آيات من آخرها ثم خرج الدجال لم يضره

“Barangsiapa membaca surah Al-Kahfi sebagaimana diturunkan, maka baginya cahaya di hari Kiamat dari tempatnya hingga Mekkah, dan barangsiapa membaca sepuluh ayat terakhir surah Al-Kahfi lalu Ad-Dajjal keluar, maka Ad-Dajjal tidak akan dapat memudharatkannya.” (Dishahihkan oleh Al-Albani)

إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

Jika salah seorang diantara kalian ber-tasyahud (dalam sholat), hendaklah meminta perlindungan kepada Allah سبحانه و تعالى dari empat perkara dan berdoa, “ALLAHUMMA INNI A’UUDZUBIKA MIN ‘ADZAABI JAHANNAMA WAMIN ‘ADZAABIL QABRI WAMIN FITNATIL MAHYAA WAL MAMAAT WAMIN SYARRI FITNATIL MASIIHID DAJJAL (Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari siksa jahannam dan siksa kubur, dan fitnah kehidupan dan kematian, serta keburukan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal).” (HR. Muslim No. 924).

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Peringatan Untuk Kaum Hawa

Posted by zen | 15.35 Categories:
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Di kisahkan dari. Sayyidina Ali bin Abi Tholib ra :

"Suatu hari, aku dan Fatimah melihat Nabi sedang menangis tersedu- sedu. Lalu kami bertanya: ”Ya Rasulullah, apa yang membuatmu menangis seperti ini”.

Rasulullah menjawab: "Di malam Mi’raj, aku melihat sekelompok wanita dari umatku dalam keadaan tersiksa dengan siksaan yang pedih hingga membuatku menangis. Aku melihat perempuan dalam keadaan rambutnya tergantung dan otaknya mendidih. Aku melihat perempuan yang lidahnya terjulur dan disiram dengan air neraka yang panas. Dan sebagian lagi memakan dagingnya sendiri, di bawah badan mereka ada api yang menyala, dan sebagian lagi kaki dan tangan dalam keadaan terikat, sedangkan ular dan kalajengking mengelilinginya. Dan wanita yang lainnya dalam keadaan tuli dan bisu dan dia ditaruh dalam peti yang penuh dengan api yang menyala. Otaknya keluar dari hidungnya dan badannya robek-robek sampai terpisah dari tulangnya. Dan berbagai siksaan-siksaan yang aku lihat di sana.”

Lalu Sayyidah Fatimah bertanya: ”Ya Rasulullah, mengapa mereka di siksa oleh Allah SWT sedangkan mereka adalah wanita-wanita yang beriman ?”

Rasulullah menjawab: “Wahai Puteriku, wanita yang digantung rambutnya, adalah wanita yang tidak memakai Jilbab padahal kebenaran sudah disampaikan kepadanya. Wanita yang lidahnya terjulur dan digunting dengan gunting raksasa adalah wanita yang menyakiti hati suaminya. Wanita yang payudaranya di gantung adalah wanita yang tidak mau tidur dengan suaminya. Wanita yang kakinya di gantung adalah wanita yang keluar dari rumah tanpa seizin suaminya. Wanita yang memakan dagingnya sendiri adalah wanita yang merias dirinya untuk orang lain. Wanita yang kakinya diikat dan di kelilingi ular dan kalajengking adalah wanita yang sholat dengan pakaian najis serta tidak mandi setelah haid atau bersenggama. Wanita yang tuli dan bisu adalah wanita yang berbuat zina dan anak-anaknya diserahkan pada suaminya. Wanita yang menggunting badannya sendiri adalah wanita yang membanggakan diri sendiri pada orang lain. Wanita yang badannya dan mukanya terbakar dan dia memakan ususnya serta semua isi perutnya adalah wanita yang menyuruh orang lain berbuat zina. Wanita yang kepalanya kepala babidan badannya badan keledai adalah wanita yang suka berbohong dan mengadu domba, dan wanita wanita telanjang yang bermuka anjing lalu api neraka dimasukkan dari duburnya dan keluar dari mulutnya adalah wanita yang suka bernyanyi di tempat-tempat maksiat”.

Suatu hari Sayyidah Aisyah datang menghadap Nabi dan bertanya: ”Ya Rasulullah , siapa yang paling berhak terhadap seorang perempuan?”

Nabi menjawab: "Suaminya”.

Sayyidah Aisyah bertanya: "Siapa yang paling berhak terhadap seorang laki-laki?”

Nabi menjawab: "Ibunya”

Dalam suatu riwayat Muadz bin Jabal datang dari syam lalu dia sujud dihadapan Rasulullah. Rasulullah bertanya: ”Apa yang sedang kamu lakukan”. Muadz menjawab: ” Ini adalah adat buat kami, apabila seorang pemimpin datang, kami harus bersujud kepada pemimpin tersebut, dan akupun ingin bersujud padamu ya Rasulullah”.

Lalu Rasulullah bersabda: ”Janganlah kalian bersujud terhadap sesama manusia. Dan seandainya sujud terhadap manusia itu diperbolehkan, maka aku akan memerintahkan perempuan untuk sujud pada suaminya. Dan aku bersumpah atas nama Allah tidak ada perempuan yang mengerjakan hak Allah kecuali dia mengerjakan hak-hak suaminya”.

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Siksa Kubur Karena Kencing

Posted by zen | 23.15 Categories:
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Begitu seorang manusia meninggal dunia, maka semuanya akan ditinggalkannya.

Istri yang cantik, putra-putinya yang lucu-lucu, rumahnya yang besar dan mewah, mobil nya yang berjumlah delapan buah, semua nya ditinggalkan dan memang tidak bersedia mengikutinya masuk ke alam kubur.

Kini tinggallah dia sendiri berteman dengan sepi, hanya berselimut kain kafan yang putih.

Sabda Rosululloh SAW:
“Idha matab nu adama inkota amalihi illa min salasatin sodaqotin jariyatin,au ilmin yuntafau bihi au walidin solihin yad u lahu”

Artinya:
“Ketika manusia mati,maka putuslah segala amalnya, kecuali 3 perkara(yg bisa terus sambung dg si mati) yaitu:
Sodaqoh jariah,ilmu yang bermanfaat(ilmu agama yang diajarkan pada orang lain) dan anak yang sholeh yang selalu mendoakan pada orang tuanya”.

Begitu tujuh langkah para keluarga,teman,handau taulan dan tetangga yang ikut mengantar dia ke kuburan pergi meninggalkan nya sendiri, maka datanglah malaikat yang langsung menginterogasinya dengan beberapa pertanyaan.

Alam kubur adalah ‘akhirat kecil’ atau ‘akhirat tahap pertama’ yang akan dihadapi setiap orang setelah mati.

Di alam kubur lah akan terlihat apakah dia kelak akan ke Surga atau ke Neraka.
Nabi bersabda:
“Jika di kubur seseorang disiksa,maka di akhirat kelak dia akan mendapatkan siksa yang lebih berat di neraka”

Saat manusia di Alam kubur inilah ,dia akan tergantung AMAL nya selama di dunia dan HATI nya.
Kalau amal nya baik,sesuai dengan Alquran dan Hadis ,lalu hati nya diniati karena Alloh,maka dikatakan oleh Malaikat di alam kuburnya:
“Nam solihan” “tidurlah yang nyenyak”
Lalu dia disinari dengan cahaya dari Surga sehingga dia terlelap tidur dengan nikmat sampai hari kiamat datang.
bahkan saking nikmatnya tidur, seakan-akan dia tidur hanya sehari ,bahkan seolah-olah hanya
Setengah hari saja !

Sebaliknya kalau Amal nya tidak sesuai dengan Alquran dan Hadis, maka Malaikat langsung memukul dan menyiksanya sampai badan dan tulangnya hancur.
Dia disiksa terus sampai datangnya hari kiamat.

Salah satu yang menyebabkan orang disiksa kubur ini adalah karena orang tersebut tidak bisa menjaga kesucian alias tidak bersih dari Najis yang disebabkan karena percikan air kencing.

1.Rosululloh SAW bersabda di Hadis Ibnu Majah:
“Kebaanyakan siksa kubur adalah dari air kencing”

2.Rosululloh SAW bersabda di Hadis Muslim:
“Sesungguhnya kedua orang ini di siksa kubur bukan karena perkara besar.yang pertama karena tidak menjaga dari percikan kencing….”

3.Rosululloh SAW bersabda di Hadis Daraqutni:
“Bersihkanlah dirimu dari kencing,karena kebanyakan siksa kubur disebabkan oleh kencing”

Agar kita selamat,maka kita harus mengerti tentang “ilmu bersuci dari najis”

APAKAH NAJIS ITU?

Pengertian Najis secara gampang adalah segala sesuatu yang dianggap kotor oleh agama,sehingga apabila kita terkena najis,maka tidak boleh untuk sholat.
Apabila makanan terkena najis, maka tidak halal untuk dimakan.
Apabila air terkena najis, maka tidak boleh untuk bersuci atau berwudhu.

Disamping air kencing, yang juga masuk dalam kategori najis adalah:

Tahi/kotoran manusia,kotoran binatang yang haram dimakan,darah haid,madzi,bangkai,babi,anjing dll

Namun disini kita membatasi pembahasan kita pada najis akibat air kencing.

Adallah suatu ironi yang luarbiasa, karena secara factual,nyata,kasat mata,kita bisa melihat hampir kebanyakan orang islam di negri ini TIDAK MENGERTI NAJIS.
Ini bisa kita lihat dari praktek kehidupan sehari-hari mereka.
Saat mereka kencing,mereka tidak melepas celana panjang mereka, mereka bahkan tidak faham sama sekali saat air kencing yang mereka keluarkan,memantul kepakaian mereka,memercik ketangan dan kaki mereka, tanpa mereka bersihkan secara memadai menurut agama.
Hal ini diperparah dengan konstruksi kamar madi mereka yang jauh dari islami!

kebanyakan kamar mandi mereka hanya punya bak mandi ukuran kecil yang volume airnya tidak ada DUA KOLA.
Satu kola:sekitar 105 liter.jadi kalau dua kola :210 liter.
Kalau bak mandi itu tidak ada dua kola, maka begitu ada najis yang masuk ke bak mandi,misalkan percikan air kencing,atau tangan kita terkena percikan kencing,kemudian kita celup kebak mandi yang isinya kurang dari dua kola,maka:
SEMUA AIR DI DALAM BAK MANDI TADI MENJADI AIR NAJIS !!!

Lalu kalau kemudian air najis itu kita pakai untuk bersuci,maka sama saja kita meratakan najis keseluruh badan kita.

Kalau air tadi kita buat mandi, maka berarti kita mandi dengan air najis.

Kalau air tadi kita pakai untuk menyucikan kaki,maka kaki kita jadi najis.

Kalau kita menggunakan air tadi untuk mencuci pakaian, maka pakaian kita menjadi najis……dst……dst…..

Lebih parahnya lagi, malah ada kamar mandi yang hanya meletakkan timba plastik kecil dibawah kran air.
Biasanya untuk toilet yang untuk buang air besar atau wc.
Anehnya lagi,bak kecil tadi diletakkan dibawah,di lantai.
Pertanyaannya:
Kalau kita kencing misalnya,apa tidak menciprati kedalam bak tadi?
Pastilah cipratan nya masuk kebak yang pendek dan letaknya dibawah itu.
Lalu air yang najis tadi kita gunakan untuk membersihkan kotoran kita?
Apakah lalu dihukumi bahwa karena kita tidak melihat percikan najis itu,maka dianggap tidak najis???
Pasti salah kalau kita punya pendapat begitu.
Hukum yang benar adalah:
Kalau menurut akal logika bahwa pasti ada percikan najis yang seratus persen masuk /memantul masuk ke timbah yang rendah tadi,maka hukum nya jelas najis,karena isi timba tadi tidak ada dua kola.

Lalu bagaimana solusinya?

Gampang saja!
Kalau membuat kamar mandi atau toilet, lengkapi dengan bak mandi besar yang volumenya lebih dari dua kola (210 liter).

Insaalloh semua jadi beres.
Karena kalau ada najis-najis sedikit,misalnya percikan air kencing yang mengenahi tangan kita misalnya, maka cukup celupkan saja tangan kita ke dalam bak mandi besar tadi,maka najis kita sudah lenyap dan air di bak mandi tadi tetap suci hukumnya.

Yang kedua, jika ada percikan najis masuk ke bak besar tadi, maka air bak tadi tetap suci seratus persen.
Gampang sekali bukan???

Jadi ingat,karena kita ini muslim, maka dalam membuat kamar mandi atau WC supaya mengikuti cara islami .
Jangan meniru toilet-toilet yang ada di mall-mall atau hotel-hotel.
Mereka jelas-jelas mengadopsi gaya barat,gaya orang-orang bule,liberalisme yang cenderung berkiblat pada agama nasrani dan yahudi.
Bayangkan saja, sampai-sampai ada toilet yang tidak pakai air.yang ada hanya tissu !. Alangkah jauhnya dari islam.

Maka mari kita kembali ke Agama Islam yang murni, yaitu Alquran dan Hadis.

Wahai kaum muslim yang dimulyakan Alloh. Mulai sekarang,mari kita rubah kamar mandi dan WC kita menjadi islami.
Kalau bak mandi kita kecil, maka mari kita perbesar sehingga bisa memuat air minimal dua kola.
Agar kesucian kita terjaga, sehingga ibadah kita jadi sempurna .
Dan yang lebih penting lagi, kita bisa terhindar dari bahaya siksa kubur kelak.

Dan yang lebih ironis lagi, hampir 95 persen masjid-masjid diseluruh indonesia masih menggunakan bak mandi kecil, bahkan hanya menyediakan timba plastik kecil di kamar mandi atau WC masjid.

Hal ini setidaknya kami ketahui lewat safari perjalanan /musafir kami antara lampung-bekasi-cirebon-semarang-tuban-surabaya-banyuwangi-denpasar Bali.
kami kebetulan sering melakukan perjalanan jarak jauh tersebut dengan mobil bersama keluarga.

Setiap waktu-waktu tertentu, kami selalu mampir di masjid-masjid besar maupun kecil yang ada disepanjang pesisir utara laut jawa ,di lintas timur sumatra maupun pulau bali.

Hampir semua masjid, baik yang masjidnya besar dan indah maupun masjid yang kecil dan sederhana hanya punya kamar mandi atau WC yang kecil dengan bak mandi yang kecil pula.
Sudah begitu, beberapa diantaranya malah airnya mampet atau ber kamar mandi jorok alias kotor tidak terawat.padahal masjidnya cukup megah.
Bahkan lebih parah lagi, kami beberapa kali menemui masjid yang cukup besar dan ramai,tapi tanpa dilengkapi kamar mandi atau wc yang ada pintunya!
Hanya tersedia tempat kencing di sekat-sekat tanpa pintu dan sebuah kran air tanpa tambahan selang plastik.

Kita bayangkan, kita kencing dg mencopot celana (tapi tempatnya terbuka,tidak ada pintu) lalu kita putar kran air,maka muncratlah air dg kerasnya sehingga memantulkan air kencing kita kemana-mana,sehingga semuanya jadi najis ! Betapa ngerinya ! Inilah bahaya siksa kubur !

Mestinya, wahai bapak-bapak pengurus masjid yang terhormat !
Panjenengan sediakan kamar mandi yang ada pintunya, sehingga aurat kita tidak terlihat orang lain.
Yang kedua, minimal panjenengan sediakan selang plastik di mulut kran itu,sehingga air yang keluar bisa pelan-pelan dan diarahkan dengan baik,sehingga tidak menciprati kemana-mana.

Tapi lebih bagus lagi jika sediakan bak mandi besar disetiap kamar mandi dan wc yang kita bangun.
Semakin banyak Masjid dikunjungi untuk sholat, maka semakin barokah mesjid tersebut.semakin banyak pahala amal jariah yang mengalir pada kaum muslim yang membangun ,mengurusi dan merawat masjid tersebut .

Agar masjid itu menjadi idola kaum muslim yang mampir sholat, maka sangat tergantung dengan fasilitas kamar mandi dan WC nya.

Sekedar tambahan, kami bahkan sering menjumpai masjid yang ‘kurang bersahabat dengan kesucian’.
Masjid tersebut punya tempat wudhu dan kamar mandi yang agak ke dalam,sehingga setiap orang harus melewati lantai masjid yang suci,sandal harus dilepas. Parahnya, disitu tidak ada fasilitas kran air atau bak air untuk mencuci kaki sebelum masuk masjid.

Kalau misalnya kaki kita kebetulan dalam keadaan najis, bagaimana cara kita menuju ke tempat kamar mandi atau kran air yang harus melewati lantai masjid yang suci??? Apakah dengan terbang???

Maka ,mari kita renungkan bersama-sama. Mari kita belajar “ilmu kesucian”, dan bersama-sama kita terapkan di rumah masing-masing, dan di masjid lingkungan kita terdekat.
Mari kita ingatkan pengurus masjid tentang bahaya siksa kubur ini .
Jangan takut dan sungkan.
“Kulil khakko walau kana murron”
Katakan yang benar tersebut, walaupun pahit akibatnya!

Namun Alhamdulillah, ada beberapa masjid yang kami kunjungi itu benar-benar sempurna dalam menerapkan ilmu kesucian. Ada masjid besar,ada masjid sedang, ada mesjid kecil yang menyediakan beberapa kamar mandi besar(jumlah kamar mandinya lebih dari dua),indah,harum dan terawat,serta dengan bak air yang besar(lebih dari 3 kola) dan fasilitas air yang berlimpah !

Kami benar-benar kagum dan angkat jempol pada pengurus masjid yang hebat itu.
Setelah kami hubung-hubungkan antara satu dengan lainnya, ternyata beberapa masjid yang hebat dalam menjaga kesucian dan berfasilitas kamar mandi sangat baik tersebut milik salah satu ormas dan majlis taklim yang memang sangat terkenal dalam kajian Alquran dan Hadis nya.
Tapi, kami tidak ingin menyebutkan nama majlis taklim tersebut, agar tidak timbul fitnah dan konflik kepentingan yg memihak .kami ingin netral.

Kami Hanya ingin kita kembali ke Ilmu Alquran dan Hadis.
Mari kita terapkan, dengan mewujudkan kehidupan yang islami sesuai dengan ilmu.
Kalau mereka bisa, kenapa kita tidak bisa???

Apakah mau, ibadah sholat kita tidak diterima,hanya gara-gara kekonyolan kita sendiri yang cuek dengan najis?

(*click source)

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


1. Ibnu Abid Dunya beserta Imam Baihaqi meriwayatkan dari Abu Hurairah ra: “Malaikat maut menghampiri seorang laki-laki yang telah mati, lalu ia meneliti seluruh anggota tubuhnya, namun ia tidak menemukan amal kebajikan di dalamnya. Kemudian ia membelah hatinya, ia juga tidak menemukan amal kebajikan di dalamnya, lalu dibuka mulutnya, ditemukan lidah yang melekat pada bagian atas mulut sedang membaca “Laa ilaaha illallah”, maka diampuni segala dosanya karena adanya kalimat yang ikhlas itu.” (HR. Thabrani, Baihaqi, Al-Khatib)

2. Ber-dzikir Laa ilaaha illallah memperbarui iman seseorang.
Rasulullah saw bersabda, “Perbaruilah iman kalian.” Sahabat bertanya, “Bagaimana cara kami memperbarui iman, wahai Rasulullah?” “Perbanyaklah membaca Laa Ilaaha Illallah.” (HR. ahmad)

3. Ber-dzikir Laa ilaaha illallah menyelamatkan dari siksa api neraka.
Rasululah saw bersabda, “Allah telah mengharamkan api neraka bagi orang yang membaca Laa ilaaha illallah semata-mata mengharap ridha Allah.” (HR. Bukhari-Muslim). Dalam sebuah Hadits Qudsi, Allah SWT berfirman, “Laa ilaaha illallah adalah benteng-Ku, barangsiapa masuk di dalamnya, ia selamat dari siksa-Ku.” (HR. Abu Nu'aim)

4. Dengan ber-dzikir Laa ilaaha illallah akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan bersinar wajahnya.
Rasulullah saw bersabda, “Tiada seorang hamba membaca Laa ilaaha illallah sebanyak 100 kali kecuali Allah bangkitkan dia di hari kiamat dalam keadaan bersinar wajahnya seperti rembulan di malam bulan purnama.” (HR. Ad-Dailami)

5. Ber-dzikir Laa ilaaha illallah lebih utama dari seisi langit dan bumi.
Imam Nasa’i meriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudhri ra: Nabi saw bersabda, “Nabi Musa as berdoa, “Wahai Tuhanku, ajarkanlah kepadaku tentang sesuatu untuk berdzikir kepada-Mu.” Maka Allah berfirman, “Ucapkanlah Laa ilaaha illallah.”

Lalu Nabi Musa berdoa lagi, “Wahai Tuhanku, setiap hamba-Mu membaca ini, saya ingin sesuatu yang istimewa untukku”. Maka Allah berfirman lagi, “Wahai Musa, andaikata tujuh petala langit dan penghuninya serta tujuh lapis bumi diletakkan di sebelah timbangan kalimat “Laa ilaaha illallah”, niscaya akan lebih berat kalimat “Laa ilaaha illallah”, melebihi dari semua itu.”

6. Ber-dzikir Laa ilaaha illallah membuat iblis berputus asa dalam mencelakakan diri orang yang membacanya. Nabi saw telah bersabda, “Biasakanlah membaca kalimat “Laa ilaaha illallah” dan istighfar, perbanyaklah membaca keduanya.

Sesungguhnya iblis telah berkata, “Aku telah membinasakan manusia dengan dosa, namun mereka membinasakan aku dengan ucapan “Laa ilaaha illallah dan istighfar”, ketika dalam keadaan yang seperti itu maka aku binasakan mereka dengan hawa nafsu, dan mereka mengira bahwa dirinya telah mendapat hidayah” (HR. Abu Ya`la).

7. Ber-dzikir Laa ilaaha illaLlaah merupakan harga Surga.

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Barangsiapa yang akhir perkataannya sebelum meninggal dunia adalah ‘laa ilaaha illallaah’, maka dia akan masuk surga” (HR. Abu Dawud).

Dari Abu Dzar ra, berkata, Nabi saw bersabda, “Tidak ada seorang hambapun yang mengucapkan Laa ilaaha illallah kemudian dia mati diatas keyakinan tersebut kecuali dia masuk surga.” (HR. Bukhari).

Dari Muadz bin Jabal ra, Rasulullah saw bersabda, “Kunci-kunci surga ialah ucapan syahadat, Laa ilaaha illallah.” (HR. Ahmad).

8. Ber-dzikir Laa ilaaha illallah menghindarkan diri dari siksa-Nya.
Dari Ali ra, berkata Rasulullah saw kepadaku, “Jibril as berkata, Allah Azza wa Jalla berfirman, “Sesungguhnya Akulah Allah. Tiada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku. Barangsiapa mendatangi-Ku dengan mengucapkan Laa ilaaha illallah dengan ikhlas, maka ia masuk dalam lindungan-Ku. Dan barangsiapa masuk dalam lindungan-Ku, maka ia aman dari siksa-Ku.” (HR. Abu Nuaim).

Dari Ibnu Abbas ra, sesungguhnya Rasulullah saw bersabda, “Tertulis di pintu surga, “Sesungguhnya Akulah Allah, tiada Tuhan yang patut disembah selain-Ku. Aku tak akan menyiksa orang yang mengucapkannya.” (HR. Abu Syekh).

Rasulullah saw bersabda, “Kalimat Laa ilaaha illallah tetap selalu berguna bagi orang yang mengucapkan (membacanya) dan dapat menghindarkan bala’ dan siksa dari mereka, selama mereka tidak meremehkannya.” (HR. Al Ashabani).

9. Ber-dzikir Laa ilaaha illallah sebaik-baik kebaikan yang mengganti keburukan.
Dari Syamr bin Athiyyah, dari beberapa orang gurunya, dari Abu Ad Darda ra dia berkata, aku berkata, “Ya Rasulullah! Berwasiatlah kepadaku!”

Rasulullah saw bersabda, “Apabila engkau melakukan suatu kejahatan, maka ikutkanlah kejahatan itu dengan amalan yang baik, karena hal itu akan menghapusnya.” Aku berkata, “Ya Rasulullah, apakah kalimat Laa ilaaha illallah termasuk diantara kebaikan?” Rasulullah saw bersabda, “Kalimat itu adalah sebaik-baik kebaikan.” (HR. Ahmad).

Dari Anas ra, sabda Rasulullah saw “Tiada seorang hamba pun yang mengucapkan Laa ilaaha illallah pada suatu waktu, malam atau siang hari, kecuali akan dihapuskan dari catatannya amal-amal buruknya, bahkan keburukan itu diganti dengan kebaikan.” (HR. Abu Ya’la).

Dari Ummu Hani ra, Rasulullah saw bersabda, “Laa ilaaha illallah tidak dapat ditandingi oleh amal apapun. Dan kalimat ini tidak akan meninggalkan dosa sedikitpun.” (HR. Ibnu Majah).

10. Ber-dzikir Laa ilaaha illallah menghapuskan dosa.
Dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah saw bersabda, “Ajarilah anak-anakmu ‘Laa ilaaha illallah’ ketika mereka mulai berbicara. Dan talkinkanlah kepada mereka ketika menjelang wafatnya dengan ‘Laa ilaaha illallah’.

Sesungguhnya, barangsiapa ucapan pertamanya ‘Laa ilaaha illallah’ dan ucapan yang terakhirnya juga ‘Laa ilaaha illallah’, lalu ia hidup selama seribu tahun, maka ia tidak akan ditanya tentang satu dosa pun.” (HR. Baihaqi).

Dari Anas ra, sesungguhnya Abu Bakar ra menjumpai Nabi saw dalam keadaan bersedih. Nabi saw bertanya, “Mengapa kamu nampak sedih?” Jawab Abu Bakar ra “Ya Rasulullah, kemarin malam keponakanku hampir meninggal dunia.” Lalu beliau bersabda, “Apakah engkau telah mentalqinkannya dengan Laa ilaaha illallah?”

Sahut Abu Bakar ra “Ya, sudah kulakukan.” Sabda beliau, “Apakah ia membacanya?” Jawabnya, “Ya, ia membacanya.” Sabda beliau, “Ia wajib masuk surga.” Abu Bakar ra bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana jika orang hidup membaca kalimat ini?” Beliau bersabda, “Ia lebih menghapuskan dosa-dosanya. Ia lebih menghapuskan dosa-dosanya.” (HR. Dailami).

Dari Abu Hurairah ra, Nabi saw bersabda, “Sesungguhnya Allaah Ta’ala memiliki sebuah tiang yang terbuat dari Nur terletak di hadapan Arsy-Nya, jika ada seorang hamba yang mengucapkan ‘Laa ilaaha illallah’, maka bergetarlah tiang itu. Allah berfirman, “Berhentilah.”

(tiang itu) menjawab, “Bagaimana aku dapat berhenti, sedangkan Engkau belum mengampuni orang yang mengucapkannya?” Firman Allah, “Sesungguhnya Aku telah mengampuninya.” Maka barulah tiang itu berhenti.” (HR. Al Bazzar).

11. Allah SWT teman duduk orang yang ber-dzikir Laa ilaaha illallah dan pasti akan berjumpa dengan-Nya.
Firman Allah SWT dalam Hadits Qudsi, “Allah SWT mengirimkan wahyu kepada Nabi Musa as, “Ya Musa! Apakah engkau senang Aku berdiam bersamamu dalam rumahmu?” (mendengar itu) Nabi Musa tunduk bersujud kepada Allah kemudian berkata, “Ya Rabbi, bagaimana mungkin hal itu?”

Allah berfirman pada Musa, “Ya Musa! Apakah tidak engkau ketahui bahwa Aku teman duduk bagi orang yang berdzikir pada-Ku? Dan (lebih dari itu) di mana pun hamba-Ku mencari Aku, maka pasti menjumpai-Ku.” (HQR. Ibnu Syahin, dari Jabir ra)

12. Dengan ber-dzikir Laa ilaaha illallah akan mendapat syafa'at Rasulullah SAW.
Abu Hurairah ra bertanya kepada Rasulullah saw, “Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling bahagia dengan memperoleh syafaatmu pada hari Kiamat kelak?”

Beliau menjawab, “Aku telah mendugamu, wahai Abu Hurairah, bahwa kulihat keinginan besarmu terhadap hadits. Orang yang paling beruntung dengan syafaatku pada hari Kiamat ialah orang yang mengucapkan ‘Laa ilaaha illallah’ dengan ikhlas dari hatinya atau jiwanya.” (HR. Bukhari).

Dari Umar ra, Rasulullah saw bersabda, “Ketika Adam as telah berbuat suatu dosa, maka saat ia menengadahkan kepalanya ke langit, ia berkata, “Aku memohon kepada-Mu, dengan wasilah Muhammad, ampunilah diriku.”

Maka Allah mewahyukan kepadanya, “Siapakah Muhammad?” Adam as menjawab, “Maha Berkah Nama-Mu, ketika Engkau ciptakan daku, aku tengadahkan kepalaku ke Arsy-Mu dan ternyata tertulis di dalamnya ‘Laa ilaaha illallahu Muhammadur Rasuulullah.’

Maka kuketahui bahwa Muhammad itu seseorang yang derajatnya tiada seorang pun yang sederajat dengannya, sehingga Engkau letakkan namanya berdampingan dengan nama-Mu.” Lalu Allah menurunkan wahyu padanya, “Wahai Adam, sesungguhnya ia adalah Nabi yang terakhir dari anak keturunanmu. Seandainya tidak karena ia, maka tidak Ku ciptakan dirimu.” (HR. Thabrani, Hakim, Abu Nu’aim, Baihaqi).

13. Ber-dzikir Laa ilaaha illallah akan menghindarkan dari penderitaan menjelang maut, kegelapan dan adzab kubur, serta mahsyar.
Dari Yahya bin Thalhah bin Abdullah ra bercerita, “Suatu ketika, terlihat Thalhah bersedih, maka orang-orang bertanya, “Mengapa kamu bersedih?”

Ia menjawab, “Sesungguhnya kudengar Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya aku mengetahui sebuah kalimat yang tiada seorang hamba membacanya menjelang mautnya, kecuali akan Allah hindarkan darinya segala penderitaannya dan wajahnya akan bersinar, dan akan ia lihat apa yang mengembirakannya.”

Namun belum sempat kutanyai beliau kalimat apakah itu hingga wafatnya.” Umar ra berkata, “Sesungguhnya aku mengetahui kalimat itu.” Ia menyahut, “Apa itu?”

Ia berkata, “Aku tidak mengetahui sebuah kalimat yang lebih agung daripada kalimat yang ia perintahkan pamannya dengannya, yaitu ‘Laa ilaaha illalaah’ ia berkata, “Demi Allah, itulah kalimatnya. Demi Allah itulah kalimatnya.” (HR. Baihaqi).

Ibnu Abbas ra berkata, “Suatu ketika Jibril as mendatangi Rasulullah saw ketika itu beliau sedang sangat sedih. Jibril as berkata, “Allah mengirim salam untukmu. Dan melihatmu seperti ini, Dia bertanya, “Ada apa?” (padahal Allah Maha Mengetahui isi hati makhluk-Nya. Ini hanya menunjukkan penghormatan kepada Nabi saw). Jawab beliau, “Wahai Jibril, aku sangat memikirkan, bagaimana umatku pada hari Kiamat nanti.”

Jibril bertanya, “Umatmu yang kafir atau yang muslim?” Sabda Nabi saw “Aku khawatir atas kaum muslimin.” Lalu Jibril membawa Nabi saw mengunjungi kuburan kaum muslimin dari Banu Salamah, Jibril memukul salah satu kubur itu dengan sayapnya, sambil berkata, “Dengan ijin Allah, bangkitlah kamu.”

Lalu bangkitlah seseorang yang sangat tampan, lalu ia mengucapkan. “Laa ilaaha illallahu Muhammadar rasuulullaahi, Alhamdulillaahi rabbil’aalamiin.” Kemudian Jibril menyuruhnya, “Kembalilah ke tempatmu.” Sabda Nabi saw “Seseorang akan dibangkitkan menurut keadaan ketika matinya.”

Dari Ibnu Umar ra, Rasulullah saw bersabda, “Bukanlah atas ahli Laa ilaaha illallah kegelapan di kubur mereka dan juga tidak di Mahsyar.

Seakan-akan aku melihat ahli Laa ilaaha illallah bangkit dari kuburnya sambil mengibaskan debu dari kepalanya lalu berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menjauhkan kami dari kesedihan.” Riwayat lain menyebutkan bahwa ahli Laa ilaaha illallah tak akan mengalami kegelapan saat mati, atau saat di kubur.” (HR. Thabrani, Baihaqi).

14. Dengan ber-dzikir Laa ilaaha illallah pintu langit sampai Arsy akan terbuka dan tidak ada hijab dengan Allah.
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah seseorang hamba membaca Laa ilaaha illallah, kecuali akan dibukakan baginya pintu langit hingga Arsy, selama ia menghindarkan diri dari dosa-dosa besar.” (HR. Tirmidzi).

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube