Share Me!

>
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Kabar menghebohkan datang dari Sumatera Barat. Seorang dosen liberal yang mengajar filsafat di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) dilaporkan menginjak Al Qur’an di ruang kuliah.

Dosen berinisial MK itu mengatakan kepada mahasiswa bahwa Al Qur’an yang ada saat ini bukanlah Al Qur’an yang sebenarnya. Sehingga tidak masalah baginya jika menginjak mushaf tersebut.

“Sesungguhnya al Qur’an itu berada di lauh Mahfuz. Ini hanyalah fotokopi al Qur’an yang statusnya hanyalah buku biasa, karena itu tak apa diinjak-injak. Hanya sebagai alat, jika al Qur’an sudah terkuasai maka alat itu tak diperlukan lagi,” kata dosen tersebut seperti dikutip beritamuallaf.or.id.

Aksi menginjak Al Qur’an itu dicontohkannya dalam rangka menjelaskan bahwa filsafat adalah kajian ilmu yang membahas sangat dalam hingga pada hakikatnya, bukan hanya sekedar tampak di mata.

Sontak, aksinya tersebut membuat sejumlah mahasiswa protes hingga ruang kuliah di lantai dua itu berubah menjadi gaduh. Namun, MK tetap mempertahankan keyakinannya bahwa mushaf itu sama seperti buku biasa, tidak masalah jika diinjak.

Sejumlah mahasiswa kemudian melaporkan MK kepada dekan dan pimpinan UMSB. Kejadian tersebut berlangsung pada 8 April lalu. Sepuluh hari kemudian, UMSB memecat oknum dosen tersebut.

Bersamadakwah mencoba menghubungi MK untuk mengklarifikasi apakah benar ia menginjak mushaf Al Qur’an, namun hingga berita ini dimuat tidak ada jawaban dari MK. [Ibnu K/bersamadakwah]

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

SOURCE

Are You Ready?

Posted by zen | 22.44 Categories:
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


"O Son of Adam! You are nothing but a number of days,
whenever each day passes then a part of you has gone."

al-Ḥasan al-Baṣrī رحمه الله

Translate:

"Wahai anak Adam! Kamu bukan apa-apa selain (menunggu) hitungan hari,
ketika setiap kali hari berlalu, kau telah kehilangan sebagian dirimu"

al-Ḥasan al-Baṣrī رحمه الله


وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Merdeka.com - Pagi hari usai pelajaran olahraga, Nadiah Nurul Fauziah seorang siswa SMU di Bandung berjumpa seorang kakek renta membawa timbangan berat badan. Kakek tersebut berkepala plontos, berkacamata, dan mata sebelah kirinya diperban.

Saat itu, Nadiah sempat bingung dengan aktifitas yang dilakukan kakek ini. Di zaman serba instan ini masih ada orang yang menawarkan jasa timbangan keliling.

"Orang pasti mikir ngapain nimbang, orang punya timbangan di rumah," kisah Nadia lewat akun facebooknya Nadiah Nurul Fauziah, Kamis (11/9).

Nadia tersentuh perasaannya. Gadis SMU ini sempat mau mencoba tawaran menimbang berat badan. namun, dia urungkan karena takut terlambat masuk pelajaran sekolah berikutnya dan kebetulan tak membawa uang sepeser pun.

"Saya sebenernya kasihan banget, sumpah soalnya udah tua renta gitu kalau kerja juga kerja apa. Tapi pas waktu itu saya enggak bawa uang sama sekali di saku," tambah dia.

Sesampai rumah, Nadia terus kepikiran nasib kakek tersebut. dia sempat bercerita kepada ibunya terkait kejadian unik yang dia temukan.

Tak berhenti di situ, Nadia pun melampiaskan rasa penasarannya dengan berselancar di dunia maya. alhasil dia menemukan link http://ask.fm/vanessagaspersz/answer/117551892523 yang mengungkap nama dan latar belakang kakek penjaja timbangan keliling itu.

"Namanya Pak Emin Dudung, mantan pejuang angkatan 45 (tertulis di kartu anggotanya veteran)," tulis akun @vanessagaspersz.

"Ia hanya mencari uang di sebuah kawasan ramai pengunjung di Bandung. Pak Emin duduk sambil menawarkan jasa timbang badan dengan tarif seikhlasnya untuk sesuap nasi," tambah akun @vanessagaspersz.

Nadia sangat menghargai usaha mantan pejuang 45 tersebut. Dia berharap negara tak hanya menghormati pahlawan di upacara hari Senin, tapi memberikan kesejahteraan bagi mereka yang hidup.

Nadia mengunggah kisah itu Kamis (11/9) lalu. Hingga Sabtu (13/9) malam, 1.169 orang memberikan me-like kisah tersebut. 722 Orang membagikan kisah ini dari satu akun ke akun lain.

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Click: SOURCE
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Syahida.com – Secara bahasa ‘Arsy bisa bermakna singgasana. ‘Arsy adalah tempat Allah bersemayam untuk mengatur segala urusan manusia dan semua makhluk ciptaan-Nya. Kita sama sekali tidak bisa membayangkan, seberapa besarnya singgasana Allah itu? Percaya kepada adanya ‘Arsy Allah adalah termasuk tuntutan keimanan, yang hukumnya wajib bagi kaum muslimin. Tentang bagaimana sifat dan bentuk ‘Arsy Allah itu, maka perkara tersebut adalah bagian dari rahasia dan kuasa Allah.

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian dia bersemayam di atas ‘Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorang pun yang akan memberi syafa’at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah. Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?” (Yunus: 3)

Allah hanya sedikit memberikan gambaran tentang singgasananya itu. Pertama; ‘Arsy itu besar, kedua; ‘Arsy itu mulia, ketiga; ‘Arsy Allah itu dipikul oleh malaikat. Perhatikan ayat-ayat berikut ini,

“Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung.” (at-Taubah: 129)

“Maka maha tinggi Allah, raja yang sebenarnya; tidak ada tuhan selain Dia, Tuhan (yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia.” (Al-Mukminun: 116)

Disekitar ‘Arsy Allah yang agung itu, ada malaikat-malaikat yang bertugas di sana, diantaranya adalah:

Malaikat yang memikul ‘Arsy
Keberadaan malaikat yang memikul ‘Arsy ini dikabarkan Allah, “(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (Seraya mengucapkan): “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala.” (Al-Mukminun: 7)

Dari konteks penyebutannya yang bersifat jamak, bisa dipastikan, bahwa malaikat yang memikul ‘Arsy Allah adalah lebih dari satu. Dalam ayat ini memang tidak disebutkan bilangan mereka.

Tetapi pada ayat dan surat lain yang menggambarkan berita tentang kiamat, ada penyebutan jumlah malaikat yang memikul ‘Arsy Allah. Perhatikan ayat berikut ini:

“Dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah. Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.” ( Al-Haqqah: 16-17)

Kita tidak tahu, apakah malaikat yang mengangkat ‘Arsy Allah selalu ada delapan ataukah hanya pada peristiwa hari kiamat saja. Wallahua’alam.

Malaikat yang bertasbih disekitar ‘Arsy
Selain para malaikat yang mengangkat ‘Arsy Allah, di sekililing ‘Arsy juga banyak berhimpun para malaikat. Pekerjaan mereka hanya bertasbih dan memuji Allah dalam kekhusukan dan ketaatan yang sangat dalam.

“Dan kamu (Muhammad) akan melihat malaikat-malaikat berlingkar di sekeliling ‘Arsy bertasbih sambil memuji Tuhannya; dan diberi putusan diantara hamba-hamba Allah dengan adil dan diucapkan: ‘Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” (Az-Zumar: 75)

Kata melingkar-lingkar di dalam ayat tersebut menyiratkan kepada kita, bahwa jumlah malaikat yang bertasbih di sekeliling ‘Arsy Allah jumlahnya sangat banyak. Ukuran ‘Arsy sendiri pun sangatlah besar, sehingga sekelilingnya pun merupakan tempat yang pasti luas sekali.

Malaikat yang berada di Baitul-Makmur
Baitul makmur sebenarnya bukanlah bagian dari ‘Arsy Allah, namun beberapa riwayat menyebutkan bahwa letak baitul-makmur adalah di samping ‘Arsy Allah, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abbas: “Rumah itu terletak di samping ‘Arsy yang dimakmurkan oleh para malaikat yang mendirikan shalat di dalamnya setiap hari.”

Di dalam riwayat lain, pada peristiwa Isra & Mi’raj Rasulullah bersabda, “Lalu Jibril mengangkatku ke baitul makmur, ternyata hari tempat itu dimasuki oleh tujuh puluh ribu malaikat, mereka tidak akan kembali ke sana (kecuali) telah menyelesaikan tugas terakhirnya.” (HR. Al-Bukhari & Muslim)

Dapat dibayangkan berapakah jumlah seluruh malaikat Allah, jika dalam satu harinya ada tujuh puluh ribu diantara mereka yang memasuki baitul-makmur. Tentu yang akan lebih hebat lagi adalah seberapa besarkah tempat yang bernama baitul makmur itu, sehingga mampu menampung malaikat dalam jumlah yang sangat besar itu. Yang lebih fantastis dari itu semua adalah kebesaran Allah yang Maha Agung. Jika ciptaan-ciptaanNya saja telah begitu besar dan dahsyat maka ke dahsyatan, kebesaran, dan keagungan pencipata-Nya sungguh tiada terkira. Allahu akbar, tiada Tuhan selain engkau ya Allah.

Oleh karenanya, membatasi diri kita dengan hanya memahami adanya sepuluh malaikat Allah sungguh sikap yang tidak bijaksana. Dengan menghayati besarnya jumlah malaikat yang dimiliki Allah akan lebih mengasah kekaguman dan pengakuan manusia atas kebesaran Allah yang Maha Agung yang kuasa menciptakan dan mengendalikan hamba-hambaNya dalam jumlah yang sangat banyak.

Apa yang telah diuraikan di atas sesungguhnya belumlah mencakup penggambaran jumlah malaikat yang sesungguhnya. Hal ini dimungkinkan karena beberapa hal:

Pertama, data di atas masih berdasarkan data dan informasi yang penulis dapatkan. Ada banyak data yang sama sekali belum penulis ketahui, yang mungkin terangkum di dalam banyak kitab hadits, yang kesemuanya itu belum penulis baca. Pemahaman dan ilmu penulis sangatlah terbatas mengenai tema ini.

Kedua, tidak semua sabda Rasulullah sampai kepada kita. Ada banyak hal yang menjadi penyebabnya, diantaranya catatan-catatan itu hilang atau rusak sehingga tidak terdokumentasikan. Atau beberapa sahabat memang mengambil kebijakan untuk menyimpan beberapa persoalan yang terkait keghaiban agar tidak memunculkan kesalahpahaman di masa yang akan datang.

Dengan demikian, apa yang tersaji di dalam risalah sederhana ini merupakan sedikit informasi tentang jumlah malaikat, atas realitas jumlah mereka yang sesungguhnya. Hanya di sisi Allahlah pengetahuan yang hakiki mengenai perkara ini. [Syahida.com]

Sumber : Kitab Jejak Malaikat di Bumi, M Hilal Tri Anwari

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Click: SOURCE
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ



Syahida.com – Dalam rangka memberikan apresiasi yang tinggi kepada kaum muslimin yang menggunakan waktunya untuk mengingat Allah, apapun bentuk zikirnya, Allah berkenan mengirimkan para malaikat-Nya untuk mencatat, mengayomi, dan ada pula yang turut serta mengikuti majelis tersebut. Malaikat-malaikat tersebut adalah:

A. Malaikat yang menaungi pembaca al-Qur’an

Keterangan mengenai para malaikat yang menaungi para pembaca al-Qur’an ini merujuk pada sabda Rasulullah, “Barangsiapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barangsiapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia maupun di akhirat. Barangsiapa yang menutup aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa meolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu suka menolong saudaranya. Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, pasti Allah memudahkan baginya jalan ke surga. Apabila berkumpul suatu kaum di salah satu masjid untuk membaca al-Qur’an secara bergantian dan mempelajarinya, niscaya mereka akan diliputi sakinah (ketenangan), diliputi rahmat, dan dinaungi malaikat, dan Allah menyebut nama-nama mereka dihadapan makhluk-makhluk lain di sisi-Nya. Barangsiapa yang lambat amalannya, maka tidak akan dipercepat kenaikan derjatnya.” (HR. Muslim)

Siapapun, dari kaum apapun, pada kurun siapa pun, akan berlaku ketentuan Allah bahwa mereka akan dinaungi malaikat jika mereka berkumpul dalam rangka membaca dan mempelajari al-Qur’an. Kedatangan para malaikat untuk menaungi kaum yang berkumpul untuk membaca al-Qur’an dengan demikian berlaku juga pada kurun kita sekarang ini.

Maka, sungguh beruntunglah para pembaca al-Qur’an. Di dunia mereka akan diliputi oleh ketenangan dan rahmat serta dinaungi para malaikat. Di akhirat nanti Al-Qur’an akan memberikan syafaat kepadanya.

B. Malaikat yang mencari majelis zikir

Diantara keutamaan orang yang berdzikir adalah mereka akan mendapatkan ampunan dari Allah dan majelis mereka dihadiri oleh para malaikat. Hadits berikut ini menjelaskan tentang bagaimana para malaikat Allah senantiasa mencari forum zikir .

Informasi dari hadits menunjukan bahawa intensitas hubungan manusia dengan malaikat dan kedekatan antara keduanya sesungguhnya dapat diatur. Kita bisa semakin dekat dengan malaikat dan sebaliknya juga menjadi  manusia yang sangat diajauhi malaikat Allah.

C. Malaikat yang berkunjung pada malam Qadr

Malam Qadr adalah malam yang istimewa bagi umat Islam khususnya umat Muhammad SAW. Banyak hadits yang menyinggung tentang keutamaannya, dan anjuran beribadah pada malam itu. Keberadaan malam Qadr ini sungguh berkah bagi umat nabi muhammad. Dibandingkan dengan umat para  nabi dan rasul terdahulu, umur umat nabi muhammad adalah yang paling pendek. Namun demikian, Allah berkenaan membuka rahasia adanya malam Qadr ini, seakan discount dari Allah. salah satu keistimewaan malam Qadr adalah adanya kunjungan para malaikat yang langsung dipimpin oleh jibril.

Siapa malaikat yang mendampingi jibril dalam kunjungannya pada malam Qadr? Allah dan Rasulullah tiadak memberi informasi siapa mereka. Yang jelas ada malaikat selain jibri, dan jumlahnya sangat banyak, turun pada moment yang peunh berkah itu.

“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.” (al-Qadr: 4) [Syahida.com]

Sumber : Kitab Jejak Malaikat di Bumi, M Hilal Tri Anwari

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Click: SOURCE
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Feed - Sedikit yang menyadari kalau kuku pada jari manusia bisa memberi peringatan terhadap kesehatan Anda. Bahkan, bentuk dan tekstur kuku manusia bisa mendeteksi adanya penyakit serius dalam tubuh seseorang.

Coba lihat kuku-kuku pada jari manis Anda, apakah tebal atau tipis? Bergelombang atau bergaris? Jika iya, segeralah periksa kesehatan Anda. Seperti dilansir dari tophealthylife.com, berikut adalah cara melihat kesehatan dari bentuk kuku Anda.

1. Kuku berubah warna

via donnapeach.com

Kuku yang sehat adalah kuku yang punya warna merah dengan sentuhan warna putih di bagian pangkal. Namun, jika kuku Anda memiliki warna pucat atau bergaris dengan warna lain, mungkin Anda memiliki beberapa masalah kesehatan serius yang tersembunyi.

Kuku yang punya warna hijau bisa dihubungkan dengan infeksi bakteri. Sementara garis-garis merah di kuku bisa dihubungkan dengan infeksi katup jantung. Beda lagi jika Anda punya kuku berwarna pucat, itu bisa menjadi tanda kelemahan vitamin.

Kuku dengan warna kebiruan dapat menunjukkan tingkat oksigen yang rendah dalam darah Anda. Dan, kuku berwarna putih bisa menjadi tanda penyakit hati, seperti hepatitis

2. Kuku tebal

via nailfungusproducts

Kuku tebal adalah bentuk kuku yang tidak wajar. Kuku tebal dengan tekstur bergelombang dapat berhubungan dengan infeksi jamur. Sementara kuku tebal dan terbelah bisa menandakan penyakit tiroid dan psoriasis.

3. Kuku Mengelupas

via webmd.com

Kuku ini tampak mengelupas dari dalam lapisan. Ini bukan diakibatkan karena terlalu sering mencuci atau memoles kuku. Kuku yang mengelupas dapat berhubungan dengan vitamin C, asam folat, dan kelemahan protein. Selain itu, menurut situs Webmd.com sekitar sepuluh persen kuku yang mengelupas bisa memberi tanda bahwa Anda kekurangan gizi.

4. Kuku cekung

via thepinoycookbook.com

Kuku yang melengkung ke atas bisa menandakan bahwa Anda kekurangan zat besi, tanda penyakit jantung, dan hipotiroidisme.

5. Kuku berlubang

via deccanchronicle.com

Bentuk kuku berlubang seperti kena benturan ini bisa dihubungkan dengan psoriasis dan masalah kesehatan rambut, seperti kerontokan.

6. Kuku bergaris

via healingtalks.com

Jika kuku Anda halus dengan garis mulus, maka Anda sehat. Tapi jika Anda memiliki tekstur garis yang kasar, maka ada masalah kesehatan pada tubuh Anda. Garis kasar pada kuku dapat berhubungan dengan kekurangan zat besi, inflamasi arthritis, dan lupus.

7. Kuku bengkak

via practicaloutdoors.com

Bentuk kuku bengkak, oval, atau kembung itu kemungkinan Anda punya masalah dengan kesehatan. Penyakit paru-paru atau masalah pernapasan jadi gangguan yang kesehatan yang bersembunyi pada tubuh si pemilik kuku.

Tak hanya itu, jenis kuku ini juga berkaitan erat dengan penyakit radang usus, penyakit hati, bahkan AIDS. Bentuk kuku ini bukan satu-satunya cara untuk melihat kesehatan manusia. Namun tanda-tanda yang diberikan oleh kuku ini bisa jadi peringatan untuk Anda hidup lebih sehat dan memeriksa kesehatan Anda.

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Click: SOURCE
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Sobat, seberapa besarkah rasa cinta kita kepada Allah? Mungkin di antara kita ada yang mengaku mencintai Allah. Tetapi sesungguhnya apakah kita masih mengetahui apa sajakah tanda-tanda cinta padaNya? Imam Al-Ghazali dalam buku Kimia Kebahagiaan, memberi gambaran dan memotivasi kita menjadi hamba yang mencintai Sang Pencipta.

1. Tidak membenci atau merasa takut pada kematian
Nabi SAW bersabda: “Siapa yang ingin melihat Allah, Allah pun ingin melihatnya." Seorang pencinta Allah yang ikhlas mungkin saja bisa takut akan kematian sebelum ia menyelesaikan persiapannya untuk ke akhirat. Tapi jika ia ikhlas ia akan rajin dalam membuat persiapan-persiapan itu.

2. Rela mengorbankan kehendaknya demi kehendak Allah.
Seseorang yang mencintai Allah pastilah berpegang erat-erat kepada apa yang membawanya lebih dekat kepada Allah. Dan juga menjauhkan diri dari tempat-tempat yang menyebabkan ia berada jauh dari Allah.

3. Mengingat Allah sepanjang waktu.
Jika seseorang memang mencintai, maka ia akan terus mengingat-ingat dan jika cintanya itu sempurna, maka ia tidak akan pernah melupakanNya.

4. Cinta pada Al Quran.
Seseorang yang mencintai Allah akan mencintai al-Qur’an yang merupakan firman Allah. Jika cintanya memang benar-benar kuat, ia akan mencintai semua manusia, karena mereka semua adalah hamba-hamba Allah.

5. Tamak dalam beribadah.
Seseorang yang mencintai Allah akan bersikap tamak terhadap ‘uzlah untuk tujuan ibadah. Ia akan terus mendambakan datangnya malam agar bisa berhubungan dengan Temannya tanpa halangan.

6. Ibadah menjadi hal mudah baginya.
Jika kecintaan kepada Allah sudah sempurna, maka tak ada kebahagiaan yang bisa menandingi kebahagiaan beribadah.

7. Pencinta Allah akan mencintai orang-orang yang menaatiNya, dan membenci orang-orang kafir dan orang-orang yang tidak taat. Orang-orang yang berpegang erat-erat kepada-Ku sebagaimana seorang anak kepada ibunya. Yang berlindung di dalam pengingatan kepada-Ku sebagaimana seekor burung mencari naungan pada sarangnya. Dan akan sangat marah jika melihat perbuatan dosa sebagaimana seekor macan marah yang tidak takut kepada apa pun.

Semoga kita diberikan kenikmatan untuk merasakan kecintaan thd Allah dan memiliki seluruh tanda-tanda cinta yg disebutkan di atas.

‪#‎RZMuhasabah‬

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Click: SOURCE
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Dalam setiap kejadian yang dialami oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam,sahabat, dan orang shaleh setelahnya selalu ada hikmah bagi kaum muslimin. Di dalamnya senantiasa terkandung pelajaran yang amat berharga. Pelajaran nan mulia nilainya itu, bisa juga kita terapkan dalam kehidupan sehari-sehari dalam menghadapi ujian yang Allah Ta’ala berikan.

Disebutkan oleh Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirnya, bahwa pasukan kaum muslimin terpojok dalam Perang Yarmuk. Di dalam peperangan tersebut, yang diangkat sebagai panglima adalah Abu ‘Ubaidah. Sedangkan yang mengangkatnya adalah ‘Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu.

Sedangkan di dalam pasukan yang terpojok itu terdapat ‘Iyadh al-Asy’ari. Ia pun mengirmkan sepucuk surat untuk meminta bantuan kepada Panglima Abu ‘Ubaidah. Dijelaskan oleh Imam Ibnu Katsir terkait isi surat itu, “Kematian telah menghantui kami. Dan, kami meminta bantuan kepadamu.”

Tak lama setelah itu, pasukan kaum muslimin pun mendapat surat balasan dari Panglima Abu ‘Ubaidah. Dibukalah surat tersebut, dan dibaca dengan teliti setiap kalimat di dalamnya.

Kata sang Panglima menulis:

Surat kalian yang meminta bantuan kepadaku telah kuterima. Dan, aku ingin menunjukkan siapa yang lebih besar pertolongannya dan memiliki pasukan tentara yang tangguh; itulah Allah Ta’ala.
Mohonlah pertongan kepada-Nya. Sesungguhnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pernah ditolongnya pada waktu Perang Badar. Padahal, jumlah pasukan beliau lebih sedikit dari kalian.
Jika suratku telah sampai di tangan kalian, maka seranglah mereka dan janganlah kembali kepadaku.

Mari berhenti sesaat. Jika kita bagian dari pasukan yang terpojok itu, apa yang ada di benak kita? Ngedumel tidak ikhlas? Marah-marah dengan mengatakan, “Dimintai bantuan kok malah ceramah”? Atau kalimat tak pantas lainnya?

Mahasuci Allah Ta’ala, pasukan kaum muslimin yang terpojok itu mendapatkan aliran semangat yang amat dahsyat untuk melanjutkan jihad. Satu kalimat yang amat membekas dalam surat tersebut adalah, “Mintalah pertolongan kepada Allah Ta’ala.”

Adakah yang lebih baik pertolongannya dari Allah Ta’ala? Adakah yang lebih agung pembelaannya dari Allah ‘Azza wa Jalla? Dialah sebaik-baik Penolong dan Pembela.

Lantas, apa dampak dari surat tersebut bagi kaum muslimin yang berjihad itu?

“Maka kami pun segera memerangi mereka hingga berhasil memukul mundur pasukan musuh sejauh empat farsakh. Dan, kami pun berhasil mendapatkan harta rampasan perang.”

Satu farsakh senilai dengan delapan kilometer. Maka hanya dengan memahami makna perkataan “Minta tolonglah kepada Allah”, kaum muslimin bisa memukul mundur pasukan musuh sejauh tiga puluh dua kilometer. Allahu Akbar!

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Click: SOURCE
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Akhwatmuslimah.com – Bolehkah berwudhu dengan air bak mandi yang terkena percikan sabun hingga berubah warna, bau, dan rasanya?

Air yang mengalami perubahan dari aslinya, baik perubahan warna, bau, atau rasa karena pengaruh campuran unsur lain yang suci, namun tidak didominasi oleh campuran tersebut dan masih tetap dinamakan air, tetap suci dan menyucikan (thahur). Seperti perubahan air bak yang bercampur dengan percikan sabun, air kolam yang kejatuhan daun-daun, air sawah yang bercampur tanah, atau yang lainnya. Ini tetap dinamakan air dan sah untuk wudhu atau mandi.

Berbeda halnya dengan air yang dicampur dengan bahan minuman seperti susu, kopi, teh, atau bumbu masakan, dan semacamnya, yang mendominasinya dan mengubah namanya menjadi nama lain, sehingga tidak lagi dinamakan air secara mutlak. Misalnya, dinamakan minuman teh, kopi, susu, atau kuah, dan yang semacamnya. Yang seperti ini sudah tidak termasuk kategori air yang menyucikan, meskipun suci. Dengan demikian, jenis ini tidak sah untuk wudhu dan mandi.

Di antara dalil yang menunjukkan hal ini adalah perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk berwudhu dengan air laut. Padahal air laut telah berubah rasanya menjadi asin dengan perubahan yang sangat drastis dari asal rasa air yang tawar. Demikian pula perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menggunakan air yang dicampuri daun bidara (yang telah ditumbuk halus) bagi wanita yang mandi suci dari haid/nifas dan dalam memandikan jenazah. Padahal campuran daun bidara tersebut tentu saja akan memberi perubahan pada air.

Lebih dari itu, tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa air yang mengalami perubahan warna, bau, atau rasa oleh campuran unsur lain, tidak lagi termasuk kategori air yang menyucikan.

Inilah pendapat yang rajih (kuat) dalam masalah ini yang dipilih oleh Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam Majmu’ Al-Fatawa (21/17-20 cet. Darul Wafa’), Asy-Syaikh As-Sa’di di dalam Al-Mukhtarat Al-Jaliyyah (hal. 12-13), Asy-Syaikh Ibnu Baz dalam Majmu’ Fatawa (10/19-20), dan Asy-Syaikh Al-’Utsaimin dalam Asy-Syarhul Mumti’ (1/38, 44, cet. Muassasah Asam). Ini juga adalah mazhab Abu Hanifah dan salah satu riwayat dari Ahmad.

Kalau pun terjadi perubahan warna, bau, atau rasa karena pengaruh benda najis yang bercampur dengannya, air itu bernajis dan sudah tidak suci lagi. Salah satu saja dari tiga sifat tersebut yang berubah, baik warna, bau, atau rasanya, maka air itu telah ternajisi dan tidak sah untuk wudhu atau mandi.
Kesimpulannya, air hanya terbagi menjadi dua:

1. Air yang suci lagi menyucikan (thahur), meskipun berubah sebagian sifatnya oleh campuran unsur suci, selama tidak mengubahnya keluar dari nama air ke nama lain. Jenis ini sah untuk wudhu dan mandi.

2. Air yang ternajisi oleh unsur najis yang mengubah salah satu sifatnya, baik warna, bau, maupun rasanya. Jenis ini tidak sah untuk wudhu dan mandi.
Wallahu a’lam.

[Sumber : AsySyariah]

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Click: SOURCE
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Pada suatu hari Uqa'il bin Abi Thalib telah pergi bersama-sama dengan Nabi Muhammad S.A.W. Pada waktu itu Uqa'il telah melihat berita ajaib yang menjadikan tetapi hatinya tetap bertambah kuat di dalam Islam dengan sebab tiga perkara tersebut.

Peristiwa pertama adalah, bahwa Rasulullah S.A.W akan mendatangi hajat yakni membuang air besar dan di hadapannya terdapat beberapa batang pohon. Maka baginda S.A.W berkata kepada Uqa'il,

"Hai Uqa'il teruslah engkau berjalan sampai ke pohon itu, dan katalah kepadanya, bahwa sesungguhnya Rasulullah berkata; Agar kamu semua datang kepadanya untuk menjadi aling-aling atau penutup baginya, kerana sesungguhnya baginda akan mengambil air wuduk dan buang air besar."

Uqa'il pun keluar dan pergi mendapatkan pohon-pohon itu dan sebelum dia menyelesaikan tugas itu ternyata pohon-pohon sudah tumbang dari akarnya serta sudah mengelilingi di sekitar baginda S.A.W selesai dari hajatnya. Maka Uqa'il kembali ke tempat pohon-pohon itu.

Peristiwa kedua adalah, bahawa Uqa'il berasa haus dan setelah mencari air ke mana pun juga namun tidak ditemui. Maka baginda S.A.W berkata kepada Uqa'il bin Abi Thalib, "Hai Uqa'il, dakilah gunung itu, dan sampaikanlah salamku kepadanya serta katakan, "Jika padamu ada air, berilah aku minum!"

Uqa'il lalu pergilah mendaki gunung itu dan berkata kepadanya sebagaimana yang telah disabdakan baginda itu. Maka sebelum ia selesai berkata, gunung itu berkata dengan fasihnya, "Katakanlah kepada Rasulullah, bahawa aku sejak Allah S.W.T menurunkan ayat yang bermaksud : ("Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu berserta keluargamu dari (siksa) api neraka yang umpannya dari manusia dan batu)." "Aku menangis dari sebab takut kalau aku menjadi batu itu maka tidak ada lagi air padaku."

Peristiwa yang ketiga ialah, bahawa ketika Uqa'il sedang berjalan dengan Nabi, tiba-tiba ada seekor unta yang meloncat dan lari ke hadapan rasulullah, maka unta itu lalu berkata, "Ya Rasulullah, aku minta perlindungan darimu." Unta masih belum selesai mengadukan halnya, tiba-tiba datanglah dari belakang seorang Arab kampung dengan membawa pedang terhunus. Melihat orang Arab kampung dengan membawa pedang terhunus.

Melihat orang Arab kampung itu, Nabi Muhammad S.A.W berkata, "Hendak di  apakan kamu terhadap unta itu ?"

Jawab orang kampungan itu, "Wahai Rasulullah, aku telah membelinya dengan harta yang mahal, tetapi dia tidak mau taat atau tidak mau jinak, maka akan kupotong saja dan akan kumanfaatkan dagingnya (kuberikan kepada orang-orang yang memerlukan)." Rasulullah S.A.W bertanya, "Mengapa engkau menderhakai dia?"

Jawab unta itu, "Wahai Rasulullah, sungguh aku tidak menderhakainya dari satu pekerjaan, akan tetapi aku menderhakainya dari sebab perbuatannya yang buruk. Kerana kabilah yang dia termasuk di dalam golongannya, sama tidur meninggalkan sholat Isyak. Kalau sekiranya dia mau berjanji kepada engkau akan mengerjakan sholat Isyak itu, maka aku berjanji tidak akan menderhakainya lagi. Sebab aku takut kalau Allah menurunkan siksa-Nya kepada mereka sedang aku berada di antara mereka."

Akhirnya Nabi Muhammad S.A.W mengambil perjanjian orang Arab kampung itu, bahwa dia tidak akan meninggalkan sholat Isyak. Dan baginda Nabi Muhammad S.A.W menyerahkan unta itu kepadanya. Dan dia pun kembali kepada keluarganya.

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Click: SOURCE
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube