Share Me!

>
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Ketika saya menonton acara pada televisi Belanda - kanal KRO terkait acara Keuringdienst van Waarde, kalau di Indonesia hampir sama dengan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Tiba-tiba saja perut saya jadi mulas karena ingat roti yang baru saja saya makan bisa jadi terkontaminasi bahan kimia L-Cysteine.

Apa itu L-Cysteine, dan mengapa harus ada di dalam bahan makanan roti?
Pertanyaan ini akan lebih ramai kalau kita pertanyakan pada pabrik yang membuat makanan roti. Nah, apakah mereka menggunakan bahan kimia L-Cysteinesebagai bahan pengawet, pelembut struktur untuk roti?

Bila kita mengolah sendiri roti di rumah sebagai bahan konsumsi sehari-hari tentunya kita menghindari pemakaian L-Cysteine, namun pada pabrik roti tentunya perhitungan produk yang tahan lama / awet, roti yang lembut dan halus strukturnya merupakan jaminan utama bagian marketing.

BPOM Belanda ternyata menemukan beberapa roti pada supermarket dimana pada etiketnya tertera salah satu ingredientnya adalah L-Cysteine. Bahan kimia ini bahan dasarnya berasal dari bulu binatang, terutama bulu sapi, babi, dan bebek.

Saya bukan ahli kimia, sebagai bahan informasi bagaimana terbentuknya L-Cysteine secara senyawa kimia bisa kita lihat pada diagram di atas ini. Ternyata ketika L-Cysteine dalam pengolahan bukan hanya menggunakan bulu yang berasal dari binatang saja, tetapi juga rambut manusia!. Kita semua bertanya, darimana asal produk kimia L-Cysteine sebagai bahan penambah bumbu lezat dan tahan lamanya makanan roti ini ternyata jawabannya dari China. China pengekspor terbesar untuk Eropa bahan kimia L-Cysteine.

Lalu apa kaitannya rambut manusia yangsecara sengajaoleh pabrik di China di masukkan ke dalam olahan senyawa kimia L-Cysteine?. Jawabannya adalah:


  • Dalam senyawa L-Cysteine ternyata 20% berasal dari bahan dasar bulu binatang bebek dan 80% berasal dari sampah potongan rambut manusia.
  • Rambut manusia lebih murah dibandingkan dengan bulu binatang. Sebab itu di China kap salon (tempat gunting rambut) rata-rata menjual hasil sampah potongan rambut manusia ini ke pabrik yang membuat L-Cysteine.


Dalam cuplikan video dari KRO televisi Belanda yang menayangkan bagaimana pabrik di China mengolah sampah rambut manusia untuk akhirnya di sulap menjadi bahan kimia L-Cysteine yang siap untuk di campurkan ke dalam makanan manusia, dalam hal ini salah satunya rambut manusia.

Saya saksikan bagaimana kotornya sampah rambut manusia yang berasal dari kap salon (tempat gunting rambut). Di samping sampah potongan rambut manusia juga terlihat puntung rokok, korek kuping (bah!) dan kertas tissue kotor. Meskipun terjadi seleksi, tetap saja sampah potongan rambut itu semua benar-benar tidak hygiene. Dan secara mulus di ekspor ke Eropa sebagai bahan kimia pengawet makanan. Eropa bukan satu-satunya negara tujuan ekspor L-Cysteine China, tetapi juga Amerika Serikat dan Asia. Keterlaluan!

Bagaimana konsumen menghadapi hal ini?

Di jelaskan trik bagaimana kita mengetahui apakah roti yang kita beli dari supermarket itu aman dari bahan kimia L-Cysteine produksi China yang jelas-jelas menggunakan sampah potongan rambut manusia ketimbang binatang adalah;

Sebelum membeli roti, silahkan baca etikel yang tertera sebagai susunan bahan-bahan pembuatannya seperti kadar gula, pengawet, tepung, dan lain-lain.

Roti yang menggunakan bahan kimia L-Cysteine sebagai pengawet maka struktur roti akan lebih lembut dan halus. Sedangkan roti yang tidak menggunakan L-Cysteine sebagai bahan pengawet strukturnya lebih kasar dan tidak supel.

Nah, yang mana yang lebih anda suka?
Yang lembut dan bagus strukturnya serta awet, atau yang tidak supel tetapi tidak mengandung bahan kimia berbahaya bagi kesehatan kita?. Semuanya berpulang kepada kearifan kita memilih makanan yang sehat.

Apakah itu berarti kita Kanibal ?
Jawabannya variasi, di satu pihak mengatakan:

''Ya kita kanibal, karena kita makan juga bagian dari tubuh manusia'. 'Dan ini berarti pelanggaran HAM.

Di lain pihak tetap positive dengan apa yang secara nyata terjadi:

''Tidak, karena bagian itu toh sudah mati sama seperti kita menggigit kuku kita sendiri atau selembar rambut yang masuk dalam makanan dan secara tidak sengaja masuk ke dalam mulut kita".

Siapa yang harus kita salahkan dalam hal ini?

Produsen, dalam hal ini China sebagai pengekspor besar di dunia. Langkah apa yang harus kita berikan sebagai sanksi untuk pelanggaran ini?


  • Komisi EU terkait bidang pengamanan bahan makanan dan minuman yang ternyata lengah atau sengaja lengah karena memilih jalur hubungan perekonomian.
  • Pabrik roti karena mereka lebih memilih produk yang lebih murah ketimbang mematuhi peraturan Kementrian Kesehatan.
  • Kita sendiri, konsumen yang tidak jeli dan lebih suka memilih yang murah meriah.


Satu hal yang jelas, anda menyukai mengolah roti sendiri sebagai konsumsi keluarga maka anda memilih jalan yang tepat. Pilihlah bahan-bahan yang aman dari kontaminasi bahan-bahan kimia meskipun bahan-bahan ini diproklamirkan sebagai campuran yang aman.

Pada pertemuan produsen bahan kimia untuk makanan di Frankfurt

Jerman utusan China tidak mengizinkan kunjungan Keuringdienst van Waarde Belanda untuk mengunjungi pabrik L-Cysteine di China, agar pengolahan L-Cysteine bisa disaksikan dari dekat. Dengan alasan pemilik pabrik di China khawatir produksi mereka akan di tolak oleh Eropa oleh karena sikon pabrik pengolahan demikian kotor tidak memenuhi persyaratan kebersihan sebuah pabrik. Sedangkan di lain pihak Eropa menyambut hangat kerja sama bidang perekonomian dengan China - Welcome China !

Siapakah yang bodoh sebenarnya? Kalau saya katakan, dua-duanya bodoh-bodoh pintar. Tidak China tidak juga negara pengimport. Dua-duanya hanya memikirkan bagaimana hubungan perekonomian tetap berlangsung, tidak menjadi masalah apakah kesehatan manusia menjadi taruhannya. yang penting target. Manusia sehat, maka sepilah tempat praktek para dokter, manusia mengolah sendiri roti di rumah, maka tutuplah pintu pabrik roti. Dengan kata lain, perekonomian ''berhenti- mati!''(da08022014nl)
Referensi; KRO.nl

Tags saya untuk; BPOM Indonesia, Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI
--©DellaAnna2014-

VOA Islam

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

©SOURCE
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Pada hari Minggu, satu keluarga bertamasya dengan membawa beberapa kaleng minuman.Pada hari Senin, dua anggota keluarga dibawa ke rumah sakit dan ditempatkan di ruang intensive care unit. Dia meninggal pada hari Rabu. Hasil autopsi menyimpulkan ia terkena Leptospirosis. Hal ini terlacak pada kaleng minuman yang diminumnya tanpa menggunakan gelas. Hasil tes menunjukkan kaleng tersebut telah terinfeksi urin tikus yang sudah mengering yg mengandung leptospira.

Sangat dianjurkan agar membilas secara merata bagian atas semua kaleng minuman sebelum meminumnya. Kaleng biasanya disimpan di dalam gudang dan langsung diantarkan ke toko-toko tanpa dibersihkan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa bagian atas semua kaleng minuman lebih terkontaminasi dibandingkan toilet umum (penuh kuman dan bakteri). Jadi, bersihkan dengan air sebelum memasukkannya ke mulut untuk menghindari segala jenis kecelakaan fatal. Mohon forward pesan ini kepada semua orang yang kita sayangi.

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Gambaran dari masyarakat mukmin adalah masyarakat yang tenang dengan akidah tauhid, dan mereka ridha dengan ketentuan Allah dalam soal rezeki dan ajal, sehingga mereka tidak bisa digoyahkan oleh apapun dan tidak dapat digoncangkan dengan kekuatan apapun. Sebaliknya dengan gambaran masyarakat jahiliyah, syaraf mereka selalu tegang, hati mereka selalu cemas, pikiran mereka selalu bingung.

Pengangguran di dunia barat hari demi hari kian meningkat. Dan kamu dapati seseorang di antara mereka dari saat ke saat mendapat surat pemberitahuan PHK, oleh karena perusahaan bangkrut atau hampir bangkrut, tak ia dapati solusi kedepannya kecuali bunuh diri dan mati, karena seluruh hidupnya hanya bertalian dengan gajinya, maka jika gajinya terputus, ia berfikir kehidupannya telah putus pula.

Beda jauh dengan kehidupan seorang muslim, apabila ditimpa bencana dan himpit kesulitan, maka ia langsung berhubungan dengan Allah, merendahkan diri dan menghiba di hadapanNya, dan memohon agar disingkirkan kesusahannya, dihilangkan kesedihannya, dan di hapuskan penderitaannya.

Berhati hatilah terhadap rencana Zionis Yahudi internasional dalam protokol ke empat :

“ Akan kita cabut kepercayaan kepada Allah dari benak orang orang kristiani, kemudian kita letakkan sebagai gantinya berupa angka angka hitung dan aktivitas aktivitas duniawi…”

Dan Yahudi berhasil menjadikan kristiani seperti itu, dan sekarang mereka mulai merusak umat Islam dengan budaya kapitalismenya disegala bidang. Dalam rangka menggantungkan harapan dengan materi dan hitungan. Dimana budaya ini rentan dan dipersiapkan dengan kedatangan Ad Dajjal dimana ia mengaku sebagai Rabb tertinggi diakhirzaman ini.

Dajjal simata satu tertera dalam uang Dollar, dimana sentralisasi mata uang dunia seakan menggambarkan mata satu dajjal yang dibawakan hadits-hadits tentang Ad-Dajjal laknatullah. Memang saat ini dollar merupakan symbol kapitalisme ( Fitnah/Ujian Iman sebelum fitnah dajjal ) yang mewabah disegala bidang kehidupan.

Ad-Dajjal disebut-sebut di dekat Rasulullah صلى الله عليه و سلم lalu beliau bersabda, "Sungguh fitnah sebagian dari kalian lebih aku takutkan dari fitnahnya Ad-Dajjal dan tiada seseorang dapat selamat dari aneka fitnah sebelum fitnah Ad-Dajjal melainkan pasti selamat pula darinya (fitnah Dajjal) sesudahnya. Dan tiada fitnah yang dibuat sejak adanya dunia ini —baik kecil ataupun besar— kecuali untuk (menjemput) fitnah Ad-Dajjal." (Hadits Shahih Riwayat Ahmad No. 22215)

(“Kisah Dajjal”— Pustaka Imam Asy-Syafi’i; hlm. 92)

Akan tiba waktunya betapa sulitnya makanan mendekati masa kemunculan oknum Dajjal dijelaskan dalam sebuah hadits sbb :

“Asma’ berkata, “Akan tetapi mereka tidak mendapatkan apa-apa sehingga aku khawatir terkena musibah kelaparan, dan apa yang bisa dimakan oleh kaum mukmin pada waktu itu?” Jawab Nabi صلى الله عليه و سلم :

يَجْزِيهِمْ مَا يَجْزِي أَهْلَ السَّمَاءِ

“Allah سبحانه و تعالى mencukupkan kepada mereka dengan makanan yang diberikan kepada penduduk langit (Malaikat).” (HR. Ahmad No. 26298)

Asma’ berkata, “Wahai Nabi Allah, bahwasanya Malaikat tidak makan dan tidak minum.” Jawab Nabi صلى الله عليه و سلم :

“Akan tetapi mereka membaca tasbih dan mensucikan Allah سبحانه و تعالى , dan itulah makanan dan minuman kaum beriman saat itu, tasbih dan taqdis.”

“Sesungguhnya tiga tahun sebelum kemunculan Ad-Dajjal, di tahun pertama, langit menahan sepertiga air hujannya, bumi menahan sepertiga hasil tumbuhannya, dan di tahun kedua, langit menahan dua pertiga air hujannya, dan bumi juga menahan dua pertiga hasil tanamannya. Dan di tahun ketiga langit menahan seluruh yang ada padanya dan begitu pula bumi, sehingga binasalah setiap yang memiliki gigi pemamah dan kuku.”

(HR. Abdul Razzaq, ath-Thayalisi, Ahmad, Ibnu Asakir. Ibnu Katsir berkata, “Isnad ini merupakan isnad yang tidak ada cacat (laa ba’sa bihi).”

Jika Nabi صلى الله عليه و سلم menyatakan bahwa “sehingga binasalah setiap yang memiliki gigi pemamah dan kuku”, itu berarti setiap hewan yang memberikan protein utama bagi manusia menjadi punah. Seperti di antaranya ialah: kambing, domba, sapi, kerbau dan onta. Dan sebab itulah Asma’ menjadi khawatir apa yang bakal menjadi makanan kaum beriman di masa itu. Lalu Nabi صلى الله عليه و سلم menjelaskan bahwa makanan kaum mukmin di masa itu ialah makanan penghuni langit, yaitu para malaikat. Dalam hal ini berupa tasbih dan taqdis.

Masya Allah…! Nabi صلى الله عليه و سلم memberi tahu kita yang hidup di masa menjelang datangnya puncak fitnah, yakni Ad-Dajjal, bahwa jenis makanan orang beriman adalah semisal dengan makanan para malaikat. Bayangkan…! Betapa pentingnya kedudukan dan peranan dzikrullah di masa fitnah menjelang hadirnya Ad-Dajjal. Sedemikian pentingnya mengingat Allah سبحانه و تعالى (dzikrullah) sehingga jika dilakukan dengan baik dan benar, maka ia dapat menggantikan fungsi makanan, khususnya protein, yang pada masa itu menjadi barang langka jika tidak bisa dikatakan musnah sama sekali.

Maka saudaraku, alangkah pentingnya ummat Islam sejak sekarang sudah melatih diri dan keluarganya untuk melakukan dzikrullah yang berkualitas dan sebanyak mungkin. Baik dzikrullah yang formal, seperti sholat lima waktu yang hukumnya fardhu ‘ain, maupun dzikrullah yang non-formal seperti berbagai wirid yang dianjurkan oleh Rasulullah صلى الله عليه و سلم . Pantas bilamana Allah سبحانه و تعالى menurunkan ayat khusus berisi perintah untuk dzikrullah sebanyak mungkin.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلا

“Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” (QS. Al-Ahzab [33] : 41-42)

Bila ummat Islam sudah membiasakan sejak dini berdzikir mengingat Allah سبحانه و تعالى sebanyak mungkin dan diiringi dengan kualitas pelaksanaan yang bermakna, niscaya perlahan tapi pasti kegiatan dzikrullah akan menjadi suatu kebutuhan bagi ruhani mukmin laksana makanan dan protein yang dibutuhkan oleh tubuh. Jadi, sejak sekarang setiap mukmin perlu meningkatkan kualitas dan kuantitas dzikrullah sebab kita tidak tahu kapan tiga tahun sulit menjelang keluarnya Ad-Dajjal datang. Lebih baik mempersiapkan diri dan keluarga sedini mungkin daripada terlambat.

Alhamdulillah, kita bersyukur Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم memberi tahu beberapa pesan khusus mengenai wirid yang berkaitan dengan fitnah Ad-Dajjal, seperti:

مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ

“Barangsiapa menghafal sepuluh ayat pertama surah Al-Kahfi, ia terlindungi dari fitnah Dajjal.” (HR. Abu Dawud)

من قرأ سورة الكهف كما أنزلت كانت له نورا يوم القيامة من مقامه إلى مكة ومن قرأ عشر آيات من آخرها ثم خرج الدجال لم يضره

“Barangsiapa membaca surah Al-Kahfi sebagaimana diturunkan, maka baginya cahaya di hari Kiamat dari tempatnya hingga Mekkah, dan barangsiapa membaca sepuluh ayat terakhir surah Al-Kahfi lalu Ad-Dajjal keluar, maka Ad-Dajjal tidak akan dapat memudharatkannya.” (Dishahihkan oleh Al-Albani)

إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

Jika salah seorang diantara kalian ber-tasyahud (dalam sholat), hendaklah meminta perlindungan kepada Allah سبحانه و تعالى dari empat perkara dan berdoa, “ALLAHUMMA INNI A’UUDZUBIKA MIN ‘ADZAABI JAHANNAMA WAMIN ‘ADZAABIL QABRI WAMIN FITNATIL MAHYAA WAL MAMAAT WAMIN SYARRI FITNATIL MASIIHID DAJJAL (Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari siksa jahannam dan siksa kubur, dan fitnah kehidupan dan kematian, serta keburukan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal).” (HR. Muslim No. 924).

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Peringatan Untuk Kaum Hawa

Posted by zen | 15.35 Categories:
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Di kisahkan dari. Sayyidina Ali bin Abi Tholib ra :

"Suatu hari, aku dan Fatimah melihat Nabi sedang menangis tersedu- sedu. Lalu kami bertanya: ”Ya Rasulullah, apa yang membuatmu menangis seperti ini”.

Rasulullah menjawab: "Di malam Mi’raj, aku melihat sekelompok wanita dari umatku dalam keadaan tersiksa dengan siksaan yang pedih hingga membuatku menangis. Aku melihat perempuan dalam keadaan rambutnya tergantung dan otaknya mendidih. Aku melihat perempuan yang lidahnya terjulur dan disiram dengan air neraka yang panas. Dan sebagian lagi memakan dagingnya sendiri, di bawah badan mereka ada api yang menyala, dan sebagian lagi kaki dan tangan dalam keadaan terikat, sedangkan ular dan kalajengking mengelilinginya. Dan wanita yang lainnya dalam keadaan tuli dan bisu dan dia ditaruh dalam peti yang penuh dengan api yang menyala. Otaknya keluar dari hidungnya dan badannya robek-robek sampai terpisah dari tulangnya. Dan berbagai siksaan-siksaan yang aku lihat di sana.”

Lalu Sayyidah Fatimah bertanya: ”Ya Rasulullah, mengapa mereka di siksa oleh Allah SWT sedangkan mereka adalah wanita-wanita yang beriman ?”

Rasulullah menjawab: “Wahai Puteriku, wanita yang digantung rambutnya, adalah wanita yang tidak memakai Jilbab padahal kebenaran sudah disampaikan kepadanya. Wanita yang lidahnya terjulur dan digunting dengan gunting raksasa adalah wanita yang menyakiti hati suaminya. Wanita yang payudaranya di gantung adalah wanita yang tidak mau tidur dengan suaminya. Wanita yang kakinya di gantung adalah wanita yang keluar dari rumah tanpa seizin suaminya. Wanita yang memakan dagingnya sendiri adalah wanita yang merias dirinya untuk orang lain. Wanita yang kakinya diikat dan di kelilingi ular dan kalajengking adalah wanita yang sholat dengan pakaian najis serta tidak mandi setelah haid atau bersenggama. Wanita yang tuli dan bisu adalah wanita yang berbuat zina dan anak-anaknya diserahkan pada suaminya. Wanita yang menggunting badannya sendiri adalah wanita yang membanggakan diri sendiri pada orang lain. Wanita yang badannya dan mukanya terbakar dan dia memakan ususnya serta semua isi perutnya adalah wanita yang menyuruh orang lain berbuat zina. Wanita yang kepalanya kepala babidan badannya badan keledai adalah wanita yang suka berbohong dan mengadu domba, dan wanita wanita telanjang yang bermuka anjing lalu api neraka dimasukkan dari duburnya dan keluar dari mulutnya adalah wanita yang suka bernyanyi di tempat-tempat maksiat”.

Suatu hari Sayyidah Aisyah datang menghadap Nabi dan bertanya: ”Ya Rasulullah , siapa yang paling berhak terhadap seorang perempuan?”

Nabi menjawab: "Suaminya”.

Sayyidah Aisyah bertanya: "Siapa yang paling berhak terhadap seorang laki-laki?”

Nabi menjawab: "Ibunya”

Dalam suatu riwayat Muadz bin Jabal datang dari syam lalu dia sujud dihadapan Rasulullah. Rasulullah bertanya: ”Apa yang sedang kamu lakukan”. Muadz menjawab: ” Ini adalah adat buat kami, apabila seorang pemimpin datang, kami harus bersujud kepada pemimpin tersebut, dan akupun ingin bersujud padamu ya Rasulullah”.

Lalu Rasulullah bersabda: ”Janganlah kalian bersujud terhadap sesama manusia. Dan seandainya sujud terhadap manusia itu diperbolehkan, maka aku akan memerintahkan perempuan untuk sujud pada suaminya. Dan aku bersumpah atas nama Allah tidak ada perempuan yang mengerjakan hak Allah kecuali dia mengerjakan hak-hak suaminya”.

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Keajaiban Cinta Istri Shalihah

Posted by zen | 15.25 Categories:
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Seorang istri menceritakan kisah suaminya pada tahun 1415 H, ia berkata:

Suamiku adalah seorang pemuda yang gagah, semangat, rajin, tampan, berakhlak mulia, taat beragama, dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Ia menikahiku pada tahun 1390 H. Aku tinggal bersamanya (di kota Riyadh) di rumah ayahnya sebagaimana tradisi keluarga-keluarga Arab Saudi.

Aku takjub dan kagum dengan baktinya kepada kedua orang tuanya. Aku bersyukur dan memuji Allah yang telah menganugerahkan kepadaku suamiku ini. Kamipun dikaruniai seorang putri setelah setahun pernikahan kami.

Lalu suamiku pindah kerjaan di daerah timur Arab Saudi. Sehingga ia berangkat kerja selama seminggu (di tempat kerjanya) dan pulang tinggal bersama kami seminggu. Hingga akhirnya setelah 3 tahun, dan putriku telah berusia 4 tahun.

Pada suatu hari yaitu tanggal 9 Ramadhan tahun 1395 H tatkala ia dalam perjalanan dari kota kerjanya menuju rumah kami di Riyadh ia mengalami kecelakaan, mobilnya terbalik. Akibatnya ia dimasukkan ke Rumah Sakit, ia dalam keadaan koma. Setelah itu para dokter spesialis mengabarkan kepada kami bahwasanya ia mengalami kelumpuhan otak. 95 persen organ otaknya telah rusak.

Kejadian ini sangatlah menyedihkan kami, terlebih lagi kedua orang tuanya lanjut usia. Dan semakin menambah kesedihanku adalah pertanyaan putri kami (Asmaa') tentang ayahnya yang sangat ia rindukan kedatangannya. Ayahnya telah berjanji membelikan mainan yang disenanginya.

Kami senantiasa bergantian menjenguknya di Rumah Sakit, dan ia tetap dalam kondisinya, tidak ada perubahan sama sekali. Setelah lima tahun berlalu, sebagian orang menyarankan kepadaku agar aku cerai darinya melalui pengadilan, karena suamiku telah mati otaknya, dan tidak bisa diharapkan lagi kesembuhannya.

Yang berfatwa demikian sebagian syaikh -aku tidak ingat lagi nama mereka- yaitu bolehnya aku cerai dari suamiku jika memang benar otaknya telah mati. Akan tetapi aku menolaknya, benar-benar aku menolak anjuran tersebut.

Aku tidak akan cerai darinya selama ia masih ada di atas muka bumi ini. Ia dikuburkan sebagaimana mayat-mayat yang lain atau mereka membiarkannya tetap menjadi suamiku hingga Allah melakukan apa yang Allah kehendaki.

Aku pun memfokuskan konsentrasiku untuk mentarbiyah putri kecilku. Aku memasukannya ke sekolah tahfiz al-Quran hingga akhirnya iapun menghafal al-Qur'an padahal umurnya kurang dari 10 tahun. Dan aku telah mengabarkannya tentang kondisi ayahnya yang sesungguhnya. Putriku terkadang menangis tatkala mengingat ayahnya, dan terkadang hanya diam membisu.

Putriku adalah seorang yang taat beragama, ia senantiasa sholat pada waktunya, ia sholat di penghujung malam padahal sejak umurnya belum 7 tahun. Aku memuji Allah yang telah memberi taufiq kepadaku dalam mentarbiyah putriku, demikian juga neneknya yang sangat sayang dan dekat dengannya, demikian juga kakeknya rahimahullah.

Putriku pergi bersamaku untuk menjenguk ayahnya, ia meruqyah ayahnya, dan juga bersedekah untuk kesembuhan ayahnya. Pada suatu hari di tahun 1410 H, putriku berkata kepadaku : Ummi biarkanlah aku malam ini tidur bersama ayahku. Setelah keraguan menyelimutiku akhirnya akupun mengizinkannya.

Putriku bercerita:

Aku duduk di samping ayah, aku membaca surat Al-Baqoroh hingga selesai. Lalu rasa kantukpun menguasaiku, akupun tertidur. Aku mendapati seakan-akan ada ketenangan dalam hatiku, akupun bangun dari tidurku lalu aku berwudhu dan sholat –sesuai yang Allah tetapkan untukku-.

Lalu sekali lagi akupun dikuasai oleh rasa kantuk, sedangkan aku masih di tempat sholatku. Seakan-akan ada seseorang yang berkata kepadaku, "Bangunlah!, bagaimana engkau tidur sementara Ar-Rohmaan (Allah) terjaga??, bagaimana engkau tidur sementara ini adalah waktu dikabulkannya doa, Allah tidak akan menolak doa seorang hamba di waktu ini??"

Akupun bangun, seakan-akan aku mengingat sesuatu yang terlupakan … lalu akupun mengangkat kedua tanganku (untuk berdoa), dan aku memandangi ayahku –sementara kedua mataku berlinang air mata-. Aku berkata dalam do'aku.

"Yaa Robku, Yaa Hayyu (Yang Maha Hidup) … Yaa 'Adziim (Yang Maha Agung) .., Yaa Jabbaar (Yang Maha Kuasa) …, Yaa Kabiir (Yang Maha Besar) …, Yaa Mut'aal (Yang Maha Tinggi) …, Yaa Rohmaan (Yang Maha Pengasih) …, Yaa Rohiim (Yang Maha Penyayang) …, ini adalah ayahku, seorang hamba dari hamba-hambaMu, ia telah ditimpa penderitaan dan kami telah bersabar, kami Memuji Engkau …, kemi beriman dengan keputusan dan ketetapanMu baginya …

Ya Allah…, sesungguhnya ia berada dibawah kehendakMu dan kasih sayangMu. Wahai Engkau yang telah menyembuhkan Nabi Ayyub dari penderitaannya, dan telah mengembalikan nabi Musa kepada ibunya … Yang telah menyelamatkan Nabi Yuunus dari perut ikan paus, Engkau Yang telah menjadikan api menjadi dingin dan keselamatan bagi Nabi Ibrahim … sembuhkanlah ayahku dari penderitaannya. Ya Allah … sesungguhnya mereka telah menyangka bahwasanya ia tidak mungkin lagi sembuh. Ya Allah milikMu-lah kekuasaan dan keagungan, sayangilah ayahku, angkatlah penderitaannya"

Lalu rasa kantukpun menguasaiku, hingga akupun tertidur sebelum subuh. Tiba-tiba ada suara lirih menyeru.

"Siapa engkau?, apa yang kau lakukan di sini?".

Akupun bangun karena suara tersebut, lalu aku menengok ke kanan dan ke kiri, namun aku tidak melihat seorangpun. Lalu aku kembali lagi melihat ke kanan dan ke kiri ternyata yang bersuara tersebut adalah ayahku. Maka akupun tak kuasa menahan diriku, lalu akupun bangun dan memeluknya karena gembira dan bahagia. Sementara ayahku berusaha menjauhkan aku darinya dan beristighfar. Ia berkata:

"Ittaqillah …(Takutlah engkau kepada Allah ….). Engkau tidak halal bagiku!".

Maka aku berkata kepadanya:

"Aku ini putrimu Asmaa".

Maka ayahku pun terdiam. Lalu aku pun keluar untuk segera mengabarkan para dokter. Merekapun segera datang, tatkala mereka melihat apa yang terjadi merekapun keheranan. Salah seorang dokter Amerika berkata –dengan bahasa Arab yang tidak fasih- :

"Subhaanallahu …".

Dokter yang lain dari Mesir berkata:

"Maha suci Allah Yang telah menghidupkan kembali tulang belulang yang telah kering …".

Sementara ayahku tidak mengetahui apa yang telah terjadi, hingga akhirnya kami mengabarkan kepadanya. Iapun menangis …dan berkata: اللهُ خُيْرًا حًافِظًا وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِيْنَ

Sungguh Allah adalah Penjaga Yang terbaik dan Dialah yang Melindungi orang-orang sholeh. Demi Allah tidak ada yang kuingat sebelum kecelakaan kecuali sebelum terjadinya kecelakaan aku berniat untuk berhenti melaksanakan sholat dhuha, aku tidak tahu apakah aku jadi mengerjakan sholat dhuha atau tidak ..??

Sang istri berkata:

Maka suamiku Abu Asmaa' akhirnya kembali lagi bagi kami sebagaimana biasanya yang aku mengenalinya, sementara usianya hampir 46 tahun. Lalu setelah itu kamipun dianugerahi seorang putra, Alhamdulillah sekarang umurnya sudah mulai masuk tahun kedua. Maha suci Allah Yang telah mengembalikan suamiku setelah 15 tahun. Yang telah menjaga putrinya, yang telah memberi taufiq kepadaku dan menganugerahkan keikhlasan bagiku hingga bisa menjadi istri yang baik bagi suamiku meskipun ia dalam keadaan koma. Maka janganlah sekali-kali kalian meninggalkan do'a, sesungguhnya tidak ada yang menolak qodoo' kecuali do'a barang siapa yang menjaga syari'at Allah maka Allah akan menjaganya.

Jangan lupa juga untuk berbakti kepada kedua orang tua dan hendaknya kita ingat bahwasanya di tangan Allah lah pengaturan segala sesuatu di tanganNya lah segala taqdir, tidak ada seorangpun selainNya yang ikut mengatur. Ini adalah kisahku sebagai 'ibroh (pelajaran), semoga Allah menjadikan kisah ini bermanfaat bagi orang-orang yang merasa bahwa seluruh jalan telah tertutup, dan penderitaan telah menyelimutinya, sebab-sebab dan pintu-pintu keselamatan telah tertutup

(*click source)
(**Diterjemahkan oleh Ustadz Firanda Andirja)

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

"Hati-Hati Amarahmu, Duhai Ibuku"

Posted by zen | 14.42 Categories:
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Sore itu aku baru pulang dari bekerja. Badan dan pikiran yang lelah karena persoalan menumpuk di tempat kerja, membuat kondisi emosiku agak labil. Sampai di rumah aku berharap tak mendapati hal yang membuat emosiku makin naik. Memiliki tiga anak yang sangat aktif sering kali membuat emosiku naik turun. Keinginanku untuk mendapat ketenangan sejenak di rumah tak terkabul. Sore itu sesampai di rumah, ketiga anakku belum mandi dan rumah berantakan. Meski memiliki khadimat, tapi khadimatku masih terlalu muda, sehingga banyak pekerjaan yang tak tertangani dengan baik olehnya. Sulungku yang berusia 6 tahun asyik dengan game. Putri keduaku dan si bungsu asyik bermain, berlari ke sana kemari. Emosiku mulai kembali naik.

"Ummi, Haris dari tadi disuruh mandi nggak mau". Lapor khadimatku.

"Haris, mandi". Kataku berusaha lembut.

"Nggak mau ah!”

"Haris, mandi sama Mbak sekarang"

Haris tak bergeming. Rasa lelah, pikiran yang masih penuh, ditambah khadimat yang tak becus dan si Sulung yang tak mau menuruti perintahku, makin menambah emosi di dada.

"Haris, mandi sekarang juga!”

Kali ini aku benar-benar tak bisa mengontrol ucapanku. Kurasa suaraku begitu keras. Haris tampak kaget. Tapi hanya sejenak. Kemudian dari mulut mungilnya kudengar kata:

"Entar, bego!”

Rasanya emosiku sudah tak di dada lagi, tapi sudah naik hingga ubun-ubun. Dari mana dia mendapat perkataan itu?. Bagaimana mungkin Haris-ku bisa berkata seperti itu pada ibunya?. Kupegang kedua bahunya, masih dengan amarah di dada.

"Bicara apa kamu? Dari mana dapat omongan itu? Dengar ya, UMMI NGGAK IKHLAS kamu bicara seperti itu. Ummi nggak ikhlas! Sekarang juga kamu minta maaf!”

"Ayo, minta maaf sama Ummi!”

"Ma-af, Mi”

"Ya sudah, Ummi maafkan. Sekarang kamu mandi sama Mbak!” kataku. Ucapan ”Ummi maafkan” sepertinya hanya sekadar saja keluar dari mulutku. Amarah dan kecewa anakku mengucapkan kalimat tadi masih menggumpal di dadaku.

Keesokan harinya, amarahku sudah terkikis. Sore hari aku mengecek pelajaran Haris. aku ingat esok hari Haris ada tugas mengulang mengulang hafalan.

"Ah, surat-surat yang mesti diulang hampir semua sudah Haris hafal. Insya Allah, Haris bisa.” kataku yakin.

Setelah itu aku membantu Haris untuk mengulang hafalan.

"Ayo, baca bismillah dulu, Ris...”

"Bis...” suara Haris terputus.

"Lho kok, bis... bis-millah...”

"Bis...” lagi-lagi suara Haris terputus.

"Haris... jangan bercanda. Ayat Al Quran jangan dipermainkan. Ayo ulang lagi, bismillah...”

"Bis...”

"Haris!” emosiku mulai naik.

"Tapi, Mi... Haris nggak bisa...”

"Masak bismillah saja tidak bisa, bis-mi-Allah...”

Haris mencoba mengulang, tapi lagi-lagi terhenti di kata ”bis”. Aku benar-benar tak habis pikir.

"Haris! Ummi serius ini. Kamu jangan bercanda, mempermainkan ayat Al Quran! Coba, A-L-L-A-H...”

"A.... A... Ummi haris nggak bisa...”

"-L-L-A-H.... ulang lagi... A-L-L-A-H… BISMILLAH…”

“A…. A…”

Aku mulai panik. Kuamati wajah Haris. Dia tak terlihat bercanda atau mempermainkanku.

“Istighfar dulu, Ris, As-tag-fi-ru-llah…”

”Astagfiru...” lagi-lagi suara Haris terputus.

Aku semakin panik. Ada apa dengan anakku? Padahal dia sudah hafal setengah juz 30. bagaimana mungkin menyebut ”bismillah”, ”astagfirullah,” bahkan ”Allah” saja tak bisa. Aku berusaha menenangkan diri.

"Yuk, bareng Ummi... kita istighfar...”

"Astagfirullah...”

Namun lagi-lagi, Haris tak dapat menyelesaikan kalimat tersebut. Aku benar-benar tak habis pikir. Beberapa kali kuminta Haris mengulang kata Allah tak juga bisa. Tiba-tiba runtunan kejadian kemarin berkelebat di otakku.

"Astagfirullah”. Kuucap berulang kali

Kalimat "ummi tidak ikhlas” terngiang-ngiang. Inikah yang menyebabkan Haris tak dapat menyebut kata Allah?. Tapi bagaimana mungkin?. Haris masih kecil, baru 6 tahun. Namun, tak ada yang tak mungkin bagi Allah untuk menunjukkan kuasa-Nya. Langsung kupeluk Haris, air mata berbulir jatuh.

"Maafkan Ummi, ya, Ris... maafkan, Ummi. Ummi juga memaafkan semua kekhilafan Haris. Ummi maafkan kesalahan Haris”

Kupeluk Haris makin erat. Haris tampak tak mengerti. Air mataku menderas.

"Maafkan Ummi... dan Ummi maafkan Haris...”

Setelah beberapa saat menenangkan diri, aku minta Haris untuk sama-sama membaca istighfar kembali. Dan subhanallah... tanpa kesulitan Haris mengucap dengan lancar. Dan kemudian kalimat bismillah dan kemudian surat-surat Al Quran yang hendak ia ulang semua lancar dibaca.

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

10 Fakta Menarik Tentang Air Mata

Posted by zen | 21.35 Categories:
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Semua orang di dunia ini pasti pernah menangis. Bahkan pertama kali dilahirkan di dunia, setiap bayi pasti menangis terlebih dahulu. Namun faktanya, ternyata banyak orang yang tak mengetahui banyak hal tentang air mata mereka sendiri.

Air mata sebenarnya berfungsi untuk membuat mata tetap lembap dan tidak kering. Air mata juga berfungsi untuk mencegah infeksi serta menjaga kesehatan mata. Hal ini berlaku bagi hewan dan manusia. Meski begitu, air mata manusia berbeda dengan hewan karena berkaitan dengan emosi dan pengalaman unik yang hanya dimiliki manusia.

Berikut ini adalah beberapa fakta menarik mengenai air mata yang tak banyak diketahui oleh manusia, bahkan mungkin oleh Anda sendiri. Penasaran? Simak rinciannya berikut ini, seperti dilansir oleh Huffington Post (10/01).

1. Ada berbagai macam jenis air mata
Anda mungkin berpikir bahwa hanya ada satu jenis air mata, yaitu yang keluar ketika Anda mengalami emosi. Namun fakta sesungguhnya, ada setidaknya tiga jenis air mata. Pertama adalah air mata basal yang bertugas untuk membasahi dan menjaga kelembapan serta kesehatan mata. Dalam jurnal The Riddle of Emotional Tears: Why Do We Cry, jenis air mata kedua adalah air mata refleks. Air mata ini biasanya muncul ketika mata kita terganggu seperti terkena angin, asap, bawang merah, atau debu.

Air mata jenis ketika dan mungkin yang paling familiar dengan Anda adalah air mata yang berkaitan dengan emosi. Air mata emosional ini keluar ketika manusia merasa emosi yang berlebihan. Penelitian pada tahun 1980-an mengungkap bahwa air mata emosi ini mengandung lebih banyak protein dibandingkan jenis air mata lainnya.

2. Penyebab air mata belum pasti
Hingga saat ini, melalui banyak teori, peneliti masih belum bisa memastikan mengapa manusia bisa menangis dan mengeluarkan air mata. Beberapa peneliti mengungkap bahwa manusia menangis untuk menunjukkan adanya tekanan dalam diri mereka, namun ini ketika mereka menangis tanpa mengeluarkan suara.

Seiring berjalannya waktu penelitian menemukan kembali alasan berbeda mengapa manusia menangis, yaitu untuk menunjukkan adanya masalah. Namun hal ini berbeda dengan bayi, mereka menangis untuk mendapatkan perhatian dari orang tua. Orang dewasa menangis untuk mendapatkan simpati, namun juga untuk meredakan suasana yang memanas atau pertengkaran. Air mata juga bisa berasal dari rasa bersalah, atau merupakan alat yang digunakan untuk menyelamatkan sebuah hubungan. Banyaknya kemungkinan ini membuat peneliti masih bingung tentang apa penyebab munculnya air mata.

3. Komposisi air mata sama dengan liur
Hal ini mungkin mengejutkan. Namun penelitian memang menunjukkan bahwa secara umum, komposisi air mata kita sama dengan air liur. Air mata mengandung protein, garam, dan hormon. Begitu juga dengan air liur. Namun uniknya, air mata memiliki rasa dan bau yang berbeda dengan air liur. Hingga saat ini, hal ini tak dijelaskan secara gamblang oleh peneliti.

4. Wanita lebih sering menangis daripada pria
Wanita menangis rata-rata 5,4 kali dalam sebulan, sementara pria hanya 1,4 kali dalam sebulan. Dengan begitu, diketahui bahwa wanita bisa menangis lima kali lebih banyak dibandingkan pria. Sebuah hasil penelitian di Telegraph mengungkap bahwa rata-rata wanita menangis selama enam menit. Sementara pria rata-rata hanya menangis dua hingga empat menit. Tangisan bisa berubah menjadi sesenggukan pada 65 persen wanita, sementara hal yang sama hanya terjadi pada enam persen pria.

Meski begitu, perbedaan kuantitas tangisan pda pria dan wanita juga dipengaruhi oleh budaya. Namun secara biologi diketahui bahwa kelenjar air mata wanita memang diciptakan berbeda dan berkemungkinan lebih sering menangis daripada pria. Kelenjar air mata wanita lebih besar dibandingkan pria. Sementara bagian untuk menampung air mata pada pria lebih besar dibanding wanita, sehingga jika jumlah air mata yang dihasilkan sama, air mata wanita yang akan duluan menetes dan mengalir ke pipi.

5. Mengapa saat menangis, air liur juga mengalir?
Banyak orang yang mulai mengeluarkan ingus ketika mereka menangis. Hal ini sebenarnya wajar terjadi. Ketika kelenjar air mata mengeluarkan air mata yang berlebihan, beberapa mengalir ke lubang hidung dan keluar lewat hidung. Ini berarti yang keluar dari hidung sebenarnya bukan ingus yang berlendir, melainkan air mata yang melewati lubang hidung. Ada juga orang yang merasa pusing setelah menangis. Peneliti berasumsi bahwa hal ini berkaitan dengan dehidrasi yang dialami dalam kepala karena terlalu banyak cairan yang dikeluarkan.

6. Menangis saat mengiris bawang
Mengiris bawang merah bisa membuat beberapa orang menangis. Hal ini karena bawang mengandung zat kimia yang bisa merangsang kelenjar lacrimal, tempat diproduksinya air mata. Untuk itulah mengapa banyak orang yang menangis dan mengeluarkan air mata ketika mengiris bawang.

7. Air mata berpengaruh pada orang lain
Jangan mengira bahwa air mata hanya berpengaruh pada diri sendiri. Faktanya, air mata juga bisa mempengaruhi orang lain. Penelitian pada tahun 2011 menunjukkan bahwa air mata mengandung chemosignal yang bisa mengurangi kadar testosteron. Tak heran jika pria ogah melihat wanita menangis. Karena air mata bisa menurunkan testosteron mereka dan membuat mereka menjadi tak tertarik pada wanita.

8. Air mata buaya itu nyata
Berdasarkan peneliti di University of Florida, air mata buaya memang benar adanya dan tak hanya sekedar kiasan. Namun air mata buaya sebenarnya tak berkaitan dengan emosi apapun. Buaya seringkali mengeluarkan air mata ketika makan dan mereka sering terlihat mengeluarkan air mata secara teratur. Hal ini sebenarnya wajar untuk melindungi kesehatan mata, mengingat buaya memiliki kelopak mata ketiga.

9. Air mata juga bermanfaat
Penelitian menunjukkan bahwa air mata yang dikeluarkan saat merasa emosi mengandung hormon stres. Dengan begitu, sangat mungkin seseorang merasa lega dan sudah tak stres lagi setelah menangis. Karena air mata membantu tubuh untuk mengeluarkan hormon stres dan membuat seseorang lebih senang. Meski begitu, peneliti melihat bahwa mekanisme tangisan bahagia dan tangisan sedih sebenarnya sama saja. Yang membedakan adalah emosi yang dirasakan oleh orang tersebut.

10. Beberapa orang lebih mudah menangis
Kita sudah tahu bahwa wanita lebih mudah menangis daripada pria. Namun tak hanya itu, beberapa orang juga diketahui lebih mudah menangis dibandingkan orang lain. Hal ini berlaku bagi orang yang pernah mengalami trauma, mudah cemas, dan orang yang mudah merasa empati dan ekstrovert. Perbedaan ini bisa disebabkan oleh kepribadian, tingkat stres, hormon, dan mood. Meski begitu, peneliti juga belum bisa memastikan alasan jelas mengapa beberapa orang lebih mudah menangis daripada lainnya.

Itulah beberapa fakta mengenai air mata yang jarang diketahui orang. Sekarang Anda telah mengenal air mata Anda secara lebih baik dan jelas. Lain kali, ketika Anda mengeluarkan air mata, Anda bisa mengetahui penyebabnya dengan pasti.

(*click source)

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Kisah Sedih Keluarga

Posted by zen | 23.45 Categories:
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Suatu hari, seorang ayah sedang duduk diteras depan. Lalu anaknya yang sudah menginjak usia dewasa datang menghampiri.

“Pak, beli motor ya?”, pintanya.

Ayah tak menjawab, hanya diam dan mengusap kepalaku. Tak ada jawaban, ia pun pergi meninggalkan ayahnya. Tiga hari kemudian, dia kembali lagi.

“Ayah, sekarang ade banyak sekali kerjaan yah. Coba deh ayah bayangin, bolak balik kampus, udah gitu harus ngajar disekolah yang jauh, naek angkot sekitar 45 menit”, tuturnya.

"Terus?”, balas Ayahanda tercinta.

“Hemm, jadi kadang kakiku pegel yah, trus kalo di angkot suka ketiduran, eh malah sakit leher. Kayaknya kalo punya kendaraan sendiri, gak kan pegel pegel deh yah?”. Jelasnya.

Seperti biasa, ayah tak menjawab. Pelan, dengan penuh sayang ia belai anak tercintanya itu. Merasa tidak puas, ia pun pergi meninggalkan ayah anda tercinta. Satu minggu kemudian, ia pun kembali menghampiri ayah yang sedang asyik baca koran.

“Yah, kemarin ada temen yang nawarin motor. Murah loh yah, masih bagus pula”. Katanya.

“Wah, berapa harganya?”. Jawab ayah.

“Tujuh juta yah, murah kan?”. Balasnya.

“Ohh…”

Lalu ayah terdiam tanpa ada satu kata pun keluar. Singkat cerita, malam harinya, si anak terbangun dari tidurnya, padahal masih pukul 02.30 dini hari. Karena nanggung tidur lagi, akhirnya ia putuskan tuk menunggu adzan subuh dengan shalat malam. Lepas mengambil air wudhu, ia mendengar suara bisik orang mengobrol. Ia pun mencoba mendekatinya, dan ternyata bersumber dari kamar kedua orang tuanya. Ia pun merapatkan telinganya ke daun pintu, berusaha menyimak obrolan didalam.

“Bu, tabungan masih ada?”. Tanya ayah.

“Masih, kenapa yah?”. Jawab ibu tenang.

“Ada berapa bu?”. Tanya ayah kembali.

“Lumayan, ada tiga juta. Tapi, ibu anggarkan untuk bayar uang kosan sama bayar kuliah ade. Emang kenapa yah?”

“Ohh, enggak. Kalo ditambah tabungan ayah jadi enam juta, masih kurang satu juta lagi. Gimana yah bu?”. Tutur ayah pelan.

“Emang buat apa yah?”. Tanya ibu, heran.

“Gini bu, ade butuh motor, harganya tujuh juta”. Jawab ayah.

“Ohh, buat itu. Ya udah, sisanya kita pinjem ke bank aja yah, gimana?”. Saran ibu.

“Bisa sih, tapi uang ibu itu, gimana? Buat bayar ini dan itu”. Kata ayah.

“Gampang aja, ibu bisa pinjem dulu ke tetangga sebelah. Yang penting ade punya motor, mungkin dia butuh yah”. Tutur ibu.

“Iya bu, ayah gak tega kalo setiap hari ade harus jalan, kakinya pegel, atau naek angkot sampe lehernya sakit, bolak balik kampus. Gimana kalo ade sakit karena kecapean bu, ayah khawatir”, jelas ayah.

“ya udah, ambil aja tabungan ibu yah. Sisanya kita cari besok, moga aja dapet. Ntar kita beli motor yang bagus buat ade, biar gak pegel pegel lagi”, kata ibu.

Si anak yang mendengar obrolan malam itu, hanya diam terpaku dibelakang pintu. Ia jatuh lunglai, lemas mendengar obrolan ayah dan ibunya. Namun segera ia bangkit dan jalan perlahan menuju kamar. Delapan rakaat tahajjud, ditutup witir ia tunaikan. Setangkai do’a ia lantunkan, bisik lirih hatinya disertai deraian air mata.

“Ya Rabb, betapa naif dan egois diri hamba. Mudah mulut hamba berucap, minta ini dan itu. Tanpa hamba tau, betapa sulit ayah dan ibu tuk mengabulkannya. Ya Rabb, ampuni hamba, atas kelalaian ini. Ampuni dan lindungi pula kedua orang tuaku, yang selalu tersenyum didepanku, selalu memberikan motivasi padaku, selalu mengerti aku…walaupun, sedikit aku mengerti mereka. Ya Rabb, dewasakanlah aku, agar menjadi anak yang baik dan hamba yang baik, aamiin”

Seperti panas gersang tersiram hujan, ketenangan mengalir dalam darahnya. Esok paginya, dia menghampiri ayah yang sedang duduk diteras.

“Ayah, ade baca artikel tentang kesehatan. Ternyata, jalan kaki itu sehat yah, apalagi kalo rutin. Pantes yah, ade jadi jarang sakit. Terus, ade tau supaya gak sakit leher di angkot, ade harus duduk di kursi depan, jadi posisi tubuh ade lurus. Jadi, gak punya kendaraan sendiri juga, oke aja tuh. Toh, entar kalo punya ribet ngerawatnya yah"

Ayah hanya tersenyum, dan membelai penuh sayang anaknya tercinta. Sesekali ia menyeka air mata yang menyembul dari katanya.

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Rezeki Tak Terduga Untuk Yang Menikah

Posted by zen | 23.37 Categories:
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Lelaki itu bercerita, dia menikahi istrinya saat dia berusia 28 tahun. Usia yang cukup matang bagi seorang lelaki untuk mengaruhi pahit getir kehidupan. Katanya, Hasrat seks dan nafsu hanya menggebu di awal pernikahan.

Setelah itu, yang terpenting adalah kasih sayang. Kasih sayang dalam bentuk cerita dan berbagi pengalaman. Mereka biasa melakukannya di tempat tidur menjelang tidur. Atau, saat menonton televisi.

Cerita tentang mereka berdua; mengenang kejadian-kejadian masa lalu pada masa-masa pertama kali berkenalan. Hal yang kerapkali membuat mereka saling menertawakan diri. Bahagia.

Lelaki itu sebenarnya bukan dari keluarga kaya. Orangtuanya juga bukan orang yang berada. Saat memutuskan menikah, penghasilannya pun tidak cukup besar. “Lebih besar dari gajimu sekarang, Lid,” katanya padaku. (aku memperoleh 1.25jt dari kantor saat ini).

Tapi, dia nekad saja. Apalagi, 'calon'nya itu menantangnya untuk datang menemui orangtuanya jika memang benar-benar mencintainya. “Nek sampean bener-bener cinta aku, yo sampean jaluk nang wong tuwoku,” katanya saat itu.

Sempat bimbang, tapi dia memutuskan untuk maju saja. Ia datang sendirian ke rumah orangtua si cewek. Menyatakan maksudnya untuk menikahi putri mereka.

Kedua orangtuanya sempat meragukan lelaki itu. Putri mereka masih kuliah semester satu, sementara sang lelaki hanya berpenghasilan pas-pasan. Tidak punya rumah lagi.

“Mau kamu kasih makan apa anakku?” kata orangtua si perempuan ragu.

“Saya masih punya tabungan sisa-sisa kemarin kok, Pak,” jawab lelaki itu sedikit berbohong. Dia mengaku padaku, saat itu dia tidak punya tabungan sama sekali. Tapi, demi meyakinkan orangtua si perempuan dia harus sedikit berbohong.

Setelah menikah, istrinya yang saat itu baru berumur 23 dan duduk semester 3 kuliah, diboyongnya. Uang kuliah dan biaya sehari-hari, dia yang menanggungnya.

Masih dengan penghasilan yang minim dan pas-pasan. Saat itu, ayahnya tidak memberikannya saku sepeser pun. Tapi, alhamdulillah, kakeknya memberinya Rp 2 juta. Uang dari kakeknya itulah yang dibuatnya untuk membayar sewa kontrakan di Surabaya. Ia mulai lebih giat bekerja dan menabung dari sebelumnya.

Kondisinya masih serba seadanya. Tak ada almari, tak ada kasur, tak ada peralatan dapur, apalagi televisi di kontrakan tersebut. Untuk alas tidur pun, dia belum punya dan belum sanggup membelinya saat itu.

Seketika itu pikirannya langsung teringat pada seorang temannya. Dimintanya temannya itu untuk meminjamkan sebuah karpet untuk alas tidur. “Alhamdulillah, walau belum bisa tidur di kasur, kami sudah punya alas,” terangnya.

Keadaan tersebut berjalan cukup lama hingga anak pertama lahir. Saat itu, rezekinya mulai mengalir. Dia mendapat pekerjaan lain. Ia punya dua pekerjaan. Ia mulai bisa membelikan televisi buat istrinya yang kesepian di rumah. Membelikannya kasur, juga membeli perlengkapan rumah tangga lainnya.

Suatu ketika, dia dapat rezeki uang sebesar 25 juta. Pada saat yang sama, seorang temannya punya uang yang lebih besar. Temannya itu mengajaknya untuk membeli mobil.

“Beli mobil yuk, biar bisa buat jalan-jalan dengan teman-teman,” ajak temannya itu padanya.

“Enggak. Aku mau beli rumah dulu,” jawabnya.

“Ahh … beli rumah gampang, nanti-nanti aja,” temannya itu masih kukuh pengen beli mobil.

Dengan uang seadanya, dia mulai mengkredit sebuah rumah type 36 di sebuah perumahan seharga Rp 80 juta. Dengan DP 20 juta. Bayar bulanannya Rp 750 ribu.

Rumah itu sekarang ditaksir seharga Rp 250 juta. Alhamdulillah, meski harus ngempet dan nabung-nabung, dia masih bisa bertahan meneruskan cicilan rumah itu hingga saat ini. Cicilannya pun tinggal 2 tahun. “Dalam berumah tangga yang penting itu rumah dulu. Kecil-kecil, jelek-jelek gak apa-apa. Kalau suatu saat nanti, ada duit, bisa direnovasi lagi,” pesannya.

Beberapa tahun kemudian, temannya yang memilih untuk membeli mobil itu datang padanya. Dia menawarkan mobil yang dibelinya. Dia menyesal sampai kini punya 3 orang anak, tetap saja ngontrak rumah. Terakhir dia berpesan, orang menikah itu selalu ada rezekinya. Dan, kita tidak pernah menyangka sebelumnya.

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Di kelasnya ada 50 orang murid, setiap kenaikan kelas, anak perempuanku selalu mendapat ranking ke-23. Lambat laun ia dijuluki dengan panggilan nomor ini. Sebagai orangtua, kami merasa panggilan ini kurang enak didengar, namun anehnya anak kami tidak merasa keberatan dengan panggilan ini.

Pada sebuah acara keluarga besar, kami berkumpul bersama di sebuah restoran. Topik pembicaraan semua orang adalah tentang jagoan mereka masing-masing. Anak-anak ditanya apa cita-cita mereka kalau sudah besar? Ada yang menjawab jadi dokter, pilot, arsitek bahkan presiden. Semua orangpun bertepuk tangan.

Anak perempuan kami terlihat sangat sibuk membantu anak kecil lainnya makan. Semua orang mendadak teringat kalau hanya dia yang belum mengutarakan cita-citanya. Didesak orang banyak, akhirnya dia menjawab:..... "Saat aku dewasa, cita-citaku yang pertama adalah menjadi seorang guru TK, memandu anak-anak menyanyi, menari lalu bermain-main".

Demi menunjukkan kesopanan, semua orang tetap memberikan pujian, kemudian menanyakan apa cita-citanya yang kedua. Diapun menjawab: “Saya ingin menjadi seorang ibu, mengenakan kain celemek bergambar Doraemon dan memasak di dapur, kemudian membacakan cerita untuk anak-anakku dan membawa mereka ke teras rumah untuk melihat bintang”. Semua sanak keluarga saling pandang tanpa tahu harus berkata apa. Raut muka suamiku menjadi canggung sekali.

Sepulangnya kami kembali ke rumah, suamiku mengeluhkan ke padaku, apakah aku akan membiarkan anak perempuan kami kelak hanya menjadi seorang guru TK?

Anak kami sangat penurut, dia tidak lagi membaca komik, tidak lagi membuat origami, tidak lagi banyak bermain. Bagai seekor burung kecil yang kelelahan, dia ikut les belajar sambung menyambung, buku pelajaran dan buku latihan dikerjakan terus tanpa henti. Sampai akhirnya tubuh kecilnya tidak bisa bertahan lagi terserang flu berat dan radang paru-paru. Akan tetapi hasil ujian semesternya membuat kami tidak tahu mau tertawa atau menangis, tetap saja rangking 23.

Kami memang sangat sayang pada anak kami ini, namun kami sungguh tidak memahami akan nilai sekolahnya.
Pada suatu minggu, teman-teman sekantor mengajak pergi rekreasi bersama. Semua orang membawa serta keluarga mereka. Sepanjang perjalanan penuh dengan tawa, ada anak yang bernyanyi, ada juga yang memperagakan kebolehannya. Anak kami tidak punya keahlian khusus, hanya terus bertepuk tangan dengan sangat gembira.

Dia sering kali lari ke belakang untuk mengawasi bahan makanan. Merapikan kembali kotak makanan yang terlihat sedikit miring, mengetatkan tutup botol yang longgar atau mengelap wadah sayuran yang meluap ke luar. Dia sibuk sekali bagaikan seorang pengurus rumah tangga cilik.

Ketika makan, ada satu kejadian tak terduga. Dua orang anak lelaki teman kami, satunya si jenius matematika, satunya lagi ahli bahasa Inggris berebut sebuah kue. Tiada seorang pun yang mau melepaskannya, juga tidak mau saling membaginya. Para orang tua membujuk mereka, namun tak berhasil. Terakhir anak kamilah yang berhasil melerainya dengan merayu mereka untuk berdamai.

Ketika pulang, jalanan macet. Anak-anak mulai terlihat gelisah. Anakku membuat guyonan dan terus membuat orang-orang semobil tertawa tanpa henti. Tangannya juga tidak pernah berhenti, dia mengguntingkan berbagai bentuk binatang kecil dari kotak bekas tempat makanan. Sampai ketika turun dari mobil bus, setiap orang mendapatkan guntingan kertas hewan shio-nya masing-masing. Mereka terlihat begitu gembira.

Selepas ujian semester, aku menerima telpon dari wali kelas anakku. Pertama-tama mendapatkan kabar kalau rangking sekolah anakku tetap 23. Namun dia mengatakan ada satu hal aneh yang terjadi. Hal yang pertama kali ditemukannya selama lebih dari 30 tahun mengajar. Dalam ujian bahasa ada sebuah soal tambahan, yaitu SIAPA TEMAN SEKELAS YANG PALING KAMU KAGUMI & APA ALASANNYA.

Semua teman sekelasnya menuliskan nama : ANAKKU!

Mereka bilang karena anakku sangat senang membantu orang, selalu memberi semangat, selalu menghibur, selalu enak diajak berteman, dan banyak lagi.

Si wali kelas memberi pujian: “Anak ibu ini kalau bertingkah laku terhadap orang, benar-benar nomor satu”.

Saya bercanda pada anakku, “Suatu saat kamu akan jadi pahlawan”. Anakku yang sedang merajut selendang leher tiba2 menjawab “Bu guru pernah mengatakan sebuah pepatah, ketika pahlawan lewat, harus ada orang yang bertepuk tangan di tepi jalan.”

“IBU, …..AKU TIDAK MAU JADI PAHLAWAN, …. AKU MAU JADI ORANG YANG BERTEPUK TANGAN DI TEPI JALAN.”

Aku terkejut mendengarnya. Dalam hatiku pun terasa hangat seketika. Seketika hatiku tergugah oleh anak perempuanku. Di dunia ini banyak orang yang bercita-cita ingin menjadi seorang pahlawan. Namun Anakku memilih untuk menjadi orang yang tidak terlihat. Seperti akar sebuah tanaman, tidak terlihat, tapi ialah yang mengokohkan.

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube